<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Bambang Buka-bukaan Kontribusi Investasi ke Pertumbuhan Ekonomi Indonesia</title><description>Bambang Brodjonegoro menilai kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi mulai terlihat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/08/20/1810547/menteri-bambang-buka-bukaan-kontribusi-investasi-ke-pertumbuhan-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/08/20/1810547/menteri-bambang-buka-bukaan-kontribusi-investasi-ke-pertumbuhan-ekonomi-indonesia"/><item><title>Menteri Bambang Buka-bukaan Kontribusi Investasi ke Pertumbuhan Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/08/20/1810547/menteri-bambang-buka-bukaan-kontribusi-investasi-ke-pertumbuhan-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/08/20/1810547/menteri-bambang-buka-bukaan-kontribusi-investasi-ke-pertumbuhan-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Rabu 08 November 2017 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/08/20/1810547/menteri-bambang-buka-bukaan-kontribusi-investasi-ke-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-J8AddYnUWw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/08/20/1810547/menteri-bambang-buka-bukaan-kontribusi-investasi-ke-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-J8AddYnUWw.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi mulai terlihat kendati pada triwulan III-2017 pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,06%.

&quot;Pertumbuhan 5,06% mungkin tidak sesuai harapan, tapi ada beberapa bagian dari data tersebut yang sangat menarik. Investasi tumbuh sampai 7%, tertinggi untuk beberapa tahun terakhir. Inilah yang kita inginkan, investasi tumbuh cepatan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi itu sendiri,&quot; ujar Bambang saat membuka Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017 di Jakarta, Rabu.

Bambang menyebut, sektor konstruksi yang juga tumbuh 7% dan sektor manufaktur tumbuh di atas 4%, juga menunjukkan hal yang positif kendati masih banyak hal yang perlu diperbaiki karena manufaktur merupakan sektor terbesar yang diharapkan dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi domestik.

&quot;Kalau investasi tumbuh 7%, di sektornya manufaktur tumbuh 4% sekian dan konstruksi tumbuh 7%, artinya sudah mulai banyak investasi ke sektor konstruksi, baik properti maupun infrastruktur. Kita sudah mulai melihat denyut investasi infrastruktur tidak hanya dari pemerintah tapi juga dari swasta,&quot; kata Bambang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia menurut pengeluaran pada triwulan III-2017 tumbuh mencapai 5,06% secara tahunan (year-on-year/yoy) yang peningkatannya didorong oleh semua komponen.

Seluruh komponen PDB pengeluaran tumbuh positif. Pertumbuhan yang tertinggi adalah ekspor yaitu 17,27%. Investasi yang ditunjukkan dengan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 7,11 persen. Sedangkan konsumsi Rumah Tangga (RT) tumbuh 4,93%. Sedangkan konsumsi pemerintah paliing rendah pertumbuhannya yaitu 3,46%.

Secara keseluruhan, struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran pada triwulan III-2017 masih didominasi komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang mencapai 55,68% dari PDB.

Komponen lain yang berkontribusi besar yaitu pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi sebesar 31,87%, ekspor barang dan jasa 20,50%, dan pengeluaran konsumsi pemerintah 8,80%.

BPS mencatat perekonomian Indonesia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku triwulan III-2017 mencapai Rp3.502,3 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.551,5 triliun.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi mulai terlihat kendati pada triwulan III-2017 pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 5,06%.

&quot;Pertumbuhan 5,06% mungkin tidak sesuai harapan, tapi ada beberapa bagian dari data tersebut yang sangat menarik. Investasi tumbuh sampai 7%, tertinggi untuk beberapa tahun terakhir. Inilah yang kita inginkan, investasi tumbuh cepatan dan mempercepat pertumbuhan ekonomi itu sendiri,&quot; ujar Bambang saat membuka Indonesia Infrastructure Week (IIW) 2017 di Jakarta, Rabu.

Bambang menyebut, sektor konstruksi yang juga tumbuh 7% dan sektor manufaktur tumbuh di atas 4%, juga menunjukkan hal yang positif kendati masih banyak hal yang perlu diperbaiki karena manufaktur merupakan sektor terbesar yang diharapkan dapat mengangkat pertumbuhan ekonomi domestik.

&quot;Kalau investasi tumbuh 7%, di sektornya manufaktur tumbuh 4% sekian dan konstruksi tumbuh 7%, artinya sudah mulai banyak investasi ke sektor konstruksi, baik properti maupun infrastruktur. Kita sudah mulai melihat denyut investasi infrastruktur tidak hanya dari pemerintah tapi juga dari swasta,&quot; kata Bambang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia menurut pengeluaran pada triwulan III-2017 tumbuh mencapai 5,06% secara tahunan (year-on-year/yoy) yang peningkatannya didorong oleh semua komponen.

Seluruh komponen PDB pengeluaran tumbuh positif. Pertumbuhan yang tertinggi adalah ekspor yaitu 17,27%. Investasi yang ditunjukkan dengan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 7,11 persen. Sedangkan konsumsi Rumah Tangga (RT) tumbuh 4,93%. Sedangkan konsumsi pemerintah paliing rendah pertumbuhannya yaitu 3,46%.

Secara keseluruhan, struktur PDB Indonesia menurut pengeluaran pada triwulan III-2017 masih didominasi komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga yang mencapai 55,68% dari PDB.

Komponen lain yang berkontribusi besar yaitu pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi sebesar 31,87%, ekspor barang dan jasa 20,50%, dan pengeluaran konsumsi pemerintah 8,80%.

BPS mencatat perekonomian Indonesia berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku triwulan III-2017 mencapai Rp3.502,3 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.551,5 triliun.
</content:encoded></item></channel></rss>
