<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perbaikan Infrastruktur Akan Bikin Impor Lebih Lancar, Benarkah?   </title><description>Yang mestinya lebih dulu menikmati hasil dari pembangunan infrastruktur adalah masyarakatnya sendiri,</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/10/320/1812134/perbaikan-infrastruktur-akan-bikin-impor-lebih-lancar-benarkah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/10/320/1812134/perbaikan-infrastruktur-akan-bikin-impor-lebih-lancar-benarkah"/><item><title>Perbaikan Infrastruktur Akan Bikin Impor Lebih Lancar, Benarkah?   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/10/320/1812134/perbaikan-infrastruktur-akan-bikin-impor-lebih-lancar-benarkah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/10/320/1812134/perbaikan-infrastruktur-akan-bikin-impor-lebih-lancar-benarkah</guid><pubDate>Jum'at 10 November 2017 20:42 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/10/320/1812134/perbaikan-infrastruktur-akan-bikin-impor-lebih-lancar-benarkah-DKrL9VCrgr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Infrastruktur. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/10/320/1812134/perbaikan-infrastruktur-akan-bikin-impor-lebih-lancar-benarkah-DKrL9VCrgr.jpg</image><title>Ilustrasi Infrastruktur. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah dianggap perlu memberikan perhatian lebih untuk sektor industri agar pembangunan infrastruktur yang saat ini digiatkan pemerintah mampu berkontribusi positif terhadap perekonomian negara.

&quot;Jadi kalau misalnya pembangunan infrastruktur yang sekarang ini lagi banyak-banyaknya ini tidak diimbangi dengan pembangunan skill sumber daya manusia (SDM), dengan pembangunan industri, ya kita akan kalah juga,&quot; kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Dia menilai bahwa ketika pembangunan infrastruktur telah rampung dikerjakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia, itu tidak serta-merta akan berpengaruh terhadap berkurangnya biaya logistik maupun meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

&quot;Jawabannya belum tentu. Karena kita yang sekarang lagi bangun infrastruktur, yang lagi banyak-banyaknya ini, ternyata negara lain juga senang. Mereka berfikir dengan baiknya infrastruktur ini, mereka bisa impor lebih lancar ke kita,&quot; katatanya.

Baca juga:&amp;nbsp;Percepat Infrastruktur, Menteri Bambang Ingin Naikkan Kelas Swasta

Heri mengingatkan agar hal itu tidak dialami Indonesia. Karena yang mestinya lebih dulu menikmati hasil dari pembangunan infrastruktur adalah masyarakatnya sendiri, dengan cara mempersiapkan sektor industri menjadi lebih baik.

&quot;Harusnya yang memanfaatkan (infrastruktur) ini kita duluan, makanya kita siapin dulu sektor-sektor industrinya, tenaga kerjanya. Sehingga kalau itu infrastruktur sudah jadi bisa kita manfaatkan, dan bisa berdampak untuk ekonomi kita. Jadi harusnya dilakukan berbarengan,&quot; jelasnya.

&amp;nbsp;Baca juga:Indonesia Infrastructure Week 2017, Menteri Bambang: Makin Tinggi Peran Swasta Bangun Infrastruktur

Namun buah hasil dari pembangunan infrastruktur diakuinya tidak bisa dirasakan secara langsung. Butuh waktu yang tidak sebentar agar pembangunan infrastruktur dapat berdampak positif bagi perekonomian negara.

&quot;Infrastruktur yang dibangun ini kan membutuhkan timelack. Dimana kalau infrastruktur sedang dibangun ini enggak langsung berdampak positif pada masyarakat, tapi tunggu dulu sampai jadi,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah dianggap perlu memberikan perhatian lebih untuk sektor industri agar pembangunan infrastruktur yang saat ini digiatkan pemerintah mampu berkontribusi positif terhadap perekonomian negara.

&quot;Jadi kalau misalnya pembangunan infrastruktur yang sekarang ini lagi banyak-banyaknya ini tidak diimbangi dengan pembangunan skill sumber daya manusia (SDM), dengan pembangunan industri, ya kita akan kalah juga,&quot; kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (10/11/2017).

Dia menilai bahwa ketika pembangunan infrastruktur telah rampung dikerjakan secara merata di seluruh wilayah Indonesia, itu tidak serta-merta akan berpengaruh terhadap berkurangnya biaya logistik maupun meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

&quot;Jawabannya belum tentu. Karena kita yang sekarang lagi bangun infrastruktur, yang lagi banyak-banyaknya ini, ternyata negara lain juga senang. Mereka berfikir dengan baiknya infrastruktur ini, mereka bisa impor lebih lancar ke kita,&quot; katatanya.

Baca juga:&amp;nbsp;Percepat Infrastruktur, Menteri Bambang Ingin Naikkan Kelas Swasta

Heri mengingatkan agar hal itu tidak dialami Indonesia. Karena yang mestinya lebih dulu menikmati hasil dari pembangunan infrastruktur adalah masyarakatnya sendiri, dengan cara mempersiapkan sektor industri menjadi lebih baik.

&quot;Harusnya yang memanfaatkan (infrastruktur) ini kita duluan, makanya kita siapin dulu sektor-sektor industrinya, tenaga kerjanya. Sehingga kalau itu infrastruktur sudah jadi bisa kita manfaatkan, dan bisa berdampak untuk ekonomi kita. Jadi harusnya dilakukan berbarengan,&quot; jelasnya.

&amp;nbsp;Baca juga:Indonesia Infrastructure Week 2017, Menteri Bambang: Makin Tinggi Peran Swasta Bangun Infrastruktur

Namun buah hasil dari pembangunan infrastruktur diakuinya tidak bisa dirasakan secara langsung. Butuh waktu yang tidak sebentar agar pembangunan infrastruktur dapat berdampak positif bagi perekonomian negara.

&quot;Infrastruktur yang dibangun ini kan membutuhkan timelack. Dimana kalau infrastruktur sedang dibangun ini enggak langsung berdampak positif pada masyarakat, tapi tunggu dulu sampai jadi,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
