<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wilayah Kerja Eksplorasi Migas Menyusut, Kepala SKK Migas: KKKS Masuk Kelas Dhuafa</title><description>Untuk jumlah nilai kinerja migas mengalami penurunan karena jumlah wilayah kerja berkurang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/27/320/1803489/wilayah-kerja-eksplorasi-migas-menyusut-kepala-skk-migas-kkks-masuk-kelas-dhuafa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/27/320/1803489/wilayah-kerja-eksplorasi-migas-menyusut-kepala-skk-migas-kkks-masuk-kelas-dhuafa"/><item><title>Wilayah Kerja Eksplorasi Migas Menyusut, Kepala SKK Migas: KKKS Masuk Kelas Dhuafa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/27/320/1803489/wilayah-kerja-eksplorasi-migas-menyusut-kepala-skk-migas-kkks-masuk-kelas-dhuafa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/27/320/1803489/wilayah-kerja-eksplorasi-migas-menyusut-kepala-skk-migas-kkks-masuk-kelas-dhuafa</guid><pubDate>Jum'at 27 Oktober 2017 13:28 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/27/320/1803489/wilayah-kerja-eksplorasi-migas-menyusut-kepala-skk-migas-kkks-masuk-kelas-dhuafa-EsTb9YrH20.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Feby/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/27/320/1803489/wilayah-kerja-eksplorasi-migas-menyusut-kepala-skk-migas-kkks-masuk-kelas-dhuafa-EsTb9YrH20.jpg</image><title>Foto: Feby/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis data terbaru kinerja sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) sampai akhir September 2017. Untuk jumlah nilai kinerja migas mengalami penurunan karena jumlah wilayah kerja berkurang.  Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, sampai pada posisi per 30 September 2017 jumlah nilai kerja migas total mencapai 264 wilayah kerja. Jumlah ini berkurang dibandingkan 2015 yakni 280 dan 2016 sebanyak 272.
Baca Juga: Realisasi Triwulan III-2017, Kementerian ESDM : Target Lifting Migas Sesuai Target  Amien menerangkan, turun nilai kerja karena ada wilayah kerja yang memasuki masa determinasi, di mana sebagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ada yang kesulitan pendanaan.  &quot;KKKS masuk kategori KKKS kelas dhuafa,&amp;nbsp;karena tidak punya dana sehingga tidak berhasil menjalankan komitmen sampai eksplorasi berakhir,&quot; tuturnya, di Ruang Damar, Gedung Heritage Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (27/10/2017).
Baca Juga: Penuhi Pasokan Gas RI, Arcandra Tahar: Teknologi FSRU adalah Sebuah Kebutuhan
Dia melanjutkan, dari 264 wilayah kerja, 87 di antaranya eksploitasi, 126 eksplorasi, 51 wilayah kerja nonkonvensional. Dari eksplorasi, 33 wilayah kerja sedang dalam proses terminasi dan nonkonvesional ada 7 proses terminasi.  &quot;Ketika proses wilayah kerja terminasi ini selesai, maka&amp;nbsp; nilai kerjanya akan berkurang lagi,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis data terbaru kinerja sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) sampai akhir September 2017. Untuk jumlah nilai kinerja migas mengalami penurunan karena jumlah wilayah kerja berkurang.  Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi mengatakan, sampai pada posisi per 30 September 2017 jumlah nilai kerja migas total mencapai 264 wilayah kerja. Jumlah ini berkurang dibandingkan 2015 yakni 280 dan 2016 sebanyak 272.
Baca Juga: Realisasi Triwulan III-2017, Kementerian ESDM : Target Lifting Migas Sesuai Target  Amien menerangkan, turun nilai kerja karena ada wilayah kerja yang memasuki masa determinasi, di mana sebagian Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ada yang kesulitan pendanaan.  &quot;KKKS masuk kategori KKKS kelas dhuafa,&amp;nbsp;karena tidak punya dana sehingga tidak berhasil menjalankan komitmen sampai eksplorasi berakhir,&quot; tuturnya, di Ruang Damar, Gedung Heritage Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (27/10/2017).
Baca Juga: Penuhi Pasokan Gas RI, Arcandra Tahar: Teknologi FSRU adalah Sebuah Kebutuhan
Dia melanjutkan, dari 264 wilayah kerja, 87 di antaranya eksploitasi, 126 eksplorasi, 51 wilayah kerja nonkonvensional. Dari eksplorasi, 33 wilayah kerja sedang dalam proses terminasi dan nonkonvesional ada 7 proses terminasi.  &quot;Ketika proses wilayah kerja terminasi ini selesai, maka&amp;nbsp; nilai kerjanya akan berkurang lagi,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
