<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Pelanggan Nakal PDAM, dari Curi Air hingga Curangi Meteran</title><description>Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa&amp;nbsp;mengungkapkan banyaknya perlakuan konsumen yang kurang begitu baik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/26/320/1803066/banyak-pelanggan-nakal-pdam-dari-curi-air-hingga-curangi-meteran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/26/320/1803066/banyak-pelanggan-nakal-pdam-dari-curi-air-hingga-curangi-meteran"/><item><title>Banyak Pelanggan Nakal PDAM, dari Curi Air hingga Curangi Meteran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/26/320/1803066/banyak-pelanggan-nakal-pdam-dari-curi-air-hingga-curangi-meteran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/26/320/1803066/banyak-pelanggan-nakal-pdam-dari-curi-air-hingga-curangi-meteran</guid><pubDate>Kamis 26 Oktober 2017 18:56 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhri Rezy</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/26/320/1803066/banyak-pelanggan-nakal-pdam-dari-curi-air-hingga-curangi-meteran-2vgQiD32nK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Fakhri/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/26/320/1803066/banyak-pelanggan-nakal-pdam-dari-curi-air-hingga-curangi-meteran-2vgQiD32nK.jpg</image><title>Foto: Fakhri/Okezone</title></images><description>PONTIANAK -&amp;nbsp;Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa&amp;nbsp;mengungkapkan banyaknya perlakuan konsumen yang kurang begitu baik. Salah satunya pencurian air.
Direktur Utama PDAM Tirta Khatulistiwa Lajirto mengatakan, dalam sebulan saja dirinya menemukan pencurian hingga 40 orang.
&amp;ldquo;Banyak jenisnya, ada meteran dicucuk, ada juga pelanggan yang sudah ditutup tapi masih memakai air dari PDAM,&amp;rdquo; ujarnya di Pontianak, Kamis (26/10/2017).
Dirinya menjelaskan, saat ini ada sekira 11.000 pelanggan yang dihentikan langganannya. Namun, 40% di antaranya masih nakal mengakali air PDAM.
&amp;ldquo;Caranya pas ditutup, mereka menyembunyikan pipa PDAM, tak tanggung-tanggung, dengan semen. Jadi saat ingin menutup, kita tidak menemukannya,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia mengatakan,&amp;nbsp;kebocoran tersebut terbagi dua. Dirinya menjabarkan bisa disebabkan bocornya pipa dan juga karena pencurian.
&amp;ldquo;Sebanyak 30% kebocoran, kerugian 1 persennya mencapai Rp125 juta,&amp;rdquo; ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya Rina Agustin mengatakan, kebocoran tersebut relatif karena di bawah kebocoran nasional sekira 30%.
&amp;ldquo;Wajar 20%-an, ini relatif bagus di bawah nasional 30%,&amp;rdquo; ujarnya.</description><content:encoded>PONTIANAK -&amp;nbsp;Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa&amp;nbsp;mengungkapkan banyaknya perlakuan konsumen yang kurang begitu baik. Salah satunya pencurian air.
Direktur Utama PDAM Tirta Khatulistiwa Lajirto mengatakan, dalam sebulan saja dirinya menemukan pencurian hingga 40 orang.
&amp;ldquo;Banyak jenisnya, ada meteran dicucuk, ada juga pelanggan yang sudah ditutup tapi masih memakai air dari PDAM,&amp;rdquo; ujarnya di Pontianak, Kamis (26/10/2017).
Dirinya menjelaskan, saat ini ada sekira 11.000 pelanggan yang dihentikan langganannya. Namun, 40% di antaranya masih nakal mengakali air PDAM.
&amp;ldquo;Caranya pas ditutup, mereka menyembunyikan pipa PDAM, tak tanggung-tanggung, dengan semen. Jadi saat ingin menutup, kita tidak menemukannya,&amp;rdquo; ujarnya.
Dia mengatakan,&amp;nbsp;kebocoran tersebut terbagi dua. Dirinya menjabarkan bisa disebabkan bocornya pipa dan juga karena pencurian.
&amp;ldquo;Sebanyak 30% kebocoran, kerugian 1 persennya mencapai Rp125 juta,&amp;rdquo; ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Cipta Karya Rina Agustin mengatakan, kebocoran tersebut relatif karena di bawah kebocoran nasional sekira 30%.
&amp;ldquo;Wajar 20%-an, ini relatif bagus di bawah nasional 30%,&amp;rdquo; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
