<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>World Bank dan IMF Turunkan Ekonomi Indonesia di 5,2%, Menko Darmin: Tetap Dekati 5,4%!</title><description>Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun ini mencapai 5,4%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/16/20/1796358/world-bank-dan-imf-turunkan-ekonomi-indonesia-di-5-2-menko-darmin-tetap-dekati-5-4</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/16/20/1796358/world-bank-dan-imf-turunkan-ekonomi-indonesia-di-5-2-menko-darmin-tetap-dekati-5-4"/><item><title>World Bank dan IMF Turunkan Ekonomi Indonesia di 5,2%, Menko Darmin: Tetap Dekati 5,4%!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/16/20/1796358/world-bank-dan-imf-turunkan-ekonomi-indonesia-di-5-2-menko-darmin-tetap-dekati-5-4</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/16/20/1796358/world-bank-dan-imf-turunkan-ekonomi-indonesia-di-5-2-menko-darmin-tetap-dekati-5-4</guid><pubDate>Senin 16 Oktober 2017 15:22 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/16/20/1796358/world-bank-dan-imf-turunkan-ekonomi-indonesia-di-5-2-menko-darmin-tetap-dekati-5-4-B60JneXpIA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Lidya Sembiring/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/16/20/1796358/world-bank-dan-imf-turunkan-ekonomi-indonesia-di-5-2-menko-darmin-tetap-dekati-5-4-B60JneXpIA.jpg</image><title>Menko Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Lidya Sembiring/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun ini mencapai 5,4%. Angka ini lebih tinggi dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah Perubahan (APBN-P) 2017 sebesar 5,2%.

&quot;Pertumbuhan ekonomi tahun ini kalau kita melihat akan bergerak di angka mungkin mendekati 5,4%. Memang WB atau IMF misalnya menurunkan ke arah 5,2% itu mereka melihatnya lebih dari segi karena kita tidak adjust harga BBM, sehingga dianggap subsidinya agak terlalu besar. Makanya dia turunkan sedikit dari 5,3% menjadi 5,2% tadinya 5,4% juga mereka,&quot; ungkap Darmin di Kantornya, Senin (16/10/2017).
&amp;nbsp;Baca juga: Jelang Pemilu, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Membaik di 2018
Menko Darmin optimis dengan pertumbuhan ini karena melihat sektor pendorong pertumbuhan seperti investasi hingga ekspor di tahun ini ini jauh lebih baik digandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan dari sisi pengeluaran seperti konsumsi rumah tangga hingga belanja pemerintah juga lebih baik.

&quot;Pertumbuhan sebenarnya investasi dan ekspor itu baik. Walaupun kalau bulanan (mtm) mungkin pertumbuhan tidak terlalu tinggi lagi, tapi kalau tahunan (yoy) masih tinggi pertumbuhan ekspornya. Pertumbuhan ekonomi itu dilihat dari sisi pengeluaran penentu utamanya adalah investasi, konsumsi rumah tangga, ekspor, impor dan belanja pemerintah,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: IMF: Pemulihan Ekonomi Global Jadi Tantangan Pemangku Kebijakan untuk Bertindak
Sementara itu, walau tumbuh tapi lebih baik tapi belanja pemerintah memang belim meningkat secara signifikan. &quot;Pertumbuhannya lebih tinggi dibanding tahun lalu dibanding tahun sebelumnya tapi tidak setinggi yang diharapkan,&quot; paparnya.

Sementara itu, perkembangan ekonomi secara global juga dinilai masih bagus baik secara global maupun domestik. Hal ini di dorong oleh dua faktor yakni penerimaan pemerintah hingga pertumbuhan kredit.
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi Global Diprediksi Tumbuh 3,6% di 2017, IMF: Pemulihan Melaju dengan Cepat!
&quot;Memang tidak terlalu menggembirakan dari segi pertumbuhan penerimaan pemerintah. Tumbuh lho, lebih baik dari tahun lalu, tapi tidak seperti yang diharapkan,&quot; katanya.

Sementara, untuk pertumbuhan kredit meski belum bisa mencapai dua digit tapi ia yakin bisa menopang pertumbuhan ekonomi walaupun untuk mencapai angka 5,4% perlu usaha keras.

&quot;Kredit tumbuhnya kalo secara tahunan (yoy) bergerak pada 8%-9%. Artinya untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi seperti yang diperkirakan agak susah,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memprediksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun ini mencapai 5,4%. Angka ini lebih tinggi dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah Perubahan (APBN-P) 2017 sebesar 5,2%.

&quot;Pertumbuhan ekonomi tahun ini kalau kita melihat akan bergerak di angka mungkin mendekati 5,4%. Memang WB atau IMF misalnya menurunkan ke arah 5,2% itu mereka melihatnya lebih dari segi karena kita tidak adjust harga BBM, sehingga dianggap subsidinya agak terlalu besar. Makanya dia turunkan sedikit dari 5,3% menjadi 5,2% tadinya 5,4% juga mereka,&quot; ungkap Darmin di Kantornya, Senin (16/10/2017).
&amp;nbsp;Baca juga: Jelang Pemilu, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi Membaik di 2018
Menko Darmin optimis dengan pertumbuhan ini karena melihat sektor pendorong pertumbuhan seperti investasi hingga ekspor di tahun ini ini jauh lebih baik digandingkan tahun sebelumnya. Sedangkan dari sisi pengeluaran seperti konsumsi rumah tangga hingga belanja pemerintah juga lebih baik.

&quot;Pertumbuhan sebenarnya investasi dan ekspor itu baik. Walaupun kalau bulanan (mtm) mungkin pertumbuhan tidak terlalu tinggi lagi, tapi kalau tahunan (yoy) masih tinggi pertumbuhan ekspornya. Pertumbuhan ekonomi itu dilihat dari sisi pengeluaran penentu utamanya adalah investasi, konsumsi rumah tangga, ekspor, impor dan belanja pemerintah,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: IMF: Pemulihan Ekonomi Global Jadi Tantangan Pemangku Kebijakan untuk Bertindak
Sementara itu, walau tumbuh tapi lebih baik tapi belanja pemerintah memang belim meningkat secara signifikan. &quot;Pertumbuhannya lebih tinggi dibanding tahun lalu dibanding tahun sebelumnya tapi tidak setinggi yang diharapkan,&quot; paparnya.

Sementara itu, perkembangan ekonomi secara global juga dinilai masih bagus baik secara global maupun domestik. Hal ini di dorong oleh dua faktor yakni penerimaan pemerintah hingga pertumbuhan kredit.
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi Global Diprediksi Tumbuh 3,6% di 2017, IMF: Pemulihan Melaju dengan Cepat!
&quot;Memang tidak terlalu menggembirakan dari segi pertumbuhan penerimaan pemerintah. Tumbuh lho, lebih baik dari tahun lalu, tapi tidak seperti yang diharapkan,&quot; katanya.

Sementara, untuk pertumbuhan kredit meski belum bisa mencapai dua digit tapi ia yakin bisa menopang pertumbuhan ekonomi walaupun untuk mencapai angka 5,4% perlu usaha keras.

&quot;Kredit tumbuhnya kalo secara tahunan (yoy) bergerak pada 8%-9%. Artinya untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi seperti yang diperkirakan agak susah,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
