<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disulap Jadi Nugget, Singkong Tingkatkan Nilai Ekonomi</title><description>TANAMAN singkong bisa diolah untuk berbagai menu, mulai daun hingga  umbinya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/04/320/1808410/disulap-jadi-nugget-singkong-tingkatkan-nilai-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/04/320/1808410/disulap-jadi-nugget-singkong-tingkatkan-nilai-ekonomi"/><item><title>Disulap Jadi Nugget, Singkong Tingkatkan Nilai Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/04/320/1808410/disulap-jadi-nugget-singkong-tingkatkan-nilai-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/04/320/1808410/disulap-jadi-nugget-singkong-tingkatkan-nilai-ekonomi</guid><pubDate>Sabtu 04 November 2017 13:32 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/04/320/1808410/disulap-jadi-nugget-singkong-tingkatkan-nilai-ekonomi-rciE7jsWjm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Reuters</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/04/320/1808410/disulap-jadi-nugget-singkong-tingkatkan-nilai-ekonomi-rciE7jsWjm.jpg</image><title>Ilustrasi: Reuters</title></images><description>TANAMAN singkong bisa diolah untuk berbagai menu, mulai daun hingga  umbinya. Daun singkong dapat dimasak sebagai sayuran sedangkan umbinya  digoreng atau direbus sebagai kudapan keseharian.   Bahkan, di tangan mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Boga Fakultas  Teknik (FT) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Anggun Yuni Adi  Saputri, umbi singkong bisa disulap jadi makanan kekinian yang akrab di  kalangan remaja berupa nugget . Atas kreasinya itu, singkong tidak lagi  hanya disajikan dalam bentuk gorengan atau rebusan, tetapi dapat menjadi  alternatif lauk, bahkan bagi anak bisa menambah nafsu makan, termasuk  memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.  Tidak hanya itu, dengan kreativitas ini diharapkan dapat mendukung  ketahanan pangan.   &amp;ldquo;Ya, itulah harapan dengan olahan nugget dari umbi singkong ini,&amp;rdquo; ungkap  Anggun ditemui di Kampus UNY kemarin. Untuk membuat nugget , langkah  pertama umbi singkong terlebih dahulu dikukus. Setelah itu dihaluskan  serta daging ayam filet digiling dengan bumbu-bumbu hingga halus. Umbi  singkong dan daging ayam filet dengan bumbu-bumbu yang sudah halus  kemudian dicampur menjadi adonan. Campuran adonan yang sudah rata  selanjutnya dimasukkan dalam loyang yang dilapisi plastik bening atau  daun pisang yang diolesi minyak.   &amp;ldquo;Kukus selama 15-30 menit, kemudian angkat, didinginkan, dan potong  berbentuk stik,&amp;rdquo; jelasnya. Stikstik itu lalu digulung dalam tepung  kering sampai rata. Setelah itu, dimasukkan dalam tepung basah dan  tepung roti. Stik tersebut digoreng hingga berwarna kecokelatan. Jika  sudah kecokelatan, kemudian ditiriskan dan nugget singkong siap  disajikan.   Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Siswandi Aziz  mengapresiasi kreasi mahasiswa UNY tersebut, karena itu harus mendapat  dukungan dari semua pihak terutama soal edukasi memanfaatkan pangan  lokal kepada masyarakat.
(tro)</description><content:encoded>TANAMAN singkong bisa diolah untuk berbagai menu, mulai daun hingga  umbinya. Daun singkong dapat dimasak sebagai sayuran sedangkan umbinya  digoreng atau direbus sebagai kudapan keseharian.   Bahkan, di tangan mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Boga Fakultas  Teknik (FT) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Anggun Yuni Adi  Saputri, umbi singkong bisa disulap jadi makanan kekinian yang akrab di  kalangan remaja berupa nugget . Atas kreasinya itu, singkong tidak lagi  hanya disajikan dalam bentuk gorengan atau rebusan, tetapi dapat menjadi  alternatif lauk, bahkan bagi anak bisa menambah nafsu makan, termasuk  memiliki nilai ekonomi tinggi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan.  Tidak hanya itu, dengan kreativitas ini diharapkan dapat mendukung  ketahanan pangan.   &amp;ldquo;Ya, itulah harapan dengan olahan nugget dari umbi singkong ini,&amp;rdquo; ungkap  Anggun ditemui di Kampus UNY kemarin. Untuk membuat nugget , langkah  pertama umbi singkong terlebih dahulu dikukus. Setelah itu dihaluskan  serta daging ayam filet digiling dengan bumbu-bumbu hingga halus. Umbi  singkong dan daging ayam filet dengan bumbu-bumbu yang sudah halus  kemudian dicampur menjadi adonan. Campuran adonan yang sudah rata  selanjutnya dimasukkan dalam loyang yang dilapisi plastik bening atau  daun pisang yang diolesi minyak.   &amp;ldquo;Kukus selama 15-30 menit, kemudian angkat, didinginkan, dan potong  berbentuk stik,&amp;rdquo; jelasnya. Stikstik itu lalu digulung dalam tepung  kering sampai rata. Setelah itu, dimasukkan dalam tepung basah dan  tepung roti. Stik tersebut digoreng hingga berwarna kecokelatan. Jika  sudah kecokelatan, kemudian ditiriskan dan nugget singkong siap  disajikan.   Sekretaris Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman Siswandi Aziz  mengapresiasi kreasi mahasiswa UNY tersebut, karena itu harus mendapat  dukungan dari semua pihak terutama soal edukasi memanfaatkan pangan  lokal kepada masyarakat.
(tro)</content:encoded></item></channel></rss>
