<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Akuisisi Perusahaan, Anabatic Siapkan Belanja Modal Rp100 Miliar Tahun Depan</title><description>PT Anabatic Technologies Tbk mengalokasikan anggaran belanja modal  (capital expenditure/capex) lebih dari Rp100 miliar tahun depan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/20/278/1817449/akuisisi-perusahaan-anabatic-siapkan-belanja-modal-rp100-miliar-tahun-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/20/278/1817449/akuisisi-perusahaan-anabatic-siapkan-belanja-modal-rp100-miliar-tahun-depan"/><item><title>Akuisisi Perusahaan, Anabatic Siapkan Belanja Modal Rp100 Miliar Tahun Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/20/278/1817449/akuisisi-perusahaan-anabatic-siapkan-belanja-modal-rp100-miliar-tahun-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/20/278/1817449/akuisisi-perusahaan-anabatic-siapkan-belanja-modal-rp100-miliar-tahun-depan</guid><pubDate>Senin 20 November 2017 20:48 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/20/278/1817449/akuisisi-perusahaan-anabatic-siapkan-belanja-modal-rp100-miliar-tahun-depan-mAwdO8KxW6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/20/278/1817449/akuisisi-perusahaan-anabatic-siapkan-belanja-modal-rp100-miliar-tahun-depan-mAwdO8KxW6.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan jasa pelayanan digital, PT Anabatic Technologies Tbk mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) lebih dari Rp100 miliar tahun depan. Nilai capex tahun depan lebih tinggi dibandingkan capex tahun ini yang nilainya maksimal Rp100 miliar, lantaran kebutuhan operasional serta ekspansi usaha perseroan makin agresif.

&quot;Kebutuhan tahun depan tampaknya akan lebih tinggi, Jadi, kami menganggarkan belanja modal lebih dari Rp100 miliar,&quot; kata Presiden Direktur Anabatic, Handojo Sutjipto di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Sumber pendanaan belanja modal, kata Handojo, sekitar 20% dari dari kas internal, sedangkan sisanya 80% dari eksternal. Bertambahnya angka capex itu, dikarenakan perseroan dengan kode ATIC ini akan melakukan akusisi. Namun, Handojo masih enggan menyebutkan perusahaan yang menjadi incaran.
Baca juga: Pendapatan Capai Rp3,14 Triliun, Anabatic Technologies Kantongi Laba Bersih Rp13,35 Miliar
&quot;Pastinya perusahaaan yang juga sama bergerak di digital banking,&quot; kata dia.

Hingga September, lanjut Handojo, perusahaan baru memakai belanja modal sekitar Rp50 miliar dari total yang dianggarkan mencapai Rp100 miliar.

Selain itu untuk pembelian alat - alat penunjang bisnis, dana juga telah digunakan untuk mengakuisisi tiga perusahaan pada bulan Juni lalu dengan total nilai akuisisi Rp30 miliar.

&quot;Terkait aksi korporasi masih kami kaji, bisa nanti terbitkan bond dan bisa juga rights issue, tapi masih kami bicarakan dengan pemegang saham terkait mekanisme yang tepat,&quot; ujarnya.

Dari sisi kinerja keuangan, Handojo optimistis perusahaan akan mencatat kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan tahun 2016. Penjualan diperkirakan akan meningkat sebesar 10% begitu pula dengan laba bersih pada tahun ini.

&quot;Kontribusinya masih sama, mungkin paling besar atau sekitar 60% dari lini bisnis Mission Critical Digital Solution (MCDC). Sisanya sekitar 20%-25% dari total penjualan perseroan disumbang dari Digital Enriched Outstanding Service (DEOS), dan yang sekitar 20%-25% akan berasal dari lini bisnis perusahaan yang cloud &amp;amp; Digital Platform Partner (CDPP),&quot; tukas dia</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan jasa pelayanan digital, PT Anabatic Technologies Tbk mengalokasikan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) lebih dari Rp100 miliar tahun depan. Nilai capex tahun depan lebih tinggi dibandingkan capex tahun ini yang nilainya maksimal Rp100 miliar, lantaran kebutuhan operasional serta ekspansi usaha perseroan makin agresif.

&quot;Kebutuhan tahun depan tampaknya akan lebih tinggi, Jadi, kami menganggarkan belanja modal lebih dari Rp100 miliar,&quot; kata Presiden Direktur Anabatic, Handojo Sutjipto di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Sumber pendanaan belanja modal, kata Handojo, sekitar 20% dari dari kas internal, sedangkan sisanya 80% dari eksternal. Bertambahnya angka capex itu, dikarenakan perseroan dengan kode ATIC ini akan melakukan akusisi. Namun, Handojo masih enggan menyebutkan perusahaan yang menjadi incaran.
Baca juga: Pendapatan Capai Rp3,14 Triliun, Anabatic Technologies Kantongi Laba Bersih Rp13,35 Miliar
&quot;Pastinya perusahaaan yang juga sama bergerak di digital banking,&quot; kata dia.

Hingga September, lanjut Handojo, perusahaan baru memakai belanja modal sekitar Rp50 miliar dari total yang dianggarkan mencapai Rp100 miliar.

Selain itu untuk pembelian alat - alat penunjang bisnis, dana juga telah digunakan untuk mengakuisisi tiga perusahaan pada bulan Juni lalu dengan total nilai akuisisi Rp30 miliar.

&quot;Terkait aksi korporasi masih kami kaji, bisa nanti terbitkan bond dan bisa juga rights issue, tapi masih kami bicarakan dengan pemegang saham terkait mekanisme yang tepat,&quot; ujarnya.

Dari sisi kinerja keuangan, Handojo optimistis perusahaan akan mencatat kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan tahun 2016. Penjualan diperkirakan akan meningkat sebesar 10% begitu pula dengan laba bersih pada tahun ini.

&quot;Kontribusinya masih sama, mungkin paling besar atau sekitar 60% dari lini bisnis Mission Critical Digital Solution (MCDC). Sisanya sekitar 20%-25% dari total penjualan perseroan disumbang dari Digital Enriched Outstanding Service (DEOS), dan yang sekitar 20%-25% akan berasal dari lini bisnis perusahaan yang cloud &amp;amp; Digital Platform Partner (CDPP),&quot; tukas dia</content:encoded></item></channel></rss>
