<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Dana Murah Dominasi DPK, Laba Bersih BRI Naik 8,2% Jadi Rp20,5 Triliun   </title><description>Kenaikan laba bersih ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga atau net interest income.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/26/320/1802663/dana-murah-dominasi-dpk-laba-bersih-bri-naik-8-2-jadi-rp20-5-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/26/320/1802663/dana-murah-dominasi-dpk-laba-bersih-bri-naik-8-2-jadi-rp20-5-triliun"/><item><title>   Dana Murah Dominasi DPK, Laba Bersih BRI Naik 8,2% Jadi Rp20,5 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/26/320/1802663/dana-murah-dominasi-dpk-laba-bersih-bri-naik-8-2-jadi-rp20-5-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/26/320/1802663/dana-murah-dominasi-dpk-laba-bersih-bri-naik-8-2-jadi-rp20-5-triliun</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2017 10:55 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/26/320/1802663/dana-murah-dominasi-dpk-laba-bersih-bri-naik-8-2-jadi-rp20-5-triliun-jVbGJ0TCOe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RUPS BRI. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/26/320/1802663/dana-murah-dominasi-dpk-laba-bersih-bri-naik-8-2-jadi-rp20-5-triliun-jVbGJ0TCOe.jpg</image><title>RUPS BRI. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat hingga kuartal III 2017 laba bersih konsolidasi sebesar Rp20,5 triliun atau tumbuh 8,2% secara  year on year (yoy). Kenaikan laba bersih ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga atau net interest income.
&quot;Kalau kita lihat pertumbuhan pendapatan bunga itu 11%, asalnya dari situ,&quot; ujar Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo di Gedung Sentra BRI, Jakarta, Kamis (26/10/2017).
Haru melanjutkan, pertumbuhan laba juga ditopang oleh fee based income. Tercatat, BRI mampu meraup dana murah sebesar Rp7,4 Triliun atau tumbuh 14,79% dibanding tahun Ialu.
Baca juga:&amp;nbsp;Bawa Kabur Rp6 Miliar, Polisi Bentuk 4 Tim Kejar Pegawai BRI
Meski demikian, laba bersih masih di bawah pertumbuhan net interest income dan fee based lantaran BRI menaikkan cadangan kerugian atau NPL coverage menjadi 198,2% dari sebelumnya sebesar 156,9% di akhir kuartal III 2016.
Sementara itu, NPL gross BRI tercatat sebesar 2,33% atau di bawah rata-rata NPL industri bulan Agustus 2017 sebesar 3%. Penghimpunan DPK Bank BRI juga mengalami pertumbuhan double digit secara yoy. Tercatat hingga akhir September 2017 DPK BRI tumbuh 10,9% menjadi Rp770,6 Triliun.
Baca juga:&amp;nbsp;Duit BRI Dibawa Kabur Pegawai Rp6 Miliar,&amp;nbsp;Duh&amp;nbsp;Nasib Dana Nasabah Bagaimana?
CASA masih mendominasi DPK BRI dengan komposisi sebesar 55,4%. Perseroan saat ini fokus untuk menghimpun dana murah dibandingkan dengan deposito dengan tujuan agar biaya dana semakin rendah.
Saat ini biaya dana BRI tercatat 3,47% atau turun dibandingkan dengan biaya dana periode yang sama tahun lalu sebesar 3,89%. Harapannya, dengan biaya dana yang rendah maka BRI semakin leluasa untuk memberikan suku bunga pinjaman yang kompetitif kepada masyarakat.
&amp;ldquo;Strategi penguatan CASA BRI ini sejalan dengan arah kebijakan perseroan dan transaction banking menjadi salah satu alat untuk meraup CASA,&amp;rdquo; ujar Haru.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatat hingga kuartal III 2017 laba bersih konsolidasi sebesar Rp20,5 triliun atau tumbuh 8,2% secara  year on year (yoy). Kenaikan laba bersih ditopang oleh pertumbuhan pendapatan bunga atau net interest income.
&quot;Kalau kita lihat pertumbuhan pendapatan bunga itu 11%, asalnya dari situ,&quot; ujar Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo di Gedung Sentra BRI, Jakarta, Kamis (26/10/2017).
Haru melanjutkan, pertumbuhan laba juga ditopang oleh fee based income. Tercatat, BRI mampu meraup dana murah sebesar Rp7,4 Triliun atau tumbuh 14,79% dibanding tahun Ialu.
Baca juga:&amp;nbsp;Bawa Kabur Rp6 Miliar, Polisi Bentuk 4 Tim Kejar Pegawai BRI
Meski demikian, laba bersih masih di bawah pertumbuhan net interest income dan fee based lantaran BRI menaikkan cadangan kerugian atau NPL coverage menjadi 198,2% dari sebelumnya sebesar 156,9% di akhir kuartal III 2016.
Sementara itu, NPL gross BRI tercatat sebesar 2,33% atau di bawah rata-rata NPL industri bulan Agustus 2017 sebesar 3%. Penghimpunan DPK Bank BRI juga mengalami pertumbuhan double digit secara yoy. Tercatat hingga akhir September 2017 DPK BRI tumbuh 10,9% menjadi Rp770,6 Triliun.
Baca juga:&amp;nbsp;Duit BRI Dibawa Kabur Pegawai Rp6 Miliar,&amp;nbsp;Duh&amp;nbsp;Nasib Dana Nasabah Bagaimana?
CASA masih mendominasi DPK BRI dengan komposisi sebesar 55,4%. Perseroan saat ini fokus untuk menghimpun dana murah dibandingkan dengan deposito dengan tujuan agar biaya dana semakin rendah.
Saat ini biaya dana BRI tercatat 3,47% atau turun dibandingkan dengan biaya dana periode yang sama tahun lalu sebesar 3,89%. Harapannya, dengan biaya dana yang rendah maka BRI semakin leluasa untuk memberikan suku bunga pinjaman yang kompetitif kepada masyarakat.
&amp;ldquo;Strategi penguatan CASA BRI ini sejalan dengan arah kebijakan perseroan dan transaction banking menjadi salah satu alat untuk meraup CASA,&amp;rdquo; ujar Haru.</content:encoded></item></channel></rss>
