<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Obligasi Perdana KAI di Pasar Modal Kelebihan Permintaan 2,5 Kali</title><description>Pada proses book building, obligasi I KAI mendapatkan respons yang sangat baik dari masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/22/278/1818347/obligasi-perdana-kai-di-pasar-modal-kelebihan-permintaan-2-5-kali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/22/278/1818347/obligasi-perdana-kai-di-pasar-modal-kelebihan-permintaan-2-5-kali"/><item><title>Obligasi Perdana KAI di Pasar Modal Kelebihan Permintaan 2,5 Kali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/22/278/1818347/obligasi-perdana-kai-di-pasar-modal-kelebihan-permintaan-2-5-kali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/22/278/1818347/obligasi-perdana-kai-di-pasar-modal-kelebihan-permintaan-2-5-kali</guid><pubDate>Rabu 22 November 2017 09:47 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/22/278/1818347/obligasi-perdana-kai-di-pasar-modal-kelebihan-permintaan-2-5-kali-7mZ6naeMgZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ulfa/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/22/278/1818347/obligasi-perdana-kai-di-pasar-modal-kelebihan-permintaan-2-5-kali-7mZ6naeMgZ.jpg</image><title>Foto: Ulfa/Okezone</title></images><description>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) hari ini mencatatkan Obligasi I yang merupakan obligasi perdana KAI di pasar modal senilai Rp2 triliun. Pada proses book building, obligasi I KAI mendapatkan respons yang sangat baik dari masyarakat dengan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe sebanyak 2,5 kali atau secara total Rp5,2 triliun.&amp;nbsp;
Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo menjelaskan, Obligasi I KAI ini dibagi menjadi dua seri di mana Seri A berjangka waktu 5 tahun dengan tingkat kupon obligasi 7,75% per tahun. Sedangkan Seri B berjangka waktu 7 tahun dengan tingkat kupon obligasi 8,25% per tahun. Didiek mengatakan bahwa penerbitan obligasi ini merupakan upaya perseroan untuk menguatkan struktur permodalan.&amp;nbsp;
&quot;Di tengah padatnya penugasan dan besarnya skala proyek yang sedang dikerjakan atau akan dikerjakan oleh KAI,&amp;nbsp; tentu membutuhkan modal besar untuk mendanai proyek. Sehingga, optimasi permodalan sangat dibutuhkan,&quot; ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (22/11/2017).&amp;nbsp;
Baca Juga: China-Laos Akan Terhubung Kereta Api di 2021
Dana hasil penerbitan obligasi ini nantinya, lanjut Didiek, sebesar 55% akan digunakan untuk penyelesaian proyek KA Bandara Soetta, sedangkan sisanya sebanyak 45% akan digunakan untuk pengadaan kereta.&amp;nbsp;
&quot;Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan level angkutan penumpang, dan untuk mempertahankan serta meningkatkan pangsa pasar angkutan penumpang,&quot; kata dia.&amp;nbsp;
Obligasi I KAI telah mendapatkan peringkat idAAA atau Triple A dengan outlook stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Dalam penerbitan obligasi I ini KAI telah menunjuk joint lead underwriter (JLU) di antaranya PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas dan PT BCA Sekuritas.&amp;nbsp;
Baca Juga: Teliti, Kemenhub Bakal Rekrut Konsultan Kaji Prastudi Kereta Api Jakarta-Surabaya
Selama lima tahun terakhir dari tahun 2012 hingga tahun 2016, KAI mencatatkan pertumbuhan pendapatan dengan CAGR sebesar 20,04% dan rata-rata pertumbuhan laba bersih dengan CAGR sebesar 24,41% . Di samping itu, berdasarkan laporan posisi keuangan, KAI mengalami peningkatan jumlah aset dengan CAGR sebesar 29,41% serta diiringi pertumbuhan ekuitas dengan CAGR sebesar 16,22% .&amp;nbsp;
Pada posisi triwulan III Tahun 2017, total aset KAI mencapai Rp28 triliun dan KAI mampu mencatatkan pertumbuhan total aset sebesar 11,37%, pertumbuhan total liabilitas sebesar 11,13% dan pertumbuhan total ekuitas sebesar 11,75%. Jika dibandingkan dengan periode 30 September 2016, KAI mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20,55% dan pertumbuhan laba bersih hingga 47,32%.&amp;nbsp;
Beberapa proyek yang saat ini sedang ditangani oleh KAI di antaranya pembangunan KA Bandara Soekarno-Hatta melalui Perpres No. 83 Tahun 2011, dengan target pengoperasian di awal Tahun 2018. Selain itu KAI juga mendapatkan penugasan dari Pemerintah melalui Perpres No. 49/2017 tentang percepatan penyelenggaraan Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. KAI juga diberikan penugasan melalui Perpres 55/2016 untuk mengoperasikan LRT (Light Rail Transit) di Provinsi Sumatera Selatan.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) hari ini mencatatkan Obligasi I yang merupakan obligasi perdana KAI di pasar modal senilai Rp2 triliun. Pada proses book building, obligasi I KAI mendapatkan respons yang sangat baik dari masyarakat dengan mengalami kelebihan permintaan atau oversubscribe sebanyak 2,5 kali atau secara total Rp5,2 triliun.&amp;nbsp;
Direktur Keuangan KAI Didiek Hartantyo menjelaskan, Obligasi I KAI ini dibagi menjadi dua seri di mana Seri A berjangka waktu 5 tahun dengan tingkat kupon obligasi 7,75% per tahun. Sedangkan Seri B berjangka waktu 7 tahun dengan tingkat kupon obligasi 8,25% per tahun. Didiek mengatakan bahwa penerbitan obligasi ini merupakan upaya perseroan untuk menguatkan struktur permodalan.&amp;nbsp;
&quot;Di tengah padatnya penugasan dan besarnya skala proyek yang sedang dikerjakan atau akan dikerjakan oleh KAI,&amp;nbsp; tentu membutuhkan modal besar untuk mendanai proyek. Sehingga, optimasi permodalan sangat dibutuhkan,&quot; ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (22/11/2017).&amp;nbsp;
Baca Juga: China-Laos Akan Terhubung Kereta Api di 2021
Dana hasil penerbitan obligasi ini nantinya, lanjut Didiek, sebesar 55% akan digunakan untuk penyelesaian proyek KA Bandara Soetta, sedangkan sisanya sebanyak 45% akan digunakan untuk pengadaan kereta.&amp;nbsp;
&quot;Tujuannya untuk meningkatkan pelayanan level angkutan penumpang, dan untuk mempertahankan serta meningkatkan pangsa pasar angkutan penumpang,&quot; kata dia.&amp;nbsp;
Obligasi I KAI telah mendapatkan peringkat idAAA atau Triple A dengan outlook stable dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Dalam penerbitan obligasi I ini KAI telah menunjuk joint lead underwriter (JLU) di antaranya PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, PT Bahana Sekuritas dan PT BCA Sekuritas.&amp;nbsp;
Baca Juga: Teliti, Kemenhub Bakal Rekrut Konsultan Kaji Prastudi Kereta Api Jakarta-Surabaya
Selama lima tahun terakhir dari tahun 2012 hingga tahun 2016, KAI mencatatkan pertumbuhan pendapatan dengan CAGR sebesar 20,04% dan rata-rata pertumbuhan laba bersih dengan CAGR sebesar 24,41% . Di samping itu, berdasarkan laporan posisi keuangan, KAI mengalami peningkatan jumlah aset dengan CAGR sebesar 29,41% serta diiringi pertumbuhan ekuitas dengan CAGR sebesar 16,22% .&amp;nbsp;
Pada posisi triwulan III Tahun 2017, total aset KAI mencapai Rp28 triliun dan KAI mampu mencatatkan pertumbuhan total aset sebesar 11,37%, pertumbuhan total liabilitas sebesar 11,13% dan pertumbuhan total ekuitas sebesar 11,75%. Jika dibandingkan dengan periode 30 September 2016, KAI mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20,55% dan pertumbuhan laba bersih hingga 47,32%.&amp;nbsp;
Beberapa proyek yang saat ini sedang ditangani oleh KAI di antaranya pembangunan KA Bandara Soekarno-Hatta melalui Perpres No. 83 Tahun 2011, dengan target pengoperasian di awal Tahun 2018. Selain itu KAI juga mendapatkan penugasan dari Pemerintah melalui Perpres No. 49/2017 tentang percepatan penyelenggaraan Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi. KAI juga diberikan penugasan melalui Perpres 55/2016 untuk mengoperasikan LRT (Light Rail Transit) di Provinsi Sumatera Selatan.</content:encoded></item></channel></rss>
