<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Utang Luar Negeri Indonesia Naik 4,5% Jadi USD343 Miliar di Kuartal III</title><description>Utang luar negeri Indonesia selama kuartal III 2017 naik 4,5% dibandingkan periode sama 2016 atau menjadi sebesar USD343,1  miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/17/20/1816111/utang-luar-negeri-indonesia-naik-4-5-jadi-usd343-miliar-di-kuartal-iii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/17/20/1816111/utang-luar-negeri-indonesia-naik-4-5-jadi-usd343-miliar-di-kuartal-iii"/><item><title>Utang Luar Negeri Indonesia Naik 4,5% Jadi USD343 Miliar di Kuartal III</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/17/20/1816111/utang-luar-negeri-indonesia-naik-4-5-jadi-usd343-miliar-di-kuartal-iii</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/17/20/1816111/utang-luar-negeri-indonesia-naik-4-5-jadi-usd343-miliar-di-kuartal-iii</guid><pubDate>Jum'at 17 November 2017 21:33 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/17/20/1816111/utang-luar-negeri-indonesia-naik-4-5-jadi-usd343-miliar-di-kuartal-iii-g06pEBiPT5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/17/20/1816111/utang-luar-negeri-indonesia-naik-4-5-jadi-usd343-miliar-di-kuartal-iii-g06pEBiPT5.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Utang luar negeri Indonesia selama kuartal III 2017 naik 4,5% (year on year/yoy) dibandingkan periode sama 2016 atau menjadi sebesar USD343,1 miliar  karena pertumbuhan utang publik, atau utang pemerintah dan bank sentral, yang naik 8,5%.

Utang swasta juga kembali meningkat, sebesar 0,6% (yoy) dengan sektor penarik utang terbesar yakni di sektor keuangan, industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih (LGA), dan pertambangan dengan porsi 77%, menurut Statistik Utang Luar Negeri yang diumumkan Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Dengan begitu, utang publik di kuartal III ini sebesar USD175,9 miliar dan utang swasta sebesar USD167,2 miliar.

&quot;Pertumbuhan ULN ini juga sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur,&quot; tulis BI dalam laporannya.

Sedangkan, berdasarkan jangka waktu ULN berjangka panjang sebesar 86,2% dari total ULN dan pada akhir triwulan III 2017 yang tumbuh 3,4% (yoy). Angka itu menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 1,5% (yoy).

Adapun ULN berjangka pendek tumbuh 11,6% (yoy) menjadi 44, lebih tinggi dibandingkan dengan akhir triwulan sebelumnya sebesar 10,5% (yoy).

Bank Sentral memandang pergerakan ULN pada triwulan III 2017 masih terjaga. Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir kuartal III 2017 sebesar 34%. Rasio itu menurun jika dibandingkan dengan triwulan III 2016 yang sebesar 36%. Selain itu, rasio utang jangka pendek terhadap total ULN juga relatif stabil di kisaran 13%.

&quot;Kedua rasio ULN tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara dengan kekuatan ekonomi yang sama (peers),&quot; tulis BI.</description><content:encoded>JAKARTA - Utang luar negeri Indonesia selama kuartal III 2017 naik 4,5% (year on year/yoy) dibandingkan periode sama 2016 atau menjadi sebesar USD343,1 miliar  karena pertumbuhan utang publik, atau utang pemerintah dan bank sentral, yang naik 8,5%.

Utang swasta juga kembali meningkat, sebesar 0,6% (yoy) dengan sektor penarik utang terbesar yakni di sektor keuangan, industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih (LGA), dan pertambangan dengan porsi 77%, menurut Statistik Utang Luar Negeri yang diumumkan Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Dengan begitu, utang publik di kuartal III ini sebesar USD175,9 miliar dan utang swasta sebesar USD167,2 miliar.

&quot;Pertumbuhan ULN ini juga sejalan dengan kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur,&quot; tulis BI dalam laporannya.

Sedangkan, berdasarkan jangka waktu ULN berjangka panjang sebesar 86,2% dari total ULN dan pada akhir triwulan III 2017 yang tumbuh 3,4% (yoy). Angka itu menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya yang tumbuh 1,5% (yoy).

Adapun ULN berjangka pendek tumbuh 11,6% (yoy) menjadi 44, lebih tinggi dibandingkan dengan akhir triwulan sebelumnya sebesar 10,5% (yoy).

Bank Sentral memandang pergerakan ULN pada triwulan III 2017 masih terjaga. Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir kuartal III 2017 sebesar 34%. Rasio itu menurun jika dibandingkan dengan triwulan III 2016 yang sebesar 36%. Selain itu, rasio utang jangka pendek terhadap total ULN juga relatif stabil di kisaran 13%.

&quot;Kedua rasio ULN tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara dengan kekuatan ekonomi yang sama (peers),&quot; tulis BI.</content:encoded></item></channel></rss>
