<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Sri Mulyani Minta BI Jaga Sektor Keuangan</title><description>Gubernur Bank Indonesia (BI) memaparkan kondisi perekonomian Indonesia serta tantangan di tahun-tahun mendatang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/29/20/1822374/dorong-pertumbuhan-ekonomi-sri-mulyani-minta-bi-jaga-sektor-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/29/20/1822374/dorong-pertumbuhan-ekonomi-sri-mulyani-minta-bi-jaga-sektor-keuangan"/><item><title>Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Sri Mulyani Minta BI Jaga Sektor Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/29/20/1822374/dorong-pertumbuhan-ekonomi-sri-mulyani-minta-bi-jaga-sektor-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/29/20/1822374/dorong-pertumbuhan-ekonomi-sri-mulyani-minta-bi-jaga-sektor-keuangan</guid><pubDate>Rabu 29 November 2017 08:29 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/29/20/1822374/dorong-pertumbuhan-ekonomi-sri-mulyani-minta-bi-jaga-sektor-keuangan-0eVkK37SGg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Antara</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/29/20/1822374/dorong-pertumbuhan-ekonomi-sri-mulyani-minta-bi-jaga-sektor-keuangan-0eVkK37SGg.jpg</image><title>Foto: Antara</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) memaparkan kondisi perekonomian Indonesia serta tantangan di tahun-tahun mendatang. BI menetapkan fokus kebijakan pada 2018 mengarah pada stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan.

BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2018 akan berada dalam kisaran 5,1% hingga 5,5%. Adapun angka tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,1% hingga akhir tahun 2017.

Di sisi lain, tingkat inflasi akan berada di kisaran inflasi akan berada di 3,5% plus minus 1%. Hal ini didukung dengan pergerakan inflasi yang selalu terjaga dalam tiga tahun terakhir. Untuk tahun 2017 sendiri inflasi diprediksi di kisaran 3%-3,5%. Serta defisit berada pada level aman di bawah 3% produk domestik bruto (PDB).
Baca juga: Tantangan 2018 Versi BI, Mulai dari Impor Jasa hingga Teknologi Digital
Menanggapi asumsi kebijakan-kebijakan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan menyambut baik. Menurutnya hal ini sejalan dengan seluruh kebijakan fiskal pemerintah.

&quot;Langkah-langkah BI tutupnya kebijakan moneter, inflasi, menjaga kurs, makroprudensial yang secara selektif bagaimana tidak mengurangi momentum tapi tetap prudensial dan kurangi risiko,&quot; ujar Sri Mulyani usai mengikuti acara Pertemuan Bank Indonesia 2017 di JCC Senayan, Selasa 28/11/2017).
Baca juga: Atasi Persoalan Daya Beli, Gubernur BI: Jaga Keseimbangan Kebijakan Jangka Panjang dan Pendek
Lanjut, Sri Mulyani, langkah mengubah Giro Wajib Minimum rata-rata  (GWM Average) dengan sangat selektif memungkinkan agar seluruh perbankan masih bisa ciptakan ruang gerak untuk lending kredit tanpa mengkompromikan risiko dan komposisi valuta asing dan rupiah.

&quot;Saya harap BI turut ciptakan confidence yang makin baik sehingga sektor keuangan bisa betul-betul menopang dan support pertumbuhan ekonomi secara lebih baik,&quot; tutupnya</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) memaparkan kondisi perekonomian Indonesia serta tantangan di tahun-tahun mendatang. BI menetapkan fokus kebijakan pada 2018 mengarah pada stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan.

BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada 2018 akan berada dalam kisaran 5,1% hingga 5,5%. Adapun angka tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,1% hingga akhir tahun 2017.

Di sisi lain, tingkat inflasi akan berada di kisaran inflasi akan berada di 3,5% plus minus 1%. Hal ini didukung dengan pergerakan inflasi yang selalu terjaga dalam tiga tahun terakhir. Untuk tahun 2017 sendiri inflasi diprediksi di kisaran 3%-3,5%. Serta defisit berada pada level aman di bawah 3% produk domestik bruto (PDB).
Baca juga: Tantangan 2018 Versi BI, Mulai dari Impor Jasa hingga Teknologi Digital
Menanggapi asumsi kebijakan-kebijakan tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan menyambut baik. Menurutnya hal ini sejalan dengan seluruh kebijakan fiskal pemerintah.

&quot;Langkah-langkah BI tutupnya kebijakan moneter, inflasi, menjaga kurs, makroprudensial yang secara selektif bagaimana tidak mengurangi momentum tapi tetap prudensial dan kurangi risiko,&quot; ujar Sri Mulyani usai mengikuti acara Pertemuan Bank Indonesia 2017 di JCC Senayan, Selasa 28/11/2017).
Baca juga: Atasi Persoalan Daya Beli, Gubernur BI: Jaga Keseimbangan Kebijakan Jangka Panjang dan Pendek
Lanjut, Sri Mulyani, langkah mengubah Giro Wajib Minimum rata-rata  (GWM Average) dengan sangat selektif memungkinkan agar seluruh perbankan masih bisa ciptakan ruang gerak untuk lending kredit tanpa mengkompromikan risiko dan komposisi valuta asing dan rupiah.

&quot;Saya harap BI turut ciptakan confidence yang makin baik sehingga sektor keuangan bisa betul-betul menopang dan support pertumbuhan ekonomi secara lebih baik,&quot; tutupnya</content:encoded></item></channel></rss>
