<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Toko Ritel Berguguran, OJK: Tak Bikin Kredit Macet di Perbankan</title><description>Meskipun banyak toko ritel yang tutup, namun angka penyaluran kredit ke  sektor ritel justru menunjukkan angka pertumbuhan yang signifikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/31/320/1806039/banyak-toko-ritel-berguguran-ojk-tak-bikin-kredit-macet-di-perbankan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/31/320/1806039/banyak-toko-ritel-berguguran-ojk-tak-bikin-kredit-macet-di-perbankan"/><item><title>Banyak Toko Ritel Berguguran, OJK: Tak Bikin Kredit Macet di Perbankan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/31/320/1806039/banyak-toko-ritel-berguguran-ojk-tak-bikin-kredit-macet-di-perbankan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/31/320/1806039/banyak-toko-ritel-berguguran-ojk-tak-bikin-kredit-macet-di-perbankan</guid><pubDate>Selasa 31 Oktober 2017 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/31/320/1806039/banyak-toko-ritel-berguguran-ojk-tak-bikin-kredit-macet-di-perbankan-1tfUk1eGD6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/31/320/1806039/banyak-toko-ritel-berguguran-ojk-tak-bikin-kredit-macet-di-perbankan-1tfUk1eGD6.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Meskipun banyak toko ritel yang tutup, namun angka penyaluran kredit ke sektor ritel justru menunjukkan angka pertumbuhan yang signifikan. Artinya, sektor ritel masih menunjukkan pergerakan bisnis, berlawanan dengan kondisi toko ritel yang tutup secara berturut-turut.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, mengungkapkan pertumbuhan kredit ke sektor ritel mencapai 7,6%, bahkan angka ini melebihi angka penyaluran kredit kepada korporasi.

&quot;Kredit ritel tumbuhnya lebih besar dibandingkan dengan kredit korporasi 7,6%,&quot; ujarnya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Selasa (31/10/2017).

Selain angka penyaluran kredit yang cenderung masih tinggi, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) sektor ritel juga masih terjaga. Bahkan, lanjut Wimboh, bank berkapitalisasi besar yang fokus kepada penyaluran kredit ke sektor ritel, mencatat kredit ritel justru naik dan angka NPL paling kecil

&quot;Jadi enggak terganggu dari segi kredit ataupun NPL. Kemungkinan ini sebenarnya transaksi itu ada, tapi outletnya berbeda,&quot; tukas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Meskipun banyak toko ritel yang tutup, namun angka penyaluran kredit ke sektor ritel justru menunjukkan angka pertumbuhan yang signifikan. Artinya, sektor ritel masih menunjukkan pergerakan bisnis, berlawanan dengan kondisi toko ritel yang tutup secara berturut-turut.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, mengungkapkan pertumbuhan kredit ke sektor ritel mencapai 7,6%, bahkan angka ini melebihi angka penyaluran kredit kepada korporasi.

&quot;Kredit ritel tumbuhnya lebih besar dibandingkan dengan kredit korporasi 7,6%,&quot; ujarnya di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Selasa (31/10/2017).

Selain angka penyaluran kredit yang cenderung masih tinggi, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) sektor ritel juga masih terjaga. Bahkan, lanjut Wimboh, bank berkapitalisasi besar yang fokus kepada penyaluran kredit ke sektor ritel, mencatat kredit ritel justru naik dan angka NPL paling kecil

&quot;Jadi enggak terganggu dari segi kredit ataupun NPL. Kemungkinan ini sebenarnya transaksi itu ada, tapi outletnya berbeda,&quot; tukas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
