<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Turun Rp2 Triliun, Tahun Depan Astra Gelontorkan Capex Maksimal Rp15 Triliun   </title><description>Angka ini, lebih rendah dibandingkan capex selama beberapa tahun sekira Rp17 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/09/278/1811436/turun-rp2-triliun-tahun-depan-astra-gelontorkan-capex-maksimal-rp15-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/09/278/1811436/turun-rp2-triliun-tahun-depan-astra-gelontorkan-capex-maksimal-rp15-triliun"/><item><title>Turun Rp2 Triliun, Tahun Depan Astra Gelontorkan Capex Maksimal Rp15 Triliun   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/09/278/1811436/turun-rp2-triliun-tahun-depan-astra-gelontorkan-capex-maksimal-rp15-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/09/278/1811436/turun-rp2-triliun-tahun-depan-astra-gelontorkan-capex-maksimal-rp15-triliun</guid><pubDate>Kamis 09 November 2017 19:10 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/09/278/1811436/turun-rp2-triliun-tahun-depan-astra-gelontorkan-capex-maksimal-rp15-triliun-KAEonfiLfE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Head of Investor Relations Division ASII Tira Ardianti </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/09/278/1811436/turun-rp2-triliun-tahun-depan-astra-gelontorkan-capex-maksimal-rp15-triliun-KAEonfiLfE.jpg</image><title>Head of Investor Relations Division ASII Tira Ardianti </title></images><description>JAKARTA - PT Astra Internasional Tbk (ASII) memperkirakan belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan pada 2018 sebesar Rp14 triliun hingga Rp15 triliun. Angka ini, lebih rendah dibandingkan capex selama beberapa tahun sekira Rp17 triliun.

&quot;Tahun depan Rp14 triliun-Rp15 triliun. Range itu untuk konsolidasi,&quot; kata Head of Investor Relations Division ASII Tira Ardianti dalam Workshop Wartawan Pasar Modal 2017 di Cianjur, Kamis (9/11/2017).

Dia mengatakan, sumber pendanaan untuk belanja modal konsolidasi berasal dari dana internal perseroan. Namun tak menutup kemungkinan, jika dibutuhkan pihaknya akan menggalang dana dari perbankan. &quot;Saat ini kalau kita lihat periode 9 bulan 2017 itu Astra secara konsolidasi masih nett cash Rp1,2 triliun,&quot; jelasnya.

&quot;Kalau dari cash internal mencukupi untuk beberapa projek, itu kita gunakan internal itu. Kalau kita butuh pendanaan dari bank, fasilitasnya udah ada karena debt kita itu di-consider room-nya masih cukup bisa ditingkatkan. Tapi Astra dalam mengelola neracanya memang selalu hati-hati. Kalau kita enggak perlu ngutang, kita enggak perlu ngutang,&quot; jelasnya.

Sementara itu, capex yang telah terserap oleh perseroan hingga September 2017 adalah sebesar Rp10,8 triliun. Hingga akhir tahun diproyeksikan capex akan tembus di angka Rp17 triliun.

&quot;Capex bisa digunakan untuk, pertama, kalau kita lihat struktur capex Astra yang Rp10,8 triliun itu tahun ini besar karena United Tractors mulai membeli kembali alat-alat berat untuk bisnis kontraktor pertambangannya karena kan harus replacement cycle,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Astra Internasional Tbk (ASII) memperkirakan belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan pada 2018 sebesar Rp14 triliun hingga Rp15 triliun. Angka ini, lebih rendah dibandingkan capex selama beberapa tahun sekira Rp17 triliun.

&quot;Tahun depan Rp14 triliun-Rp15 triliun. Range itu untuk konsolidasi,&quot; kata Head of Investor Relations Division ASII Tira Ardianti dalam Workshop Wartawan Pasar Modal 2017 di Cianjur, Kamis (9/11/2017).

Dia mengatakan, sumber pendanaan untuk belanja modal konsolidasi berasal dari dana internal perseroan. Namun tak menutup kemungkinan, jika dibutuhkan pihaknya akan menggalang dana dari perbankan. &quot;Saat ini kalau kita lihat periode 9 bulan 2017 itu Astra secara konsolidasi masih nett cash Rp1,2 triliun,&quot; jelasnya.

&quot;Kalau dari cash internal mencukupi untuk beberapa projek, itu kita gunakan internal itu. Kalau kita butuh pendanaan dari bank, fasilitasnya udah ada karena debt kita itu di-consider room-nya masih cukup bisa ditingkatkan. Tapi Astra dalam mengelola neracanya memang selalu hati-hati. Kalau kita enggak perlu ngutang, kita enggak perlu ngutang,&quot; jelasnya.

Sementara itu, capex yang telah terserap oleh perseroan hingga September 2017 adalah sebesar Rp10,8 triliun. Hingga akhir tahun diproyeksikan capex akan tembus di angka Rp17 triliun.

&quot;Capex bisa digunakan untuk, pertama, kalau kita lihat struktur capex Astra yang Rp10,8 triliun itu tahun ini besar karena United Tractors mulai membeli kembali alat-alat berat untuk bisnis kontraktor pertambangannya karena kan harus replacement cycle,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
