<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Lotus dan Debenhams, Aprindo: Luar Biasa Karena Ditutupnya Bersamaan</title><description>Industri ritel tengah menghadapi beberapa persoalan. Tak hanya di dalam  negeri, industri ritel di luar negeri juga menghadapi hal yang sama.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/28/320/1804185/soal-lotus-dan-debenhams-aprindo-luar-biasa-karena-ditutupnya-bersamaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/28/320/1804185/soal-lotus-dan-debenhams-aprindo-luar-biasa-karena-ditutupnya-bersamaan"/><item><title>Soal Lotus dan Debenhams, Aprindo: Luar Biasa Karena Ditutupnya Bersamaan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/28/320/1804185/soal-lotus-dan-debenhams-aprindo-luar-biasa-karena-ditutupnya-bersamaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/28/320/1804185/soal-lotus-dan-debenhams-aprindo-luar-biasa-karena-ditutupnya-bersamaan</guid><pubDate>Sabtu 28 Oktober 2017 14:31 WIB</pubDate><dc:creator>Rizkie Fauzian</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/28/320/1804185/soal-lotus-dan-debenhams-aprindo-luar-biasa-karena-ditutupnya-bersamaan-h18ihBnkEw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/28/320/1804185/soal-lotus-dan-debenhams-aprindo-luar-biasa-karena-ditutupnya-bersamaan-h18ihBnkEw.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Industri ritel tengah menghadapi beberapa persoalan. Tak hanya di dalam negeri, industri ritel di luar negeri juga menghadapi hal yang sama.
Di Indonesia, sejumlah toko ritel seperti Ramayana,  Matahari, Lotus Departemen Store dan Debenhams bahkan menutup gerainya. Sebelumnya, toko ritel seperti 7-Eleven juga memutuskan menutup gerainya.
Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta, persoalan hidup, mati, buka, tutup dalam industri ritel itu sudah biasa. Namun, menurut Tutum yang luar biasa adalah penutupan gerai-gerai ini dilakukan bersamaan.
Baca juga: Meski Lotus dan Debenhams Tutup, Nasib Mitra Adiperkasa Tak Akan seperti 7-Eleven
&quot;Akhir-akhir ini kita perhatikan, bahwa perkembangan digital sehingga akhirnya ke arah online. Sebetulnya tidak ada yang salah, kami pun berevolusi ke arah situ,&quot; jelasnya dalam Polemik Sindo Trijaya &quot;Industri Ritel Zaman Now&quot; di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (28/10/2017).
Tutum menjelaskan, perkembangan industri ritel dari tradisional hingga saat ini telah berkembang pesat. Beberapa pengusaha bahkan memulai industri ritel tersebut dan memperkenalkannya kepada masyarakat.
&quot;Ini berkembang pesat seperti Indomaret, Matahari, kita kenalkan kasir, barcode, sampai ke online, kami yang memulai. Karena saat itu kondisinya cocok, teknologi, payment,&quot; jelasnya.
Baca juga: Tutup Gerai Lotus, Begini Dampak Plus Minus untuk Mitra Adiperkasa
Tutum menambahkan, saat ini  anggota Aprindo mulai masuk ke dunia online. Namun, saat ini asing juga sudah banyak masuk ke pasar Indonesia.
&quot;Perkembangan online dengan platformnya sudah mulai, bukan kami iri, tapi kami bisa juga masuk (online), tapi banyak asing yang masuk,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Industri ritel tengah menghadapi beberapa persoalan. Tak hanya di dalam negeri, industri ritel di luar negeri juga menghadapi hal yang sama.
Di Indonesia, sejumlah toko ritel seperti Ramayana,  Matahari, Lotus Departemen Store dan Debenhams bahkan menutup gerainya. Sebelumnya, toko ritel seperti 7-Eleven juga memutuskan menutup gerainya.
Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta, persoalan hidup, mati, buka, tutup dalam industri ritel itu sudah biasa. Namun, menurut Tutum yang luar biasa adalah penutupan gerai-gerai ini dilakukan bersamaan.
Baca juga: Meski Lotus dan Debenhams Tutup, Nasib Mitra Adiperkasa Tak Akan seperti 7-Eleven
&quot;Akhir-akhir ini kita perhatikan, bahwa perkembangan digital sehingga akhirnya ke arah online. Sebetulnya tidak ada yang salah, kami pun berevolusi ke arah situ,&quot; jelasnya dalam Polemik Sindo Trijaya &quot;Industri Ritel Zaman Now&quot; di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (28/10/2017).
Tutum menjelaskan, perkembangan industri ritel dari tradisional hingga saat ini telah berkembang pesat. Beberapa pengusaha bahkan memulai industri ritel tersebut dan memperkenalkannya kepada masyarakat.
&quot;Ini berkembang pesat seperti Indomaret, Matahari, kita kenalkan kasir, barcode, sampai ke online, kami yang memulai. Karena saat itu kondisinya cocok, teknologi, payment,&quot; jelasnya.
Baca juga: Tutup Gerai Lotus, Begini Dampak Plus Minus untuk Mitra Adiperkasa
Tutum menambahkan, saat ini  anggota Aprindo mulai masuk ke dunia online. Namun, saat ini asing juga sudah banyak masuk ke pasar Indonesia.
&quot;Perkembangan online dengan platformnya sudah mulai, bukan kami iri, tapi kami bisa juga masuk (online), tapi banyak asing yang masuk,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
