<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Walah, 70% Orang Dewasa Belum Punya Akun Bank   </title><description>Dengan pertumbuhan internet ini maka peluang meningkatkan e-commerce juga semakin tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/12/320/1794111/walah-70-orang-dewasa-belum-punya-akun-bank</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/12/320/1794111/walah-70-orang-dewasa-belum-punya-akun-bank"/><item><title>   Walah, 70% Orang Dewasa Belum Punya Akun Bank   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/12/320/1794111/walah-70-orang-dewasa-belum-punya-akun-bank</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/12/320/1794111/walah-70-orang-dewasa-belum-punya-akun-bank</guid><pubDate>Kamis 12 Oktober 2017 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/12/320/1794111/walah-30-orang-dewasa-belum-punya-akun-bank-FRainBFFkc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertemuan E-commerce. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/12/320/1794111/walah-30-orang-dewasa-belum-punya-akun-bank-FRainBFFkc.jpg</image><title>Pertemuan E-commerce. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Transaksi e-commerce Indonesia ditargetkan mencapai USD130 miliar di 2020. Bahkan di 2020 Indonesia diprediksi bisa menjadi negara dengan transaksi e-commers terbesar di antara negara ASEAN.
Kepala Subdit Tata Kelola e-Business Direktorat e-Businnes Kominfo, Nyoman Adhiarna mengatakan jumlah transaksi ini tidak hanya berasal dari penjualan saja tapi juga dari transaksi transportasi online yang juga masuk kedalam transaksi e-commerce.
&quot;Angka ini dari 1.000 teknopreneurs, Unicorn, perusahaan kapital market USD50 milion, Go-Jek, Bukalapak, startup yang bagus di Indonesia,&quot; ungkapnya di Jiexpo, Jakarta, Kamis (12/10/2017).
Baca Juga:&amp;nbsp;Marak Jual Beli Data Nasabah, Hati-Hati saat Lakukan 4 Hal Ini!
Selain itu, Nyoman menilai bahwa pertumbuhan internet juga ikut mempengaruhi angka tersebut. Pihaknya mencatat dalam empat tahun terkahir ini pertumbuhan internet mencapai 11,3% dan pertumbuhan e-commerce 0,9%.
Dia melanjutkan, dengan pertumbuhan internet ini maka peluang meningkatkan e-commerce juga semakin tinggi. Selain itu, akun perbankan juga meningkat tapidirinta mengatakan peningkatan ini belum mampu menaikkan transaksi e-commerce sehingga ia berharap masyarakat yang mempunyai akun perbankan juga lebih meningkat lagi.
&quot;Ada peluang besar untuk dorong e-commerce. Data 2016, 30% orang dewasa punya bank akun. 7% gaji dibayar secara penuh di akun bank. Banyaknya masih cash,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bisnis&amp;nbsp;Online&amp;nbsp;vs&amp;nbsp;Offline&amp;nbsp;Kian Sengit, Apa Kata Mendag?
Menurutnya, untuk mendorong angka proyeksi tersebut harus sejalan antara pertumbuhan dan transaksi e-commerce nya sehingga masyarakat yang belum mempunyai akun bank huga harus meningkat. Sebab saat melakukan transaksi e-commerce harus melalui akun perbankan.
&quot;Tadi saya sampaikan akses broadband dan mobilephone ini macu e-commerce. Kita relatif lebih cepat, dan financial inclusion sekitar 30% orang dewasa punya akun bank tapi walaupun sudah punya device percuma saja (kalau tidak punya akun bank),&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Transaksi e-commerce Indonesia ditargetkan mencapai USD130 miliar di 2020. Bahkan di 2020 Indonesia diprediksi bisa menjadi negara dengan transaksi e-commers terbesar di antara negara ASEAN.
Kepala Subdit Tata Kelola e-Business Direktorat e-Businnes Kominfo, Nyoman Adhiarna mengatakan jumlah transaksi ini tidak hanya berasal dari penjualan saja tapi juga dari transaksi transportasi online yang juga masuk kedalam transaksi e-commerce.
&quot;Angka ini dari 1.000 teknopreneurs, Unicorn, perusahaan kapital market USD50 milion, Go-Jek, Bukalapak, startup yang bagus di Indonesia,&quot; ungkapnya di Jiexpo, Jakarta, Kamis (12/10/2017).
Baca Juga:&amp;nbsp;Marak Jual Beli Data Nasabah, Hati-Hati saat Lakukan 4 Hal Ini!
Selain itu, Nyoman menilai bahwa pertumbuhan internet juga ikut mempengaruhi angka tersebut. Pihaknya mencatat dalam empat tahun terkahir ini pertumbuhan internet mencapai 11,3% dan pertumbuhan e-commerce 0,9%.
Dia melanjutkan, dengan pertumbuhan internet ini maka peluang meningkatkan e-commerce juga semakin tinggi. Selain itu, akun perbankan juga meningkat tapidirinta mengatakan peningkatan ini belum mampu menaikkan transaksi e-commerce sehingga ia berharap masyarakat yang mempunyai akun perbankan juga lebih meningkat lagi.
&quot;Ada peluang besar untuk dorong e-commerce. Data 2016, 30% orang dewasa punya bank akun. 7% gaji dibayar secara penuh di akun bank. Banyaknya masih cash,&quot; jelasnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Bisnis&amp;nbsp;Online&amp;nbsp;vs&amp;nbsp;Offline&amp;nbsp;Kian Sengit, Apa Kata Mendag?
Menurutnya, untuk mendorong angka proyeksi tersebut harus sejalan antara pertumbuhan dan transaksi e-commerce nya sehingga masyarakat yang belum mempunyai akun bank huga harus meningkat. Sebab saat melakukan transaksi e-commerce harus melalui akun perbankan.
&quot;Tadi saya sampaikan akses broadband dan mobilephone ini macu e-commerce. Kita relatif lebih cepat, dan financial inclusion sekitar 30% orang dewasa punya akun bank tapi walaupun sudah punya device percuma saja (kalau tidak punya akun bank),&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
