<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Ekspor Tuna Terhambat</title><description>Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memantau situasi terkini Gunung  Agung, Bali yang dapat memengaruhi distribusi ekspor hasil laut.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/27/320/1821149/aktivitas-gunung-agung-meningkat-ekspor-tuna-terhambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/27/320/1821149/aktivitas-gunung-agung-meningkat-ekspor-tuna-terhambat"/><item><title>Aktivitas Gunung Agung Meningkat, Ekspor Tuna Terhambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/27/320/1821149/aktivitas-gunung-agung-meningkat-ekspor-tuna-terhambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/27/320/1821149/aktivitas-gunung-agung-meningkat-ekspor-tuna-terhambat</guid><pubDate>Senin 27 November 2017 12:21 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/27/320/1821149/aktivitas-gunung-agung-meningkat-ekspor-tuna-terhambat-szbRBj1XU7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Trio/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/27/320/1821149/aktivitas-gunung-agung-meningkat-ekspor-tuna-terhambat-szbRBj1XU7.jpg</image><title>Foto: Trio/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memantau situasi terkini Gunung Agung, Bali yang dapat memengaruhi distribusi ekspor hasil laut. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Agung terus mengalami tremor nonharmoni cukup besar dengan amplitudo 1&amp;ndash;10 mm (dominan 1&amp;ndash;2 mm) hingga Senin dini hari.
Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, Bali merupakan salah satu daerah pengekspor tuna. Akibat situasi Gunung Agung saat ini, aktivitas ekspor tersebut tidak bisa terlaksana. Pasalnya bandara di Bali sudah ditutup menyusul situasi Gunung Agung.
Baca Juga: Makin Langka, KKP Ingin Atur Operasi Penangkapan Ikan Tuna
&quot;Iya dong, kan Bali menjadi salah satu titik ekspor kita untuk tuna. Jadi kalau dia pakai logistik udara terganggu pasti. Nah ini jadi persoalan di kita juga,&quot; paparnya ketika ditemui di Kantor KKP, Jakarta, Senin (27/11/2017).
Otoritas Bandara Internasional Lombok Praya pun telah menutup aktivitas penerbangan di bandara tersebut sampai waktu yang belum ditentukan. Hal ini karena meningkatnya aktivitas Gunung Agung di Bali yang menganggu penerbangan. Maka ekspor hasil laut dari Bali tidak bisa dialihkan melalui Lombok.
Baca Juga: Usaha Penangkapan Ikan Tertutup untuk Asing, Apa Alasannya?
&quot;Kalau berlarut-larut kita lihat nanti asosiasi kayak apa komitmennya dengan negara lain. Kalau misalnya komitmen pengirimannya itu dalam periode tertentu ya harus dialihkan apakah ke Surabaya, nanti kita siapkan kendaraan berpendingin misalnya,&quot; terangnya.
Menurut pantauan pihaknya sejauh ini, jalur darat ke Surabaya terpantau aman. Maka pengalihan ekspor via Surabaya bisa dilakukan dengan aman. &quot;Kan biasanya kayak gitu tuh tidak mengganggu jalur transportasi darat. Kalau udara terganggu karena kalau meletus dia abunya stay di ketinggian tertentu sangat berbahaya ke dunia penerbangan tapi dunia darat kan enggak ada persoalan,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memantau situasi terkini Gunung Agung, Bali yang dapat memengaruhi distribusi ekspor hasil laut. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Agung terus mengalami tremor nonharmoni cukup besar dengan amplitudo 1&amp;ndash;10 mm (dominan 1&amp;ndash;2 mm) hingga Senin dini hari.
Sekretaris Jenderal KKP Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, Bali merupakan salah satu daerah pengekspor tuna. Akibat situasi Gunung Agung saat ini, aktivitas ekspor tersebut tidak bisa terlaksana. Pasalnya bandara di Bali sudah ditutup menyusul situasi Gunung Agung.
Baca Juga: Makin Langka, KKP Ingin Atur Operasi Penangkapan Ikan Tuna
&quot;Iya dong, kan Bali menjadi salah satu titik ekspor kita untuk tuna. Jadi kalau dia pakai logistik udara terganggu pasti. Nah ini jadi persoalan di kita juga,&quot; paparnya ketika ditemui di Kantor KKP, Jakarta, Senin (27/11/2017).
Otoritas Bandara Internasional Lombok Praya pun telah menutup aktivitas penerbangan di bandara tersebut sampai waktu yang belum ditentukan. Hal ini karena meningkatnya aktivitas Gunung Agung di Bali yang menganggu penerbangan. Maka ekspor hasil laut dari Bali tidak bisa dialihkan melalui Lombok.
Baca Juga: Usaha Penangkapan Ikan Tertutup untuk Asing, Apa Alasannya?
&quot;Kalau berlarut-larut kita lihat nanti asosiasi kayak apa komitmennya dengan negara lain. Kalau misalnya komitmen pengirimannya itu dalam periode tertentu ya harus dialihkan apakah ke Surabaya, nanti kita siapkan kendaraan berpendingin misalnya,&quot; terangnya.
Menurut pantauan pihaknya sejauh ini, jalur darat ke Surabaya terpantau aman. Maka pengalihan ekspor via Surabaya bisa dilakukan dengan aman. &quot;Kan biasanya kayak gitu tuh tidak mengganggu jalur transportasi darat. Kalau udara terganggu karena kalau meletus dia abunya stay di ketinggian tertentu sangat berbahaya ke dunia penerbangan tapi dunia darat kan enggak ada persoalan,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
