<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   TIPS KARIER: Jadi Karyawan Baru, Jangan Irit Bicara hingga Harus Percaya Diri</title><description>Memulai pekerjaan pertama Anda benar-benar mengerikan. Anda mungkin bersemangat memiliki pekerjaan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/18/320/1816005/tips-karier-jadi-karyawan-baru-jangan-irit-bicara-hingga-harus-percaya-diri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/18/320/1816005/tips-karier-jadi-karyawan-baru-jangan-irit-bicara-hingga-harus-percaya-diri"/><item><title>   TIPS KARIER: Jadi Karyawan Baru, Jangan Irit Bicara hingga Harus Percaya Diri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/18/320/1816005/tips-karier-jadi-karyawan-baru-jangan-irit-bicara-hingga-harus-percaya-diri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/18/320/1816005/tips-karier-jadi-karyawan-baru-jangan-irit-bicara-hingga-harus-percaya-diri</guid><pubDate>Sabtu 18 November 2017 22:38 WIB</pubDate><dc:creator>Efira Tamara Thenu </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/17/320/1816005/tips-karier-jadi-karyawan-baru-jangan-irit-bicara-hingga-harus-percaya-diri-DfN6HJWVBl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/17/320/1816005/tips-karier-jadi-karyawan-baru-jangan-irit-bicara-hingga-harus-percaya-diri-DfN6HJWVBl.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Memulai pekerjaan pertama Anda benar-benar mengerikan. Anda mungkin bersemangat memiliki pekerjaan tetapi juga takut untuk bertemu dengan rekan kerja baru, mempelajari etika di kantor, dan transisi dari kampus ke kantor.

Hari-hari bersantai di tempat tidur dan pergi ke kampus dengan berpakaian apa saja, tertidur di antara kelas bahasa Prancis dan kelas aljabar, dan terjaga sampai pukul 02.00 malam melakukan tugas kemarin sudah berakhir. Itu tidak berlaku dalam dunia kerja yang profesional.

Memulai pekerjaan baru membutuhkan beberapa persiapan dan perubahan gaya hidup. &amp;ldquo;Banyak orang melihat tawaran pekerjaan sebagai akhir, tetapi sesungguhnya itu adalah awal dari yang lain,&amp;rdquo; kata Wakil Presiden Hubungan Masyarakat Rosemary Haefner

Berikut tujuh tips untuk pemula:

1. Berpakaian Rapi agar Berhasil

Dimulai dari membetulkan cara berpakaian Anda. Berpakaianlah yang sesuai dengan pekerjaan Anda. Ingat bahwa kesan pertama akan bertahan selamanya. Jika Anda berpakaian hanya untuk memberi kesan, itu akan benar-benar terjadi. &amp;ldquo;Satu ukuran tidak akan cocok untuk semua,&amp;rdquo; ujar Haefner. &amp;ldquo; Orang berpendapat &amp;lsquo;profesional&amp;rsquo; berarti mengenakan jas, tetapi itu tergantung dari perusahaan atau lapangannya.&amp;rdquo; Haefner mendorong para pekerja baru untuk bertanya pakaian apa yang biasa digunakan sebelum masuk di hari pertama. &amp;ldquo;Anda tentu tidak mau datang dengan jas ketika semua orang menggunakan Jean,&amp;rdquo; jelasnya. Tetapi lebih baik berpakaian sangat rapi pada hari-hari pertama.

2. Tenang
 
&amp;nbsp;
Jika Anda menunjukkan kekhawatiran, Anda tidak akan bisa fokus. Hati-hati dengan kebiasaan cemas Anda dan coba untuk menanganinya. Jika Anda gemetar ketika merasa tegang, batasi pembicaran Anda.

3. Percaya Diri

Jangan sampai narsis, tetapi perlihatkan pada rekan kerja bahwa Anda pantas untuk berada di sana. Jangan ragu untuk menyuarakan pikiran Anda, dan percayalah pada kemampuan Anda untuk berhasil dalam posisi baru Anda. Satu cara untuk menampilkan kepercayaan diri: undang rekan kerja Anda untuk makan siang. Haefner mengatakan taktik ini menunjukan bahwa Anda bukan karyawan yang pendiam.

4. Jadilah Seseorang yang Inovatif

Mulai dari hari pertama, pastikan Anda membawa sesuatu yang baru. Pastikan Anda memberikan gagasan untuk meningkatkan produk atau perusahaan kepada atasan dan rekan kerja Anda. Kebanyakan pekerja baru hanya diam dalam beberapa hari, tetapi Haefner menyarankan untuk langsung menunjukkan diri. &amp;ldquo;Berkontribusilah, atau menawarkan diri untuk melakukan tugas ketika tidak satu orang pun mengangkat tangannya.&amp;rdquo;

5. Pisahkan Kehidupan Pribadi dan Pekerjaan Anda

Anda menetap, hindari menelepon, mengirim email pribadi, atau istirahat terlalu lama. Tunjukan bahwa Anda berdedikasi untuk pekerjaan baru Anda dan sungguh-sungguh terhadap pekerjaan Anda. Jika Anda tidak memiliki hal yang dilakukan, ajukan diri untuk melakukan tugas lain atau membantu rekan kerja yang belum selesai. Tidak hanya mengesankan untuk atasan, hari pun akan terasa cepat.

6. Berkomunikasilah

Selalu siap. Bicara dan bertanya, beri masukan dan laporkan secara berkala kepada atasan Anda. &amp;ldquo;Mendengarkan sama pentingnya dengan berbicara,&amp;rdquo; kata Haefner. &amp;ldquo;Mulai percakapan dengan atasan Anda mengenai pekerjaan Anda.&amp;rdquo;

7. Tantang Diri Anda

Hanya karena Anda belajar sebelum wawancara bukan berarti Anda sudah cukup tahu untuk sukses di sana. Haefner mengatakan, butuh waktu untuk mengetahui perusahaan, tetapi memang penting untuk mempelajarinya, lihat pekerjaan lama dan lihat apa yang berhasil untuk perusahaan atau tim dulu. Sekali Anda mendapatkan kesempatan untuk jadi dikenal oleh lingkungan kerja Anda, evaluasi lingkungan kerja, perhatikan karyawan lama, dan cari tahu aturan perusahaan, alur kerja dan tujuan, Anda haru menyusun pencapaian untuk diri Anda.
Menjalani hari-hari, Minggu, dan bulan pertama di pekerjaan baru memang sulit, tetapi ingat untuk tetap fokus terhadap apa yang Anda inginkan untuk mendapat pengalaman.</description><content:encoded>JAKARTA - Memulai pekerjaan pertama Anda benar-benar mengerikan. Anda mungkin bersemangat memiliki pekerjaan tetapi juga takut untuk bertemu dengan rekan kerja baru, mempelajari etika di kantor, dan transisi dari kampus ke kantor.

Hari-hari bersantai di tempat tidur dan pergi ke kampus dengan berpakaian apa saja, tertidur di antara kelas bahasa Prancis dan kelas aljabar, dan terjaga sampai pukul 02.00 malam melakukan tugas kemarin sudah berakhir. Itu tidak berlaku dalam dunia kerja yang profesional.

Memulai pekerjaan baru membutuhkan beberapa persiapan dan perubahan gaya hidup. &amp;ldquo;Banyak orang melihat tawaran pekerjaan sebagai akhir, tetapi sesungguhnya itu adalah awal dari yang lain,&amp;rdquo; kata Wakil Presiden Hubungan Masyarakat Rosemary Haefner

Berikut tujuh tips untuk pemula:

1. Berpakaian Rapi agar Berhasil

Dimulai dari membetulkan cara berpakaian Anda. Berpakaianlah yang sesuai dengan pekerjaan Anda. Ingat bahwa kesan pertama akan bertahan selamanya. Jika Anda berpakaian hanya untuk memberi kesan, itu akan benar-benar terjadi. &amp;ldquo;Satu ukuran tidak akan cocok untuk semua,&amp;rdquo; ujar Haefner. &amp;ldquo; Orang berpendapat &amp;lsquo;profesional&amp;rsquo; berarti mengenakan jas, tetapi itu tergantung dari perusahaan atau lapangannya.&amp;rdquo; Haefner mendorong para pekerja baru untuk bertanya pakaian apa yang biasa digunakan sebelum masuk di hari pertama. &amp;ldquo;Anda tentu tidak mau datang dengan jas ketika semua orang menggunakan Jean,&amp;rdquo; jelasnya. Tetapi lebih baik berpakaian sangat rapi pada hari-hari pertama.

2. Tenang
 
&amp;nbsp;
Jika Anda menunjukkan kekhawatiran, Anda tidak akan bisa fokus. Hati-hati dengan kebiasaan cemas Anda dan coba untuk menanganinya. Jika Anda gemetar ketika merasa tegang, batasi pembicaran Anda.

3. Percaya Diri

Jangan sampai narsis, tetapi perlihatkan pada rekan kerja bahwa Anda pantas untuk berada di sana. Jangan ragu untuk menyuarakan pikiran Anda, dan percayalah pada kemampuan Anda untuk berhasil dalam posisi baru Anda. Satu cara untuk menampilkan kepercayaan diri: undang rekan kerja Anda untuk makan siang. Haefner mengatakan taktik ini menunjukan bahwa Anda bukan karyawan yang pendiam.

4. Jadilah Seseorang yang Inovatif

Mulai dari hari pertama, pastikan Anda membawa sesuatu yang baru. Pastikan Anda memberikan gagasan untuk meningkatkan produk atau perusahaan kepada atasan dan rekan kerja Anda. Kebanyakan pekerja baru hanya diam dalam beberapa hari, tetapi Haefner menyarankan untuk langsung menunjukkan diri. &amp;ldquo;Berkontribusilah, atau menawarkan diri untuk melakukan tugas ketika tidak satu orang pun mengangkat tangannya.&amp;rdquo;

5. Pisahkan Kehidupan Pribadi dan Pekerjaan Anda

Anda menetap, hindari menelepon, mengirim email pribadi, atau istirahat terlalu lama. Tunjukan bahwa Anda berdedikasi untuk pekerjaan baru Anda dan sungguh-sungguh terhadap pekerjaan Anda. Jika Anda tidak memiliki hal yang dilakukan, ajukan diri untuk melakukan tugas lain atau membantu rekan kerja yang belum selesai. Tidak hanya mengesankan untuk atasan, hari pun akan terasa cepat.

6. Berkomunikasilah

Selalu siap. Bicara dan bertanya, beri masukan dan laporkan secara berkala kepada atasan Anda. &amp;ldquo;Mendengarkan sama pentingnya dengan berbicara,&amp;rdquo; kata Haefner. &amp;ldquo;Mulai percakapan dengan atasan Anda mengenai pekerjaan Anda.&amp;rdquo;

7. Tantang Diri Anda

Hanya karena Anda belajar sebelum wawancara bukan berarti Anda sudah cukup tahu untuk sukses di sana. Haefner mengatakan, butuh waktu untuk mengetahui perusahaan, tetapi memang penting untuk mempelajarinya, lihat pekerjaan lama dan lihat apa yang berhasil untuk perusahaan atau tim dulu. Sekali Anda mendapatkan kesempatan untuk jadi dikenal oleh lingkungan kerja Anda, evaluasi lingkungan kerja, perhatikan karyawan lama, dan cari tahu aturan perusahaan, alur kerja dan tujuan, Anda haru menyusun pencapaian untuk diri Anda.
Menjalani hari-hari, Minggu, dan bulan pertama di pekerjaan baru memang sulit, tetapi ingat untuk tetap fokus terhadap apa yang Anda inginkan untuk mendapat pengalaman.</content:encoded></item></channel></rss>
