<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantap! Ekspor RI di September 2017 Naik 15% Jadi USD14,54 Miliar</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang September 2017 nilai ekpor  mencapai USD14,54 miliar atau 15,6% secara year on year (yoy)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/16/320/1796205/mantap-ekspor-ri-di-september-2017-naik-15-jadi-usd14-54-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/16/320/1796205/mantap-ekspor-ri-di-september-2017-naik-15-jadi-usd14-54-miliar"/><item><title>Mantap! Ekspor RI di September 2017 Naik 15% Jadi USD14,54 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/16/320/1796205/mantap-ekspor-ri-di-september-2017-naik-15-jadi-usd14-54-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/16/320/1796205/mantap-ekspor-ri-di-september-2017-naik-15-jadi-usd14-54-miliar</guid><pubDate>Senin 16 Oktober 2017 12:30 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/16/320/1796205/mantap-ekspor-ri-di-september-2017-naik-15-jadi-usd14-54-miliar-gx2zaK34LM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Lidya/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/16/320/1796205/mantap-ekspor-ri-di-september-2017-naik-15-jadi-usd14-54-miliar-gx2zaK34LM.jpg</image><title>(Foto: Lidya/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang September 2017 nilai ekpor mencapai USD14,54 miliar atau 15,6% secara year on year (yoy). Namun, jika dibandingkan bulan Agustus 2017 atau secara month to month (mtm), ekspor September turun 4,51%

Penurunan ekspor September 2017 disebabkan oleh menurunnya ekspor komoditas non migas September 2017 turun 6,09% mencapai USD13,10 miliar sedangkan ekspor migas naik 12,71 secara mtm menjadi USD1,44 miliar.
Baca Juga: Ekspor Peternakan RI Naik 22%, Mentan: Termasuk Babi ke Singapura
Peningkatan ekspor migas disebabkan oleh meningkatnya ekspor minyak mentah 27,16% menjadi USD521 juta dan ekspor hasil minyak naik 126,25% menjadi USD196,7 juta. Sebaliknya ekspor gas turun 7,55% menjadi USD721 juta.

&quot;Penurunan ekspor ini karena faktor musiman. Kita harapkan ekspor mulai meningkat di bulan-bulan berikutnya dan nanti puncak naiknya di Desember 2017,&quot; ungkap Kepala BPS, Kecuk Suharyanto di Gedung BPS, Jakarta, Senin (16/10/2017).
Baca Juga: Jokowi Puas, Januari-Agustus Nilai Ekspor Naik 17,58% Tembus USD108,79 Miliar
Sementara itu, ekspor migas secara (yoy) naik 35,58%. Peningkatan terbesar ekpor nonmigas September terhadap Agustus 2017 terjadi pada sektor pertambangan dan lainnya mencapai USD2,19 miliar atau naik 29,54% (yoy) dan industri pengolahan naik 11,78% (yoy).

Sedangkan sektor yang mengalami penurunan yakni pertanian yang turun 9,02% (yoy). &quot;Pertanian turun karenan penurunan kopi, tanaman obat, aromatik dan rempah-rempah serta biji kakao untuk bulanan dan untuk tahunan dikarenakan penurunan ekspor lada hitam dan lada putih juga biji kakao,&quot; jelasnya.

&quot;Industri pengolahan naik (yoy) karena ada peningkatan minyak kelapa sawit dan logam mulia. Sedangkan penurunan bulanan disebabkan oleh penurunan ekspor minyak kelapa sawit, pakaian jadi serta perhiasan dan barang berharga,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang September 2017 nilai ekpor mencapai USD14,54 miliar atau 15,6% secara year on year (yoy). Namun, jika dibandingkan bulan Agustus 2017 atau secara month to month (mtm), ekspor September turun 4,51%

Penurunan ekspor September 2017 disebabkan oleh menurunnya ekspor komoditas non migas September 2017 turun 6,09% mencapai USD13,10 miliar sedangkan ekspor migas naik 12,71 secara mtm menjadi USD1,44 miliar.
Baca Juga: Ekspor Peternakan RI Naik 22%, Mentan: Termasuk Babi ke Singapura
Peningkatan ekspor migas disebabkan oleh meningkatnya ekspor minyak mentah 27,16% menjadi USD521 juta dan ekspor hasil minyak naik 126,25% menjadi USD196,7 juta. Sebaliknya ekspor gas turun 7,55% menjadi USD721 juta.

&quot;Penurunan ekspor ini karena faktor musiman. Kita harapkan ekspor mulai meningkat di bulan-bulan berikutnya dan nanti puncak naiknya di Desember 2017,&quot; ungkap Kepala BPS, Kecuk Suharyanto di Gedung BPS, Jakarta, Senin (16/10/2017).
Baca Juga: Jokowi Puas, Januari-Agustus Nilai Ekspor Naik 17,58% Tembus USD108,79 Miliar
Sementara itu, ekspor migas secara (yoy) naik 35,58%. Peningkatan terbesar ekpor nonmigas September terhadap Agustus 2017 terjadi pada sektor pertambangan dan lainnya mencapai USD2,19 miliar atau naik 29,54% (yoy) dan industri pengolahan naik 11,78% (yoy).

Sedangkan sektor yang mengalami penurunan yakni pertanian yang turun 9,02% (yoy). &quot;Pertanian turun karenan penurunan kopi, tanaman obat, aromatik dan rempah-rempah serta biji kakao untuk bulanan dan untuk tahunan dikarenakan penurunan ekspor lada hitam dan lada putih juga biji kakao,&quot; jelasnya.

&quot;Industri pengolahan naik (yoy) karena ada peningkatan minyak kelapa sawit dan logam mulia. Sedangkan penurunan bulanan disebabkan oleh penurunan ekspor minyak kelapa sawit, pakaian jadi serta perhiasan dan barang berharga,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
