<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KEK Bakal Terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban</title><description>Pemerintah sedang menggagas konektivitas jalur transportasi  kawasan ekonomi khusus (KEK)</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/04/320/1808405/kek-bakal-terintegrasi-dengan-pelabuhan-patimban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/04/320/1808405/kek-bakal-terintegrasi-dengan-pelabuhan-patimban"/><item><title>KEK Bakal Terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/04/320/1808405/kek-bakal-terintegrasi-dengan-pelabuhan-patimban</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/04/320/1808405/kek-bakal-terintegrasi-dengan-pelabuhan-patimban</guid><pubDate>Sabtu 04 November 2017 13:27 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/04/320/1808405/kek-bakal-terintegrasi-dengan-pelabuhan-patimban-rbF37RSzyA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/04/320/1808405/kek-bakal-terintegrasi-dengan-pelabuhan-patimban-rbF37RSzyA.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>BANDUNG - Pemerintah sedang menggagas konektivitas jalur transportasi  kawasan ekonomi khusus (KEK). Salah satunya menghubungkan KEK di Bekasi,  Karawangan, dan Purwakarta dengan Pelabuhan Patimban.   Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan  mengatakan, saat ini kementeriannya sedang fokus membangun konektivitas  KEK agar akses barang dari kawasan industri murah dan efisien. &amp;ldquo;Sekarang  saya lagi mengurusi kawasan ekonomi khusus yang intinya memberikan  kemudahan bagi investor supaya mereka lebih efisien bekerja,&amp;rdquo; kata Luhut  seusai memberikan kuliah umum di Kampus Unpad, Kota Bandung, kemarin.  Menurut dia, KEK tersebut memungkinkan terhubung dengan Pelabuhan  Patimban di Subang.
Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Kawasan Ekonomi Mandalika Seluas 1.175 Hektare di Desa Kuta NTB
Pelabuhan tersebut nantinya menjadi ujung tombak pengiriman dan  kedatangan barang dari kawasan industri. Saat ini, lanjut dia, konsep  tersebut masih dalam pembahasan di kementerian. Dia berharap dalam  waktu dekat bisa segera rampung. &amp;ldquo;Lagi distudi oleh Pak Ridwan (Deputi).  Dalam dua minggu ini nanti kita lihat konsepnya seperti apa,&amp;rdquo; ujar dia.  Menurut Luhut, konektivitas itu diharapkan memberi nilai tambah bagi  para investor. &amp;ldquo;Supaya nilai tambahnya buat kita juga lebih bagus,  karena mereka juga enggak minta ada fiskal atau insentif,&amp;rdquo; sebut dia.   Dalam paparan kualih umumnya, Luhut mengakui, transportasi di Indonesia  belum cukup efisien sehingga menyebabkan biaya logistik tidak murah.  Terkoneksinya Patimban dengan KEK diharapkan dapat memangkas biaya  transportasi yang selama ini ditanggung pengusaha. Selama ini ekspor dan  impor barang dari wilayah Jabar masih terpusat di Pelabuhan Tanjung  Priok. Sementara daya tampung di pelabuhan itu menurun. Di sisi lain,  pengusaha harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk pengiriman barang  karena macet dan panjangnya jalur pengiriman.
Baca juga: Wih, Nilai Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang Capai Rp36,3 Triliun
Sebagai negara maritim, lanjut dia, Indonesia mestinya memanfaatkan laut  sebagai basis transportasi. Selama ini, kata Luhut, 70% perdagangan  dunia berada di Asia-Pasifik dan 45% ada di laut. Sementara itu  Indonesia yang memiliki banyak perbatasan laut masih sangat minim  pemanfaatannya. Sementara itu Deputi Bidang Koordinasi Insfrastruktur  Kemenko Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin mengatakan, pembangunan  Pelabuhan Patimban di Subang telah masuk dalam Peraturan Presiden Nomor  58/2017.   Pengembangan Pelabuhan Patimban karena posisinya dengan kawasan industri  di Cikarang dan Karawang. Menurut dia, pembangunan Pelabuhan Patimban  yang dijadwalkan selesai awal 2019 diharapkan menjadi solusi efisiensi  dan konektivitas transportasi di kawasan ekonomi Cikarang.
(tro)</description><content:encoded>BANDUNG - Pemerintah sedang menggagas konektivitas jalur transportasi  kawasan ekonomi khusus (KEK). Salah satunya menghubungkan KEK di Bekasi,  Karawangan, dan Purwakarta dengan Pelabuhan Patimban.   Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan  mengatakan, saat ini kementeriannya sedang fokus membangun konektivitas  KEK agar akses barang dari kawasan industri murah dan efisien. &amp;ldquo;Sekarang  saya lagi mengurusi kawasan ekonomi khusus yang intinya memberikan  kemudahan bagi investor supaya mereka lebih efisien bekerja,&amp;rdquo; kata Luhut  seusai memberikan kuliah umum di Kampus Unpad, Kota Bandung, kemarin.  Menurut dia, KEK tersebut memungkinkan terhubung dengan Pelabuhan  Patimban di Subang.
Baca juga: Presiden Jokowi Resmikan Kawasan Ekonomi Mandalika Seluas 1.175 Hektare di Desa Kuta NTB
Pelabuhan tersebut nantinya menjadi ujung tombak pengiriman dan  kedatangan barang dari kawasan industri. Saat ini, lanjut dia, konsep  tersebut masih dalam pembahasan di kementerian. Dia berharap dalam  waktu dekat bisa segera rampung. &amp;ldquo;Lagi distudi oleh Pak Ridwan (Deputi).  Dalam dua minggu ini nanti kita lihat konsepnya seperti apa,&amp;rdquo; ujar dia.  Menurut Luhut, konektivitas itu diharapkan memberi nilai tambah bagi  para investor. &amp;ldquo;Supaya nilai tambahnya buat kita juga lebih bagus,  karena mereka juga enggak minta ada fiskal atau insentif,&amp;rdquo; sebut dia.   Dalam paparan kualih umumnya, Luhut mengakui, transportasi di Indonesia  belum cukup efisien sehingga menyebabkan biaya logistik tidak murah.  Terkoneksinya Patimban dengan KEK diharapkan dapat memangkas biaya  transportasi yang selama ini ditanggung pengusaha. Selama ini ekspor dan  impor barang dari wilayah Jabar masih terpusat di Pelabuhan Tanjung  Priok. Sementara daya tampung di pelabuhan itu menurun. Di sisi lain,  pengusaha harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk pengiriman barang  karena macet dan panjangnya jalur pengiriman.
Baca juga: Wih, Nilai Investasi di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang Capai Rp36,3 Triliun
Sebagai negara maritim, lanjut dia, Indonesia mestinya memanfaatkan laut  sebagai basis transportasi. Selama ini, kata Luhut, 70% perdagangan  dunia berada di Asia-Pasifik dan 45% ada di laut. Sementara itu  Indonesia yang memiliki banyak perbatasan laut masih sangat minim  pemanfaatannya. Sementara itu Deputi Bidang Koordinasi Insfrastruktur  Kemenko Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin mengatakan, pembangunan  Pelabuhan Patimban di Subang telah masuk dalam Peraturan Presiden Nomor  58/2017.   Pengembangan Pelabuhan Patimban karena posisinya dengan kawasan industri  di Cikarang dan Karawang. Menurut dia, pembangunan Pelabuhan Patimban  yang dijadwalkan selesai awal 2019 diharapkan menjadi solusi efisiensi  dan konektivitas transportasi di kawasan ekonomi Cikarang.
(tro)</content:encoded></item></channel></rss>
