<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres JK: Kinerja Ekspor karena APBN Sudah Maksimum   </title><description>Ekspor jasa tercatat juga tumbuh 12,40% seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/07/320/1810130/wapres-jk-kinerja-ekspor-karena-apbn-sudah-maksimum</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/07/320/1810130/wapres-jk-kinerja-ekspor-karena-apbn-sudah-maksimum"/><item><title>Wapres JK: Kinerja Ekspor karena APBN Sudah Maksimum   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/07/320/1810130/wapres-jk-kinerja-ekspor-karena-apbn-sudah-maksimum</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/07/320/1810130/wapres-jk-kinerja-ekspor-karena-apbn-sudah-maksimum</guid><pubDate>Selasa 07 November 2017 19:48 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/07/320/1810130/wapres-jk-kinerja-ekspor-karena-apbn-sudah-maksimum-N6Z0cYOgEu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/07/320/1810130/wapres-jk-kinerja-ekspor-karena-apbn-sudah-maksimum-N6Z0cYOgEu.jpg</image><title>Wapres Jusuf Kalla. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa perlu adanya peningkan investasi baik dari dalam maupun luar negeri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang pada triwulan III 2017 tumbuh sebesar 5,06%.
&quot;Untuk menaikkan itu perlu lebih banyak investasi, berarti investasi kita perlu diangkat lebih banyak lagi, dan ekspor juga harus lebih tinggi,&quot; kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (7/11/2017).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia menurut pengeluaran pada triwulan III-2017 tumbuh mencapai 5,06% secara tahunan (year-on-year/yoy) yang peningkatannya didorong oleh semua komponen. Pertumbuhan paling tinggi yang mendorong pertumbuhan ekonomi adalah kinerja ekspor.
Pertumbuhan tertinggi secara tahunan dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa sebesar 17,27% (yoy) dan berkontribusi 20,50% terhadap struktur PDB. Sebagian besar ekspor Indonesia ditujukan ke Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Singapura. Sementara ekspor nonmigas tumbuh 20,51% (yoy) dengan komoditas utamanya adalah lemak dan minyak hewan nabati. Sementara ekspor migas tercatat tumbuh 3,20% (yoy).
Ekspor jasa tercatat juga tumbuh 12,40% seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia dan juga penerimaan devisa yang masuk dari pariwisata. &quot;Kinerja ekspor harus lebih tinggi, karena APBN sudah maksimum. Tinggal bagaimana APBN memberi stimulan pada pertumbuhan lainnya,&quot; ujar Kalla.
Kalla menambahkan, peningkatan kinerja ekspor tersebut salah satunya dengan mendorong untuk segera diselesaikannya sebanyak 16 perundingan internasional.
Beberapa perundingan tersebut antara lain adalah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) dan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). &quot;Saya sudah memanggil Menteri Perdagangan untuk mempercepat perundingan yang berdampak besar,&quot; kata Kalla.
BPS mencatat perekonomian Indonesia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku triwulan III-2017 mencapai Rp3.502,3 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.551,5 triliun. Dengan capaian pertumbuhan ekonomi 5,06% (yoy), maka ekonomi Indonesia secara kumulatif sampai dengan triwulan III-2017 tumbuh 5,03%.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan bahwa perlu adanya peningkan investasi baik dari dalam maupun luar negeri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang pada triwulan III 2017 tumbuh sebesar 5,06%.
&quot;Untuk menaikkan itu perlu lebih banyak investasi, berarti investasi kita perlu diangkat lebih banyak lagi, dan ekspor juga harus lebih tinggi,&quot; kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (7/11/2017).
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia menurut pengeluaran pada triwulan III-2017 tumbuh mencapai 5,06% secara tahunan (year-on-year/yoy) yang peningkatannya didorong oleh semua komponen. Pertumbuhan paling tinggi yang mendorong pertumbuhan ekonomi adalah kinerja ekspor.
Pertumbuhan tertinggi secara tahunan dicapai oleh komponen ekspor barang dan jasa sebesar 17,27% (yoy) dan berkontribusi 20,50% terhadap struktur PDB. Sebagian besar ekspor Indonesia ditujukan ke Tiongkok, Amerika Serikat, Jepang, India, dan Singapura. Sementara ekspor nonmigas tumbuh 20,51% (yoy) dengan komoditas utamanya adalah lemak dan minyak hewan nabati. Sementara ekspor migas tercatat tumbuh 3,20% (yoy).
Ekspor jasa tercatat juga tumbuh 12,40% seiring dengan peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia dan juga penerimaan devisa yang masuk dari pariwisata. &quot;Kinerja ekspor harus lebih tinggi, karena APBN sudah maksimum. Tinggal bagaimana APBN memberi stimulan pada pertumbuhan lainnya,&quot; ujar Kalla.
Kalla menambahkan, peningkatan kinerja ekspor tersebut salah satunya dengan mendorong untuk segera diselesaikannya sebanyak 16 perundingan internasional.
Beberapa perundingan tersebut antara lain adalah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) dan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA). &quot;Saya sudah memanggil Menteri Perdagangan untuk mempercepat perundingan yang berdampak besar,&quot; kata Kalla.
BPS mencatat perekonomian Indonesia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku triwulan III-2017 mencapai Rp3.502,3 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.551,5 triliun. Dengan capaian pertumbuhan ekonomi 5,06% (yoy), maka ekonomi Indonesia secara kumulatif sampai dengan triwulan III-2017 tumbuh 5,03%.</content:encoded></item></channel></rss>
