<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RAHASIA SUKSES: Berkat Hermes, Bertrand Puech Masuk Daftar Miliarder Prancis</title><description>Bertrand Puech terus berusaha mempertahankan Hermes sebagai brand kelas atas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/04/320/1808493/rahasia-sukses-berkat-hermes-bertrand-puech-masuk-daftar-miliarder-prancis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/04/320/1808493/rahasia-sukses-berkat-hermes-bertrand-puech-masuk-daftar-miliarder-prancis"/><item><title>RAHASIA SUKSES: Berkat Hermes, Bertrand Puech Masuk Daftar Miliarder Prancis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/04/320/1808493/rahasia-sukses-berkat-hermes-bertrand-puech-masuk-daftar-miliarder-prancis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/04/320/1808493/rahasia-sukses-berkat-hermes-bertrand-puech-masuk-daftar-miliarder-prancis</guid><pubDate>Sabtu 04 November 2017 18:04 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/04/320/1808493/rahasia-sukses-berkat-hermes-bertrand-puech-masuk-daftar-miliarder-prancis-foALS0h6Za.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Etre Riche)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/04/320/1808493/rahasia-sukses-berkat-hermes-bertrand-puech-masuk-daftar-miliarder-prancis-foALS0h6Za.jpg</image><title>(Foto: Etre Riche)</title></images><description>JAKARTA - Mengembangkan bisnis keluarga memang bukan perkara mudah. Pasalnya, seiring berjalannya waktu maka perusahaan dituntut untuk mencari cara bertahan di tengah gempuran, baik karena model bisnisnya, ataupun karena produknya yang tidak lagi visible.

Meski begitu, Bertrand Puech tetap mempertahankan Hermes sebagai brand kelas atas, dan membuktikan diri bahwa perusahaan tersebut mampu beradaptasi. Lahir pada 18 Februari 1936 di Paris, Puech menjadi seorang pengusaha Prancis yang bekerja di industri yang &amp;ldquo;mewah&amp;rdquo; ini.

Cucu pendiri &amp;Eacute;mile Herm&amp;egrave;s, saudara Nicolas Puech dan sepupu Jean-Louis Dumas ini telah memegang berbagai posisi penting di dalam Grup Keluarga Herm&amp;egrave;s International Bergabung dengan bisnis keluarga pada 1997, dia dipercaya memegang jabatan sebagai Wakil Manajer Umum Sumber Daya Manusia selama delapan tahun, kemudian menjadi Presiden Dewan Pengelola Herm&amp;egrave;s International sebelum menyerahkan pada keponakannya di 2012.

Meski begitu, Herm&amp;egrave;s bukan berdiri tanpa terpaan angin. Pada 2010, perusahaan keluarga ini harus menyerah, dan menjual sebagian sahamnya pada rival mereka Louis Vuitton (LVMH) sebesar 22,28%. Saat itu, Bertrand Puech berpartisipasi dalam menentukan penjualan tersebut, sehingga memastikan operasional perusahaan tetap berjalan meskipun Nicolas Puech, saudara Bertrand Puech, menolak untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.

Herm&amp;egrave;s sendiri, berdiri pada tahun 1837, setelah leluhur mereka, Thierry Hermes, mendirikan sebuah bengkel kecil yang membuat kuda kekang, baju zirah, dan sadel di Paris, Prancis. Pada tahun 1880-an, Charles-Emile Hermes kemudian mengambil perusahaan tersebut dan menyerahkan bisnisnya kepada anak-anaknya pada awal 1900-an.

Perusahaan ini mulai memperluas lini produknya dengan pakaian, jam tangan, sarung tangan, perabot, dan parfum. Pada tahun 1930an, bisnis menyebar ke Serikat Bersatu. Pada tahun 1951, Emile-Maurice Hermes,

Baca juga: 
RAHASIA SUKSES: Robin Li, CEO Baidu yang Jadi Garda Depan &quot;Melawan&quot; Google
RAHASIA SUKSES: Susanne Klatten, CEO BMW yang Sempat Jadi Korban Penculikan

Hermes International terkenal dengan tas tangan buatannya, dan mulai memamerkan koleksi tas tangannya pada 1992 setelah istri Emile-Maurice Hermes mengeluh bahwa dia tidak akan pernah bisa menemukan tas yang sesuai dengan standar kualitasnya. Tas tersebut menjadi ekslusif, lantaran perusahaan tidak menggunakan jalur perakitan, dan menolak gagasan produksi massal.

Mereka pun lebih memilih mengadopsi model bisnis kuno, yang melibatkan satu perajin satu tas tangan sekaligus. Setiap tas tangan dijahit dengan tangan dan membutuhkan 18 sampai 24 jam untuk diproduksi.

Semua tas diproduksi di bengkel bernama Ateliers Hermes untuk menjaga kontrol kualitas. Ada dua tas yang paling terkenal, tas &quot;Kelly&quot;, dinamai Monaco Princess Grace Kelly, dan tas &quot;Birkin&quot;, dinamai menurut aktris Inggris Jane Birkin yang mengeluh bahwa dia tidak akan pernah bisa menemukan tas praktis untuk keperluan sehari-hari saat mengobrol dengan Jean-Louis Dumas.

Produk Hermes International memang mengadopsi kualitas yang ketat dan kredo perusahaan mereka adalah '' Que l'utile soit beau' yang berarti  &quot;Sesuatu yang berguna juga bisa indah.&quot;

Berkat Herm&amp;egrave;s, Bertrand Puech berturut-turut menjadi miliarder, dan orang terkaya ke-3 Prancis pada 2012, dan ke-4 dari Perancis pada tahun 2013 dengan kekayaan sebesar 17,4 miliar euro.

Pada tahun 2015, dia menempati peringkat ke-35 sebagai orang terkaya di dunia oleh keluarganya, menurut Hurun Global Rich List, dengan kekayaan bersih sebesar USDA24 miliar. Selain itu, Puech juga membuat kontribusi filantropi melalui Fondation d'Entreprise Hermes yang mendukung keahlian kerajinan, pendidikan, seni, pelestarian lingkungan, dan sosial.

Putra Puech, Jean-Baptiste Puech, duduk di Dewan Direksi Fondation d'Entreprise Hermes di antara anggota keluarga lainnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Mengembangkan bisnis keluarga memang bukan perkara mudah. Pasalnya, seiring berjalannya waktu maka perusahaan dituntut untuk mencari cara bertahan di tengah gempuran, baik karena model bisnisnya, ataupun karena produknya yang tidak lagi visible.

Meski begitu, Bertrand Puech tetap mempertahankan Hermes sebagai brand kelas atas, dan membuktikan diri bahwa perusahaan tersebut mampu beradaptasi. Lahir pada 18 Februari 1936 di Paris, Puech menjadi seorang pengusaha Prancis yang bekerja di industri yang &amp;ldquo;mewah&amp;rdquo; ini.

Cucu pendiri &amp;Eacute;mile Herm&amp;egrave;s, saudara Nicolas Puech dan sepupu Jean-Louis Dumas ini telah memegang berbagai posisi penting di dalam Grup Keluarga Herm&amp;egrave;s International Bergabung dengan bisnis keluarga pada 1997, dia dipercaya memegang jabatan sebagai Wakil Manajer Umum Sumber Daya Manusia selama delapan tahun, kemudian menjadi Presiden Dewan Pengelola Herm&amp;egrave;s International sebelum menyerahkan pada keponakannya di 2012.

Meski begitu, Herm&amp;egrave;s bukan berdiri tanpa terpaan angin. Pada 2010, perusahaan keluarga ini harus menyerah, dan menjual sebagian sahamnya pada rival mereka Louis Vuitton (LVMH) sebesar 22,28%. Saat itu, Bertrand Puech berpartisipasi dalam menentukan penjualan tersebut, sehingga memastikan operasional perusahaan tetap berjalan meskipun Nicolas Puech, saudara Bertrand Puech, menolak untuk berpartisipasi dalam proyek tersebut.

Herm&amp;egrave;s sendiri, berdiri pada tahun 1837, setelah leluhur mereka, Thierry Hermes, mendirikan sebuah bengkel kecil yang membuat kuda kekang, baju zirah, dan sadel di Paris, Prancis. Pada tahun 1880-an, Charles-Emile Hermes kemudian mengambil perusahaan tersebut dan menyerahkan bisnisnya kepada anak-anaknya pada awal 1900-an.

Perusahaan ini mulai memperluas lini produknya dengan pakaian, jam tangan, sarung tangan, perabot, dan parfum. Pada tahun 1930an, bisnis menyebar ke Serikat Bersatu. Pada tahun 1951, Emile-Maurice Hermes,

Baca juga: 
RAHASIA SUKSES: Robin Li, CEO Baidu yang Jadi Garda Depan &quot;Melawan&quot; Google
RAHASIA SUKSES: Susanne Klatten, CEO BMW yang Sempat Jadi Korban Penculikan

Hermes International terkenal dengan tas tangan buatannya, dan mulai memamerkan koleksi tas tangannya pada 1992 setelah istri Emile-Maurice Hermes mengeluh bahwa dia tidak akan pernah bisa menemukan tas yang sesuai dengan standar kualitasnya. Tas tersebut menjadi ekslusif, lantaran perusahaan tidak menggunakan jalur perakitan, dan menolak gagasan produksi massal.

Mereka pun lebih memilih mengadopsi model bisnis kuno, yang melibatkan satu perajin satu tas tangan sekaligus. Setiap tas tangan dijahit dengan tangan dan membutuhkan 18 sampai 24 jam untuk diproduksi.

Semua tas diproduksi di bengkel bernama Ateliers Hermes untuk menjaga kontrol kualitas. Ada dua tas yang paling terkenal, tas &quot;Kelly&quot;, dinamai Monaco Princess Grace Kelly, dan tas &quot;Birkin&quot;, dinamai menurut aktris Inggris Jane Birkin yang mengeluh bahwa dia tidak akan pernah bisa menemukan tas praktis untuk keperluan sehari-hari saat mengobrol dengan Jean-Louis Dumas.

Produk Hermes International memang mengadopsi kualitas yang ketat dan kredo perusahaan mereka adalah '' Que l'utile soit beau' yang berarti  &quot;Sesuatu yang berguna juga bisa indah.&quot;

Berkat Herm&amp;egrave;s, Bertrand Puech berturut-turut menjadi miliarder, dan orang terkaya ke-3 Prancis pada 2012, dan ke-4 dari Perancis pada tahun 2013 dengan kekayaan sebesar 17,4 miliar euro.

Pada tahun 2015, dia menempati peringkat ke-35 sebagai orang terkaya di dunia oleh keluarganya, menurut Hurun Global Rich List, dengan kekayaan bersih sebesar USDA24 miliar. Selain itu, Puech juga membuat kontribusi filantropi melalui Fondation d'Entreprise Hermes yang mendukung keahlian kerajinan, pendidikan, seni, pelestarian lingkungan, dan sosial.

Putra Puech, Jean-Baptiste Puech, duduk di Dewan Direksi Fondation d'Entreprise Hermes di antara anggota keluarga lainnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
