<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rupiah Terjungkal, BI Ungkap Pangkal Masalah dari Dolar AS hingga Calon Bos The Fed</title><description>Untuk faktor fundamental lanjut Perry, dipengaruhi oleh perekonomian Amerika Serikat yang terus mengalami peningkatan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/27/278/1803637/rupiah-terjungkal-bi-ungkap-pangkal-masalah-dari-dolar-as-hingga-calon-bos-the-fed</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/27/278/1803637/rupiah-terjungkal-bi-ungkap-pangkal-masalah-dari-dolar-as-hingga-calon-bos-the-fed"/><item><title>Rupiah Terjungkal, BI Ungkap Pangkal Masalah dari Dolar AS hingga Calon Bos The Fed</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/27/278/1803637/rupiah-terjungkal-bi-ungkap-pangkal-masalah-dari-dolar-as-hingga-calon-bos-the-fed</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/27/278/1803637/rupiah-terjungkal-bi-ungkap-pangkal-masalah-dari-dolar-as-hingga-calon-bos-the-fed</guid><pubDate>Jum'at 27 Oktober 2017 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/27/278/1803637/rupiah-terjungkal-bi-ungkap-pangkal-masalah-dari-dolar-as-hingga-calon-bos-the-fed-Oji1sdmxyx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/27/278/1803637/rupiah-terjungkal-bi-ungkap-pangkal-masalah-dari-dolar-as-hingga-calon-bos-the-fed-Oji1sdmxyx.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah. Meski mengalami pelemahan, namun Rupiah masih berada di level Rp13.000-an.
&quot;Penguatan dolar Amerika itu cukup kuat. Itu menyebabkan mengapa mata uang itu seluruh dunia mengalami pelemahan,&quot; ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia BI Perry Warjiyo saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (27/10/2017).
Menguatnya nilai tukar dolar Amerika dipengaruhi berbagai faktor. Dari mulai faktor fundamental hingga beberapa faktor lainnya.
&quot;Nah kenapa menguat? Ada sejumlah faktornya. Baik fundamental maupun berbagai faktor lainnya,&quot; ucap Perry.
Untuk faktor fundamental lanjut Perry, dipengaruhi oleh perekonomian Amerika Serikat yang terus mengalami peningkatan.  Bahkan dari berbagai indikator membuktikan dalam beberapa waktu belakangan ekonomi Amerika terus mengalami penguatan.
&quot;Yang fundamentalnya itu memang ekonomi Amerika itu terus mengalami penguatan bahkan lebih kuat dari yang diperkirakan bahkan indikator yang lain itu pemilihan ekonomi Amerika serikat itu cukup kuat,&quot; ucap Perry.
Baca juga: Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Terlempar ke Rp13.628/USD
&quot;Dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dari yang diperkirakan. Memang ada tendensi bank sentral akan menaikan suku bunga  pada bulan Desember. Dan juga mengurangi neraca bank sentral,&quot; imbuhnya.
Lalu untuk faktor yang kedua adalah pengaruh dari pemilihan ketua FED yang baru. Di mana pasar memandang ada beberapa calon yang diprediksi akan lebih berani mengambil suatu kebijakan nantinya.
&amp;ldquo;Faktor yang kedua adalah proses pemilihan ketua Fed yang baru. Nah, pasar memandang ada calon yang  lebih berani dalam mengambil suatu kebijakan kebijakan dibanding yang selama ini dilakukan,&quot; jelasnya.
Lalu faktor terakhir adalah kebijakan Presiden Amerika Donald Trump yang akan mengubah rancangan Undang-Undang pajaknya. &quot;Dengan stimulus fiskal baik dari sisi pengurangan pajak juga tambahan pengeluaran untuk spending ya kemungkinan itu juga mendorong lebih lanjut di Amerika. Pertumbuhannya juga akan lebih kenceng,&quot; kata Perry.
Baca juga: Tekanan Dolar AS Meningkat, Rupiah Kembali Tertekan ke Rp13.575/USD
&quot;Nah berbagai faktor ini yang menyebabkan kenapa dolar Amerika cukup menguat. Dan itu mengapa pelemahan mata uang tidak hanya terjadi di Indonesia tetepi juga di negara lain,&quot; imbuhnya
Mengutip Bloomberg, Jumat (27/10/2017), Rupiah dibuka di angka Rp 13.639 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka Rp 13.587 per dolar AS.
Sejak pagi hingga siang hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp 13.608 per dolar AS hingga 13.651 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, Rupiah melemah 1,14%.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengakui jika pelemahan Rupiah dikarenakan kuatnya nilai tukar dolar Amerika. Bahkan penguatan ini tidak hanya berdampak kepada Rupiah saja melainkan mata uang dari negara lainnya juga.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah. Meski mengalami pelemahan, namun Rupiah masih berada di level Rp13.000-an.
&quot;Penguatan dolar Amerika itu cukup kuat. Itu menyebabkan mengapa mata uang itu seluruh dunia mengalami pelemahan,&quot; ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia BI Perry Warjiyo saat ditemui di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (27/10/2017).
Menguatnya nilai tukar dolar Amerika dipengaruhi berbagai faktor. Dari mulai faktor fundamental hingga beberapa faktor lainnya.
&quot;Nah kenapa menguat? Ada sejumlah faktornya. Baik fundamental maupun berbagai faktor lainnya,&quot; ucap Perry.
Untuk faktor fundamental lanjut Perry, dipengaruhi oleh perekonomian Amerika Serikat yang terus mengalami peningkatan.  Bahkan dari berbagai indikator membuktikan dalam beberapa waktu belakangan ekonomi Amerika terus mengalami penguatan.
&quot;Yang fundamentalnya itu memang ekonomi Amerika itu terus mengalami penguatan bahkan lebih kuat dari yang diperkirakan bahkan indikator yang lain itu pemilihan ekonomi Amerika serikat itu cukup kuat,&quot; ucap Perry.
Baca juga: Dolar AS Makin Perkasa, Rupiah Terlempar ke Rp13.628/USD
&quot;Dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dari yang diperkirakan. Memang ada tendensi bank sentral akan menaikan suku bunga  pada bulan Desember. Dan juga mengurangi neraca bank sentral,&quot; imbuhnya.
Lalu untuk faktor yang kedua adalah pengaruh dari pemilihan ketua FED yang baru. Di mana pasar memandang ada beberapa calon yang diprediksi akan lebih berani mengambil suatu kebijakan nantinya.
&amp;ldquo;Faktor yang kedua adalah proses pemilihan ketua Fed yang baru. Nah, pasar memandang ada calon yang  lebih berani dalam mengambil suatu kebijakan kebijakan dibanding yang selama ini dilakukan,&quot; jelasnya.
Lalu faktor terakhir adalah kebijakan Presiden Amerika Donald Trump yang akan mengubah rancangan Undang-Undang pajaknya. &quot;Dengan stimulus fiskal baik dari sisi pengurangan pajak juga tambahan pengeluaran untuk spending ya kemungkinan itu juga mendorong lebih lanjut di Amerika. Pertumbuhannya juga akan lebih kenceng,&quot; kata Perry.
Baca juga: Tekanan Dolar AS Meningkat, Rupiah Kembali Tertekan ke Rp13.575/USD
&quot;Nah berbagai faktor ini yang menyebabkan kenapa dolar Amerika cukup menguat. Dan itu mengapa pelemahan mata uang tidak hanya terjadi di Indonesia tetepi juga di negara lain,&quot; imbuhnya
Mengutip Bloomberg, Jumat (27/10/2017), Rupiah dibuka di angka Rp 13.639 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka Rp 13.587 per dolar AS.
Sejak pagi hingga siang hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp 13.608 per dolar AS hingga 13.651 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, Rupiah melemah 1,14%.
Menanggapi hal tersebut, Deputi Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengakui jika pelemahan Rupiah dikarenakan kuatnya nilai tukar dolar Amerika. Bahkan penguatan ini tidak hanya berdampak kepada Rupiah saja melainkan mata uang dari negara lainnya juga.</content:encoded></item></channel></rss>
