<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kembangkan Smart Airport, Indonesia Gandeng Selandia Baru</title><description>Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan Otoritas Penerbangan Selandia Baru mengadakan workshop tentang smart airport.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/01/320/1806440/kembangkan-smart-airport-indonesia-gandeng-selandia-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/01/320/1806440/kembangkan-smart-airport-indonesia-gandeng-selandia-baru"/><item><title>Kembangkan Smart Airport, Indonesia Gandeng Selandia Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/01/320/1806440/kembangkan-smart-airport-indonesia-gandeng-selandia-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/01/320/1806440/kembangkan-smart-airport-indonesia-gandeng-selandia-baru</guid><pubDate>Rabu 01 November 2017 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/01/320/1806440/kembangkan-smart-airport-indonesia-gandeng-selandia-baru-pe82X682U2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/01/320/1806440/kembangkan-smart-airport-indonesia-gandeng-selandia-baru-pe82X682U2.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan Otoritas Penerbangan Selandia Baru mengadakan workshop tentang smart airport. Diharapkan pengembangan bandar udara di Indonesia bisa mengaplikasikan konsep smart airport.
Sektor transportasi udara berperan besar dalam meningkatkan perekonomian dunia, termasuk di Indonesia. Pada tahun 2016 lalu, terdapat 3,8 miliar penumpang dan 54,9 juta ton kargo yang terangkut lewat transportasi udara (berdasarkan data Airport Council International). Di Indonesia, pada tahun ini ditargetkan dapat mengangkut 162 juta penumpang dan 957.000 ton barang domestik dan internasional melalui penerbangan.
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso mengatakan semua hal&amp;nbsp; tersebut di atas tidak lepas dari peran bandar udara sebagai simpul penerbangan.
Baca Juga: Menko Luhut Siap Resmikan Penerbangan Internasional Silangit-Singapura
&quot;Selama dua dekade ini, operasional bandara sudah terbukti ikut mendukung perkembangan industri penerbangan. Bandara berkembang bersama dengan maskapai penerbangan untuk menciptakan sebuah sistem transportasi udara yang efisien. Namun&amp;nbsp; bandara tetap harus terus berkembang baik fasilitasnya maupun teknologinya untuk meningkatkan pelayanan terhadap penggunanya,&quot; ungkap Agus di Hotel Mandarin, Jakarta, Rabu (1/10/2017).&amp;nbsp;
Tujuan diselenggarakannya workshop adalah sebagai media pertukaran informasi dan best practices guna mengidentifikasi tren, tantangan, dan hambatan di lapangan antara Selandia Baru dengan negara-negara di ASEAN terkait rencana pengembangan Smart airport di Indonesia.
Agus menilai bahwa smart airport sangat diperlukan di Indonesia untuk mengimbangi penerbangan nasional yang juga meningkat pesat dan modern paralel dengan pesatnya pertumbuhan teknologi. Peningkatan tersebut ditandai dengan penambahan&amp;nbsp; jumlah penumpang dan jumlah pesawat yang sangat tinggi sehingga diperlukan sebuah bandara yang sesuai sehingga keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan tetap terjamin.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menko Luhut Siap Resmikan Penerbangan Internasional Silangit-Singapura
&quot;Masyarakat sebagai penumpang pesawat dan pengguna bandara sekarang sudah semakin pintar. Demikian juga teknologi pesawat terbang yang semakin canggih dan perangkat penerbangan lain yang semakin modern. Tentu saja hal ini harus diikuti oleh sebuah bandara yang semakin pintar pula,&quot; jelas Agus.
Pengembangan sebuah bandara, lanjut Agus, harus memperhatikan trend yang terjadi di masyarakat, tidak hanya di dalam negeri namun juga internasional. Hal ini karena sifat penerbangan yang lintas negara.
&quot;Untuk itu sangat baik kalau kita bekerjasama dengan otoritas penerbangan negara lain untuk saling berbagi informasi terkait tren serta hambatan dan peluang terkait penerbangan di negara masing-masing,&quot; tukasnya.
Selandia Baru merupakan salah satu negara yang sudah menerapkan smart airport. Beberapa bandaranya mendapatkan penghargaan internasional sebagai salah satu bandara terbaik.</description><content:encoded>JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan Otoritas Penerbangan Selandia Baru mengadakan workshop tentang smart airport. Diharapkan pengembangan bandar udara di Indonesia bisa mengaplikasikan konsep smart airport.
Sektor transportasi udara berperan besar dalam meningkatkan perekonomian dunia, termasuk di Indonesia. Pada tahun 2016 lalu, terdapat 3,8 miliar penumpang dan 54,9 juta ton kargo yang terangkut lewat transportasi udara (berdasarkan data Airport Council International). Di Indonesia, pada tahun ini ditargetkan dapat mengangkut 162 juta penumpang dan 957.000 ton barang domestik dan internasional melalui penerbangan.
Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso mengatakan semua hal&amp;nbsp; tersebut di atas tidak lepas dari peran bandar udara sebagai simpul penerbangan.
Baca Juga: Menko Luhut Siap Resmikan Penerbangan Internasional Silangit-Singapura
&quot;Selama dua dekade ini, operasional bandara sudah terbukti ikut mendukung perkembangan industri penerbangan. Bandara berkembang bersama dengan maskapai penerbangan untuk menciptakan sebuah sistem transportasi udara yang efisien. Namun&amp;nbsp; bandara tetap harus terus berkembang baik fasilitasnya maupun teknologinya untuk meningkatkan pelayanan terhadap penggunanya,&quot; ungkap Agus di Hotel Mandarin, Jakarta, Rabu (1/10/2017).&amp;nbsp;
Tujuan diselenggarakannya workshop adalah sebagai media pertukaran informasi dan best practices guna mengidentifikasi tren, tantangan, dan hambatan di lapangan antara Selandia Baru dengan negara-negara di ASEAN terkait rencana pengembangan Smart airport di Indonesia.
Agus menilai bahwa smart airport sangat diperlukan di Indonesia untuk mengimbangi penerbangan nasional yang juga meningkat pesat dan modern paralel dengan pesatnya pertumbuhan teknologi. Peningkatan tersebut ditandai dengan penambahan&amp;nbsp; jumlah penumpang dan jumlah pesawat yang sangat tinggi sehingga diperlukan sebuah bandara yang sesuai sehingga keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan tetap terjamin.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menko Luhut Siap Resmikan Penerbangan Internasional Silangit-Singapura
&quot;Masyarakat sebagai penumpang pesawat dan pengguna bandara sekarang sudah semakin pintar. Demikian juga teknologi pesawat terbang yang semakin canggih dan perangkat penerbangan lain yang semakin modern. Tentu saja hal ini harus diikuti oleh sebuah bandara yang semakin pintar pula,&quot; jelas Agus.
Pengembangan sebuah bandara, lanjut Agus, harus memperhatikan trend yang terjadi di masyarakat, tidak hanya di dalam negeri namun juga internasional. Hal ini karena sifat penerbangan yang lintas negara.
&quot;Untuk itu sangat baik kalau kita bekerjasama dengan otoritas penerbangan negara lain untuk saling berbagi informasi terkait tren serta hambatan dan peluang terkait penerbangan di negara masing-masing,&quot; tukasnya.
Selandia Baru merupakan salah satu negara yang sudah menerapkan smart airport. Beberapa bandaranya mendapatkan penghargaan internasional sebagai salah satu bandara terbaik.</content:encoded></item></channel></rss>
