<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terapkan Digital, Bos BCA: Bakal Ada Pegawai yang 'Tersingkir'</title><description>Perkembangan industri keuangan berbasis teknologi (financial technology/fintech) di Indonesia kian menjamur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/20/320/1817474/terapkan-digital-bos-bca-bakal-ada-pegawai-yang-tersingkir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/20/320/1817474/terapkan-digital-bos-bca-bakal-ada-pegawai-yang-tersingkir"/><item><title>Terapkan Digital, Bos BCA: Bakal Ada Pegawai yang 'Tersingkir'</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/20/320/1817474/terapkan-digital-bos-bca-bakal-ada-pegawai-yang-tersingkir</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/20/320/1817474/terapkan-digital-bos-bca-bakal-ada-pegawai-yang-tersingkir</guid><pubDate>Senin 20 November 2017 21:23 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/20/320/1817474/terapkan-digital-bos-bca-bakal-ada-pegawai-yang-tersingkir-2FGZBopgsZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto Presdir BCA (Yohana/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/20/320/1817474/terapkan-digital-bos-bca-bakal-ada-pegawai-yang-tersingkir-2FGZBopgsZ.jpg</image><title>Foto Presdir BCA (Yohana/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Perkembangan industri keuangan berbasis teknologi (financial technology/fintech) di Indonesia kian menjamur.
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk  (BBCA) Jahja Setiaatmadja menyatakan, saat ini terus mensosialisasikan nasabahnya untuk menggunakan transaksi elektronik sebagai bentuk peralihan ke digitalisasi.
&quot;Tetep kita upayakan geser penggunaan ATM ke internet banking, ini kan edukasi ke masyarakat,&quot; ujarnya di Gedung Menara BCA, Jakarta (20/11/2017).
Dia menyatakan saat ini tengah melakukan tranformasi di internal BCA untuk bergeser dari manual ke digital.
Oleh sebab itu, dikatakan Jahja karyawan harus mampu beradaptasi dengan fintech melalui training yang diberikan koorporasi.
&quot;Karyawan yang biasa manual kalau di-training pasti bisa tapi kalau yang enggak bisa mohon maaf, mau enggak mau harus tersingkirkan,&quot; ujarnya.
Mengenai peralihan ke fintech, Jahja menyatakan saat ini transaksi digital BCA sudah mencapai 97%.
&quot;Sekarang 97% transaksi kita melalui digital, dari cabang hanya 3%. Tetapi 3% itu nilai transaksinya 56%-57%,&quot; ungkapnya.
Lanjutnya, dengan tetap melihat kontribusi cabang yang cukup signifikan, Jahja menyatakan akan tetap mengembangkan kantor cabang.
&quot;Jadi transaksi besar itu masih di cabang. Kita enggak bisa bilang enggak butuh cabang. Kita tetep butuh kembangkan cabang,&quot; tambahnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Perkembangan industri keuangan berbasis teknologi (financial technology/fintech) di Indonesia kian menjamur.
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk  (BBCA) Jahja Setiaatmadja menyatakan, saat ini terus mensosialisasikan nasabahnya untuk menggunakan transaksi elektronik sebagai bentuk peralihan ke digitalisasi.
&quot;Tetep kita upayakan geser penggunaan ATM ke internet banking, ini kan edukasi ke masyarakat,&quot; ujarnya di Gedung Menara BCA, Jakarta (20/11/2017).
Dia menyatakan saat ini tengah melakukan tranformasi di internal BCA untuk bergeser dari manual ke digital.
Oleh sebab itu, dikatakan Jahja karyawan harus mampu beradaptasi dengan fintech melalui training yang diberikan koorporasi.
&quot;Karyawan yang biasa manual kalau di-training pasti bisa tapi kalau yang enggak bisa mohon maaf, mau enggak mau harus tersingkirkan,&quot; ujarnya.
Mengenai peralihan ke fintech, Jahja menyatakan saat ini transaksi digital BCA sudah mencapai 97%.
&quot;Sekarang 97% transaksi kita melalui digital, dari cabang hanya 3%. Tetapi 3% itu nilai transaksinya 56%-57%,&quot; ungkapnya.
Lanjutnya, dengan tetap melihat kontribusi cabang yang cukup signifikan, Jahja menyatakan akan tetap mengembangkan kantor cabang.
&quot;Jadi transaksi besar itu masih di cabang. Kita enggak bisa bilang enggak butuh cabang. Kita tetep butuh kembangkan cabang,&quot; tambahnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
