<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hanya 28% Pria yang Gadaikan Barang, Dirut Pegadaian: Laki-Laki Lebih Senang Utang</title><description>Kaum laki-laki dianggap gengsi untuk mendapatkan pendanaan dari Pegadaian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/21/320/1817870/hanya-28-pria-yang-gadaikan-barang-dirut-pegadaian-laki-laki-lebih-senang-utang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/21/320/1817870/hanya-28-pria-yang-gadaikan-barang-dirut-pegadaian-laki-laki-lebih-senang-utang"/><item><title>Hanya 28% Pria yang Gadaikan Barang, Dirut Pegadaian: Laki-Laki Lebih Senang Utang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/21/320/1817870/hanya-28-pria-yang-gadaikan-barang-dirut-pegadaian-laki-laki-lebih-senang-utang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/21/320/1817870/hanya-28-pria-yang-gadaikan-barang-dirut-pegadaian-laki-laki-lebih-senang-utang</guid><pubDate>Selasa 21 November 2017 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/21/320/1817870/hanya-28-pria-yang-gadaikan-barang-dirut-pegadaian-laki-laki-lebih-senang-utang-qSIL4bmr1c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/21/320/1817870/hanya-28-pria-yang-gadaikan-barang-dirut-pegadaian-laki-laki-lebih-senang-utang-qSIL4bmr1c.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Masyarakat yang dominan menggadaikan barangnya untuk mendapatkan pinjaman jika dilihat dari jenis kelaminnya didominasi oleh kaum perempuan. Kaum laki-laki dianggap gengsi untuk mendapatkan pendanaan dari Pegadaian.
Direktur Utama Pegadaian Sunarso memaparkan, dari 9,5 juta nasabah Pegadaian, 72% adalah perempuan, sementara laki-laki hanya 28%. Laki-laki dianggap malu-malu untuk datang ke jasa penggadaian ketimbang perempuan.
&quot;Siapa yang malu-malu siapa yang enggak? Ternyata yang malu itu cowok, ke Pegadaian malu itu dia, karena dari 9,5 juta nasabah ini yang laki-laki hanya 28%, yang perempuan 72%. Berarti sudah jelas lebih paham tentang nilai ini perempuan daripada laki-laki. Kalau laki-laki lebih senang ngutang,&quot; kata dia di Jakarta, Selasa (21/11/2017).
Baca Juga: Terfavorit, 95% Nasabah Pegadaian Gadaikan Emas
Padahal, kata dia mengagunkan barang ke jasa penggadaian tidak semata hanya untuk mendapatkan dana. 'Menyekolahkan' barang ke Pegadaian dinilainya juga bisa bertujuan untuk mengamankan barang berharga.
&quot;Ke Pegadaian kan enggak perlu butuh duit sebenarnya. Kadang-kadang butuh mensertifikatkan barang berharga atau mungkin cuma butuh sekedar daripada saya bawa barang kita tinggal saja di Pegadaian. Nanti saya bawa duit, duit masuk rekening aman,&quot; paparnya.
Baca Juga: Catat Pendapatan Rp8,67 Triliun, Pegadaian Torehkan Laba Rp2,82 Triliun
Sementara itu, dilihat dari segi usia, kata dia, nasabah yang mayoritas menggadaikan barang bukan didominasi oleh orang-orang tua atau manusia lanjut usia (manula).
&quot;Dari sisi umur Alhamdulillah, Pegadaian nasabahnya itu bukan yang manula (manusia lanjut usia), bukan. Mayoritas adalah di bawah 54 (tahun) lho. 45 sampai 54 itu 21% ditambah 33% (nasabah usia 35-44) ini saja sudah 54% (jumlahnya),&quot; lanjutnya.
Dia menambahkan, untuk nasabah berusia 25 ada sebanyak 6% dan usia 25-34 ada sebanyak 26%. &quot;Jadi ternyata yang pergi ke Pegadaian adalah usia-usia produktif,&quot; tandasnya. (kmj)
</description><content:encoded>JAKARTA - Masyarakat yang dominan menggadaikan barangnya untuk mendapatkan pinjaman jika dilihat dari jenis kelaminnya didominasi oleh kaum perempuan. Kaum laki-laki dianggap gengsi untuk mendapatkan pendanaan dari Pegadaian.
Direktur Utama Pegadaian Sunarso memaparkan, dari 9,5 juta nasabah Pegadaian, 72% adalah perempuan, sementara laki-laki hanya 28%. Laki-laki dianggap malu-malu untuk datang ke jasa penggadaian ketimbang perempuan.
&quot;Siapa yang malu-malu siapa yang enggak? Ternyata yang malu itu cowok, ke Pegadaian malu itu dia, karena dari 9,5 juta nasabah ini yang laki-laki hanya 28%, yang perempuan 72%. Berarti sudah jelas lebih paham tentang nilai ini perempuan daripada laki-laki. Kalau laki-laki lebih senang ngutang,&quot; kata dia di Jakarta, Selasa (21/11/2017).
Baca Juga: Terfavorit, 95% Nasabah Pegadaian Gadaikan Emas
Padahal, kata dia mengagunkan barang ke jasa penggadaian tidak semata hanya untuk mendapatkan dana. 'Menyekolahkan' barang ke Pegadaian dinilainya juga bisa bertujuan untuk mengamankan barang berharga.
&quot;Ke Pegadaian kan enggak perlu butuh duit sebenarnya. Kadang-kadang butuh mensertifikatkan barang berharga atau mungkin cuma butuh sekedar daripada saya bawa barang kita tinggal saja di Pegadaian. Nanti saya bawa duit, duit masuk rekening aman,&quot; paparnya.
Baca Juga: Catat Pendapatan Rp8,67 Triliun, Pegadaian Torehkan Laba Rp2,82 Triliun
Sementara itu, dilihat dari segi usia, kata dia, nasabah yang mayoritas menggadaikan barang bukan didominasi oleh orang-orang tua atau manusia lanjut usia (manula).
&quot;Dari sisi umur Alhamdulillah, Pegadaian nasabahnya itu bukan yang manula (manusia lanjut usia), bukan. Mayoritas adalah di bawah 54 (tahun) lho. 45 sampai 54 itu 21% ditambah 33% (nasabah usia 35-44) ini saja sudah 54% (jumlahnya),&quot; lanjutnya.
Dia menambahkan, untuk nasabah berusia 25 ada sebanyak 6% dan usia 25-34 ada sebanyak 26%. &quot;Jadi ternyata yang pergi ke Pegadaian adalah usia-usia produktif,&quot; tandasnya. (kmj)
</content:encoded></item></channel></rss>
