<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tumbuh 31,6%, BNI Cetak Laba Bersih Rp10,16 Triliun</title><description>Perolehan laba bersih BBNI tersebut meningkat berkat pertumbuhan  pendapatan bunga bersih (NII) di Kuartal III-2017 menjadi 23,51 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/12/278/1794138/tumbuh-31-6-bni-cetak-laba-bersih-rp10-16-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/12/278/1794138/tumbuh-31-6-bni-cetak-laba-bersih-rp10-16-triliun"/><item><title>Tumbuh 31,6%, BNI Cetak Laba Bersih Rp10,16 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/12/278/1794138/tumbuh-31-6-bni-cetak-laba-bersih-rp10-16-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/12/278/1794138/tumbuh-31-6-bni-cetak-laba-bersih-rp10-16-triliun</guid><pubDate>Kamis 12 Oktober 2017 16:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/12/278/1794138/tumbuh-31-6-bni-cetak-laba-bersih-rp10-16-triliun-x5sGoAQnGq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RUPS BNI. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/12/278/1794138/tumbuh-31-6-bni-cetak-laba-bersih-rp10-16-triliun-x5sGoAQnGq.jpg</image><title>RUPS BNI. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan kinerja positif pada kuartal III 2017. Bank plat merah ini mencatatkan laba bersih Rp10,16 triliun atau tumbuh 31,6% secara year-on-year (yoy) dibandingkan dengan perolehan laba pada periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp7,72 triliun.

Kenaikan laba ditopang oleh penyaluran kredit BBNI yang tumbuh 13,3% atau lebih cepat dibanding pertumbuhan kredit industri yang berada pada level 8,2% per akhir Juli 2017.

&quot;Penyaluran kredit tidak hanya bertumbuh, melainkan juga disertai peningkatan kualitas yang ditandai oleh penurunan credit cost BNI dari 2,4% di Kuartal III-2016 menjadi 1,7% di Kuartal III-2017,&quot; ujar Direktur Hubungan Kelembagaan &amp;amp; Transaksional Perbankan BNI, Adi Sulistyowati di Jakarta, Kamis (12/10).

Baca Juga:&amp;nbsp;Targetkan Kredit 17%, BNI: Kita Sangat Kuat di Dana Murah

Sulistyowati melanjutkan, perolehan laba bersih BBNI tersebut meningkat berkat pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) di Kuartal III-2017 menjadi 23,51 triliun, naik 7,5% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp21,87 triliun. Pertumbuhan NII ini sejalan dengan peningkatan kualitas kredit yang tetap menjaga net interest margin di level 5,5%.

Lebih lanjut Sulistyowati mengatakan, laba bersih juga ditopang pendapatan non bunga di Kuartal III-2017 yang meningkat 15,1% menjadi Rp7,18 triliun dari sebelumnya Rp6,24 triliun. &quot;Peningkatan pendapatan nonbunga tersebut dikontribusi dari trade finance, bancassurance, bank guarantee, loan sindication dan bisnis kartu,&quot; ujarnya.

Dia menambahkan, hingga akhir Kuartal III-2017 nilai kredit yang tersalurkan mencapai Rp421,41 triliun atau bertumbuh 13,3% dari sebelumnya Rp372,02 triliun. &quot;Realisasi kredit tersebut jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan kredit di industri yang mencapai 8,2% per Juli 2017,&quot; kata dia.

Baca Juga: BNI Masih Pede Pertumbuhan Kredit Capai 17% di 2017
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) yang terhimpun per Kuartal III-2017 mencapai Rp480,53 triliun atau meningkat 19,6% (yoy) dari sebelumnya Rp401,88 triliun. Komponen dana murah (CASA) juga menunjukkan peningkatan menjadi 60,4% di kuartal ketiga tahun ini.

&quot;BNI terus mendorong efisiensi, terlihat dari cost to income ratio (CIR) di Kuartal III 2017 sebesar 41,9% atau menurun dari 42,3%di Kuartal III-2016,&quot; ucap Sulistyowati.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan kinerja positif pada kuartal III 2017. Bank plat merah ini mencatatkan laba bersih Rp10,16 triliun atau tumbuh 31,6% secara year-on-year (yoy) dibandingkan dengan perolehan laba pada periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp7,72 triliun.

Kenaikan laba ditopang oleh penyaluran kredit BBNI yang tumbuh 13,3% atau lebih cepat dibanding pertumbuhan kredit industri yang berada pada level 8,2% per akhir Juli 2017.

&quot;Penyaluran kredit tidak hanya bertumbuh, melainkan juga disertai peningkatan kualitas yang ditandai oleh penurunan credit cost BNI dari 2,4% di Kuartal III-2016 menjadi 1,7% di Kuartal III-2017,&quot; ujar Direktur Hubungan Kelembagaan &amp;amp; Transaksional Perbankan BNI, Adi Sulistyowati di Jakarta, Kamis (12/10).

Baca Juga:&amp;nbsp;Targetkan Kredit 17%, BNI: Kita Sangat Kuat di Dana Murah

Sulistyowati melanjutkan, perolehan laba bersih BBNI tersebut meningkat berkat pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) di Kuartal III-2017 menjadi 23,51 triliun, naik 7,5% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp21,87 triliun. Pertumbuhan NII ini sejalan dengan peningkatan kualitas kredit yang tetap menjaga net interest margin di level 5,5%.

Lebih lanjut Sulistyowati mengatakan, laba bersih juga ditopang pendapatan non bunga di Kuartal III-2017 yang meningkat 15,1% menjadi Rp7,18 triliun dari sebelumnya Rp6,24 triliun. &quot;Peningkatan pendapatan nonbunga tersebut dikontribusi dari trade finance, bancassurance, bank guarantee, loan sindication dan bisnis kartu,&quot; ujarnya.

Dia menambahkan, hingga akhir Kuartal III-2017 nilai kredit yang tersalurkan mencapai Rp421,41 triliun atau bertumbuh 13,3% dari sebelumnya Rp372,02 triliun. &quot;Realisasi kredit tersebut jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan kredit di industri yang mencapai 8,2% per Juli 2017,&quot; kata dia.

Baca Juga: BNI Masih Pede Pertumbuhan Kredit Capai 17% di 2017
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) yang terhimpun per Kuartal III-2017 mencapai Rp480,53 triliun atau meningkat 19,6% (yoy) dari sebelumnya Rp401,88 triliun. Komponen dana murah (CASA) juga menunjukkan peningkatan menjadi 60,4% di kuartal ketiga tahun ini.

&quot;BNI terus mendorong efisiensi, terlihat dari cost to income ratio (CIR) di Kuartal III 2017 sebesar 41,9% atau menurun dari 42,3%di Kuartal III-2016,&quot; ucap Sulistyowati.</content:encoded></item></channel></rss>
