<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dari Rp3.866 Triliun, Rp1.126 Triliun Utang Indonesia Berdenominasi Dolar AS   </title><description>Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Agustus 2017 tercatat USD340,5 miliar atau tumbuh 4,7% (yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/19/20/1798500/dari-rp3-866-triliun-rp1-126-triliun-utang-indonesia-berdenominasi-dolar-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/19/20/1798500/dari-rp3-866-triliun-rp1-126-triliun-utang-indonesia-berdenominasi-dolar-as"/><item><title>Dari Rp3.866 Triliun, Rp1.126 Triliun Utang Indonesia Berdenominasi Dolar AS   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/19/20/1798500/dari-rp3-866-triliun-rp1-126-triliun-utang-indonesia-berdenominasi-dolar-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/19/20/1798500/dari-rp3-866-triliun-rp1-126-triliun-utang-indonesia-berdenominasi-dolar-as</guid><pubDate>Kamis 19 Oktober 2017 14:22 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/19/20/1798500/dari-rp3-866-triliun-rp1-126-triliun-utang-indonesia-berdenominasi-dolar-as-WwOKajXZm8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/19/20/1798500/dari-rp3-866-triliun-rp1-126-triliun-utang-indonesia-berdenominasi-dolar-as-WwOKajXZm8.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, utang Pemerintah Pusat naik menjadi Rp3.866,45 triliun, terdiri dari SUN sebesar Rp2.591,55 triliun (67,0%), SBSN sebesar Rp536,91 Triliun (13,9%), dan pinjaman sebesar Rp737,99 triliun (19,1%).

Utang tersebut didominasi oleh utang dalam mata uang Rupiah (59%), diikuti porsi utang dalam mata uang asing (41%), yakni dolar AS (29%), Yen Jepang (6%), Euro (4%), Special Drawing Right (1%), dan beberapa valuta asing lain (1%).

Baca juga:&amp;nbsp;Wah, Kepemilikan Asing di Surat Utang Negara Naik 5,15%

Sementara data Bank Indonesia (BI) mencatat, utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Agustus 2017 tercatat USD340,5 miliar atau tumbuh 4,7% (yoy). Berdasarkan kelompok peminjam, ULN sektor swasta tercatat USD165,6 miliar atau 48,6% dari total ULN atau tumbuh 0,1% (yoy), setelah pada Juli 2017 mengalami penurunan sebesar 1,1% (yoy).

Posisi ULN sektor publik dari pemerintah dan bank sentral pada Agustus 2017 tercatat USD174,9 miliar atau 51,4% dari total ULN, tumbuh 9,5% (yoy), sedikit meningkat dari 9,2% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Baca Juga:&amp;nbsp;Naik 4,7%, Kini Utang Luar Negeri Indonesia Jadi USD340 Miliar

Berdasarkan jangka waktu asal, pertumbuhan ULN jangka panjang dan jangka pendek tetap terkendali. ULN berjangka panjang tumbuh 3,3% (yoy) pada Agustus 2017, sedikit mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 2,6% (yoy). Sementara itu, ULN berjangka pendek tumbuh 14,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 13,1% (yoy).
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, utang Pemerintah Pusat naik menjadi Rp3.866,45 triliun, terdiri dari SUN sebesar Rp2.591,55 triliun (67,0%), SBSN sebesar Rp536,91 Triliun (13,9%), dan pinjaman sebesar Rp737,99 triliun (19,1%).

Utang tersebut didominasi oleh utang dalam mata uang Rupiah (59%), diikuti porsi utang dalam mata uang asing (41%), yakni dolar AS (29%), Yen Jepang (6%), Euro (4%), Special Drawing Right (1%), dan beberapa valuta asing lain (1%).

Baca juga:&amp;nbsp;Wah, Kepemilikan Asing di Surat Utang Negara Naik 5,15%

Sementara data Bank Indonesia (BI) mencatat, utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir Agustus 2017 tercatat USD340,5 miliar atau tumbuh 4,7% (yoy). Berdasarkan kelompok peminjam, ULN sektor swasta tercatat USD165,6 miliar atau 48,6% dari total ULN atau tumbuh 0,1% (yoy), setelah pada Juli 2017 mengalami penurunan sebesar 1,1% (yoy).

Posisi ULN sektor publik dari pemerintah dan bank sentral pada Agustus 2017 tercatat USD174,9 miliar atau 51,4% dari total ULN, tumbuh 9,5% (yoy), sedikit meningkat dari 9,2% (yoy) pada bulan sebelumnya.

Baca Juga:&amp;nbsp;Naik 4,7%, Kini Utang Luar Negeri Indonesia Jadi USD340 Miliar

Berdasarkan jangka waktu asal, pertumbuhan ULN jangka panjang dan jangka pendek tetap terkendali. ULN berjangka panjang tumbuh 3,3% (yoy) pada Agustus 2017, sedikit mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 2,6% (yoy). Sementara itu, ULN berjangka pendek tumbuh 14,6% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 13,1% (yoy).
</content:encoded></item></channel></rss>
