<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat Berpenghasilan Rendah Mau Beli Rusun Dekat Stasiun dengan DP 1%? Ini Syaratnya</title><description>harga maksimal untuk hunian Transit Oriented Development (TOD) bagi  masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maksimal Rp7 juta per meter.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/10/470/1792696/masyarakat-berpenghasilan-rendah-mau-beli-rusun-dekat-stasiun-dengan-dp-1-ini-syaratnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/10/470/1792696/masyarakat-berpenghasilan-rendah-mau-beli-rusun-dekat-stasiun-dengan-dp-1-ini-syaratnya"/><item><title>Masyarakat Berpenghasilan Rendah Mau Beli Rusun Dekat Stasiun dengan DP 1%? Ini Syaratnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/10/470/1792696/masyarakat-berpenghasilan-rendah-mau-beli-rusun-dekat-stasiun-dengan-dp-1-ini-syaratnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/10/470/1792696/masyarakat-berpenghasilan-rendah-mau-beli-rusun-dekat-stasiun-dengan-dp-1-ini-syaratnya</guid><pubDate>Selasa 10 Oktober 2017 17:25 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/10/470/1792696/masyarakat-berpenghasilan-rendah-mau-beli-rusun-dekat-stasiun-dengan-dp-1-ini-syaratnya-qHCGwUppDY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Lidya/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/10/470/1792696/masyarakat-berpenghasilan-rendah-mau-beli-rusun-dekat-stasiun-dengan-dp-1-ini-syaratnya-qHCGwUppDY.jpg</image><title>(Foto: Lidya/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan, harga maksimal untuk hunian Transit Oriented Development (TOD) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maksimal Rp7 juta per meter persegi (m2).

Menurut Rini, harga tersebut sesuai dengan permintaan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang meminta agar ada subsidi dari BUMN, sehingga untuk pemesanan bekerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN).

&quot;Saya menekankan betul bahwa untuk yang MBR ini kita harus beri harga yang spesial, karena kebutuhannya sangat besar, sangat mendukung program pemerintah dan pak Menteri PUPR bahwa yang MBR harganya harus spesial,&quot; ungkapnya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (10/10/2017).
Baca Juga: Minta Hunian Dekat Stasiun Diperluas, Menteri Rini: 22 Meter Persegi Itu Sempit
Menurutnya, sesuai permintaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin agar hunian bagi MBR diberikan subsidi dari Pemerintah. Dalam hal ini hanya BTN yang mau untuk mengeluarkan modal terlebih dahulu dan berani memberikan uang muka 1% bagi MBR.

&quot;Itu masih masuk dalam program pak Menteri PUPR sehubungan dengan pembiayaan yang melalui BTN. Yang mendapatkan LFPP yaitu down payment  subsidi dari pemerintah programnya bapak Jokowi yaitu subsidi down payment 1% dan subsidi bunga sehingga nanti bisa memadai. Jadi kalau nanti pada mau pesan nanti tinggal di proses di BTN,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Menarik! Beli Hunian di Stasiun Dapat Hadiah hingga Antar-Jemput Kereta
Menurutnya, pembelian MBR dilakukan dengan BTN karena memang sejak awal BTN yang berminat dan menyanggupi untuk memberikan DP 1%. Oleh sebab itu, yang menyeleksi MBR yang bisa mendapatkan hunian ini adalah BTN.

&quot;Jadi begini, karena BTN yang bertanggung jawab bagi MBR untuk mendapat hunian murah karena mendapat subsidi pemerintah. Apakah dari DPnya atau bunganya. Sehingga, yang menyeleksi benar-benar MBR itu. Maksimum pendapatan Rp7 juta. Itu tanggung jawab BTN harus ke situ,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyatakan, harga maksimal untuk hunian Transit Oriented Development (TOD) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maksimal Rp7 juta per meter persegi (m2).

Menurut Rini, harga tersebut sesuai dengan permintaan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang meminta agar ada subsidi dari BUMN, sehingga untuk pemesanan bekerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN).

&quot;Saya menekankan betul bahwa untuk yang MBR ini kita harus beri harga yang spesial, karena kebutuhannya sangat besar, sangat mendukung program pemerintah dan pak Menteri PUPR bahwa yang MBR harganya harus spesial,&quot; ungkapnya di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Selasa (10/10/2017).
Baca Juga: Minta Hunian Dekat Stasiun Diperluas, Menteri Rini: 22 Meter Persegi Itu Sempit
Menurutnya, sesuai permintaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin agar hunian bagi MBR diberikan subsidi dari Pemerintah. Dalam hal ini hanya BTN yang mau untuk mengeluarkan modal terlebih dahulu dan berani memberikan uang muka 1% bagi MBR.

&quot;Itu masih masuk dalam program pak Menteri PUPR sehubungan dengan pembiayaan yang melalui BTN. Yang mendapatkan LFPP yaitu down payment  subsidi dari pemerintah programnya bapak Jokowi yaitu subsidi down payment 1% dan subsidi bunga sehingga nanti bisa memadai. Jadi kalau nanti pada mau pesan nanti tinggal di proses di BTN,&quot; jelasnya.
Baca Juga: Menarik! Beli Hunian di Stasiun Dapat Hadiah hingga Antar-Jemput Kereta
Menurutnya, pembelian MBR dilakukan dengan BTN karena memang sejak awal BTN yang berminat dan menyanggupi untuk memberikan DP 1%. Oleh sebab itu, yang menyeleksi MBR yang bisa mendapatkan hunian ini adalah BTN.

&quot;Jadi begini, karena BTN yang bertanggung jawab bagi MBR untuk mendapat hunian murah karena mendapat subsidi pemerintah. Apakah dari DPnya atau bunganya. Sehingga, yang menyeleksi benar-benar MBR itu. Maksimum pendapatan Rp7 juta. Itu tanggung jawab BTN harus ke situ,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
