<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Pengusaha Sukses yang &quot;Gagal&quot; Masuk Daftar Orang Terkaya Indonesia, Ada Bos Go-Jek!</title><description>Dalam daftar Indonesia's Richest 2017, ada 50 orang terkaya dengan rata-rata berusia 68 tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/30/320/1823047/3-pengusaha-sukses-yang-gagal-masuk-daftar-orang-terkaya-indonesia-ada-bos-go-jek</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/11/30/320/1823047/3-pengusaha-sukses-yang-gagal-masuk-daftar-orang-terkaya-indonesia-ada-bos-go-jek"/><item><title>3 Pengusaha Sukses yang &quot;Gagal&quot; Masuk Daftar Orang Terkaya Indonesia, Ada Bos Go-Jek!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/11/30/320/1823047/3-pengusaha-sukses-yang-gagal-masuk-daftar-orang-terkaya-indonesia-ada-bos-go-jek</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/11/30/320/1823047/3-pengusaha-sukses-yang-gagal-masuk-daftar-orang-terkaya-indonesia-ada-bos-go-jek</guid><pubDate>Kamis 30 November 2017 12:08 WIB</pubDate><dc:creator>Anisa Anindita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/11/30/320/1823047/3-pengusaha-sukses-yang-gagal-masuk-daftar-orang-terkaya-indonesia-ada-bos-go-jek-F1x8DmQeK8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Nadiem Makarim (Lidya/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/11/30/320/1823047/3-pengusaha-sukses-yang-gagal-masuk-daftar-orang-terkaya-indonesia-ada-bos-go-jek-F1x8DmQeK8.jpg</image><title>Foto: Nadiem Makarim (Lidya/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Dalam daftar Indonesia's Richest 2017, ada 50 orang terkaya dengan rata-rata berusia 68 tahun dan 37 di antaranya berusia di atas 60 tahun.

Namun, terdapat tiga pengusaha berikut ini yang belum masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia, akan tetapi bisnis mereka tengah booming sekarang ini.
&amp;nbsp;Baca Juga: Miliarder Indonesia Makin Kaya, Paling Kecil Punya Kekayaan Rp6,07 Triliun
Dua di antaranya bergerak di bidang teknologi dan satu di ritel mewah. Aksi mereka pun diprediksi mencuri perhatian pada tahun 2018 dan ke depannya.

Siapa saja, dan bagaimana bisnis mereka:
&amp;nbsp;
 
1. Nadiem Makarim (33)

Makarim adalah pendiri Go-Jek pada tahun 2010 dan mengembangkannya menjadi aplikasi transportasi on-demand yang menyaingi Uber di Indonesia.

Pada bulan Agustus 2016, perusahaan tersebut mengumpulkan USD550 juta dari investor swasta dengan valuasi USD1,3 miliar. Aplikasi yang beroperasi di 50 kota di seluruh negeri dan mencakup layanan pengiriman makanan dan pembayaran e-mail, dilaporkan sedang dalam proses mengumpulkan USD1,2 miliar lagi dalam sebuah putaran yang dipimpin oleh raksasa layanan Internet Tencent di China dengan valuasi sebesar USD3 miliar.

Makarim mendapat gelar M.B.A. dari Harvard dan bekerja sebagai associate di Firma Konsultan McKinsey sebelum terjun ke dunia permulaan Indonesia. Perusahaan tidak akan mengkonfirmasi sahamnya, namun berdasarkan perkiraan terbaik bisa setinggi 10%.

2. Hengky Setiawan (48)

Setiawan memulai karirnya pada tahun 1992 dengan menjual kartu  telepon prabayar dari kios mungil berukuran dua persegi. Kini PT Tiphone  Mobile Indonesia yang diperdagangkan secara publik adalah distributor  kartu telepon prabayar terbesar di negara ini, dengan lebih dari 450  outlet dan pendapatan USD2 miliar. Hengky, yang memiliki sekitar 50%  perusahaan dengan saudara laki-lakinya Welly and Ferry, bernilai sekitar  USD280 juta.

Di perguruan tinggi, sebelum masuk ke bisnis telepon seluler, ia  menjual bagian mobil sebagai bisnis sampingan. Dia merupakan ketua Aston  Martin Owners Club Indonesia, dan pada tahun 2011 mengatakan bahwa dia  memiliki 73 Mercedes-Benze, dua Harley Davidsons dan puluhan Vespa  vintage.
3. Stefanus Lo  (50)

Ayahnya mendirikan sebuah toko perhiasan kecil di pasar tertua di   Jakarta pada tahun 1967. Setelah lulus dari Universitas Katolik   Parahyangan pada tahun 1990 dengan gelar Sarjana Teknik Sipil, Stefanus   Lo bergabung dalam bisnis keluarga dan mengubahnya menjadi PT Central   Mega Kencana, peritel perhiasan terbesar di Indonesia, dengan pendapatan   USD148 juta pada tahun 2016.

Perusahaan ini memiliki empat merek yang melayani berbagai kelompok   pendapatan, mulai dari konsumen menengah hingga tinggi, antara lain   Frank &amp;amp; Co, Mondial, Miss Mondial dan The Palace. Pada bulan   November 2017, perusahaan merayakan pembukaan toko ke-50.

Kekayaan Lo ditaksir USD200 juta. Dia berencana untuk menggelar   Central Mega Kencana di masa depan saat perusahaan lebih berharga,   menurut juru bicara perusahaan tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Dalam daftar Indonesia's Richest 2017, ada 50 orang terkaya dengan rata-rata berusia 68 tahun dan 37 di antaranya berusia di atas 60 tahun.

Namun, terdapat tiga pengusaha berikut ini yang belum masuk dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia, akan tetapi bisnis mereka tengah booming sekarang ini.
&amp;nbsp;Baca Juga: Miliarder Indonesia Makin Kaya, Paling Kecil Punya Kekayaan Rp6,07 Triliun
Dua di antaranya bergerak di bidang teknologi dan satu di ritel mewah. Aksi mereka pun diprediksi mencuri perhatian pada tahun 2018 dan ke depannya.

Siapa saja, dan bagaimana bisnis mereka:
&amp;nbsp;
 
1. Nadiem Makarim (33)

Makarim adalah pendiri Go-Jek pada tahun 2010 dan mengembangkannya menjadi aplikasi transportasi on-demand yang menyaingi Uber di Indonesia.

Pada bulan Agustus 2016, perusahaan tersebut mengumpulkan USD550 juta dari investor swasta dengan valuasi USD1,3 miliar. Aplikasi yang beroperasi di 50 kota di seluruh negeri dan mencakup layanan pengiriman makanan dan pembayaran e-mail, dilaporkan sedang dalam proses mengumpulkan USD1,2 miliar lagi dalam sebuah putaran yang dipimpin oleh raksasa layanan Internet Tencent di China dengan valuasi sebesar USD3 miliar.

Makarim mendapat gelar M.B.A. dari Harvard dan bekerja sebagai associate di Firma Konsultan McKinsey sebelum terjun ke dunia permulaan Indonesia. Perusahaan tidak akan mengkonfirmasi sahamnya, namun berdasarkan perkiraan terbaik bisa setinggi 10%.

2. Hengky Setiawan (48)

Setiawan memulai karirnya pada tahun 1992 dengan menjual kartu  telepon prabayar dari kios mungil berukuran dua persegi. Kini PT Tiphone  Mobile Indonesia yang diperdagangkan secara publik adalah distributor  kartu telepon prabayar terbesar di negara ini, dengan lebih dari 450  outlet dan pendapatan USD2 miliar. Hengky, yang memiliki sekitar 50%  perusahaan dengan saudara laki-lakinya Welly and Ferry, bernilai sekitar  USD280 juta.

Di perguruan tinggi, sebelum masuk ke bisnis telepon seluler, ia  menjual bagian mobil sebagai bisnis sampingan. Dia merupakan ketua Aston  Martin Owners Club Indonesia, dan pada tahun 2011 mengatakan bahwa dia  memiliki 73 Mercedes-Benze, dua Harley Davidsons dan puluhan Vespa  vintage.
3. Stefanus Lo  (50)

Ayahnya mendirikan sebuah toko perhiasan kecil di pasar tertua di   Jakarta pada tahun 1967. Setelah lulus dari Universitas Katolik   Parahyangan pada tahun 1990 dengan gelar Sarjana Teknik Sipil, Stefanus   Lo bergabung dalam bisnis keluarga dan mengubahnya menjadi PT Central   Mega Kencana, peritel perhiasan terbesar di Indonesia, dengan pendapatan   USD148 juta pada tahun 2016.

Perusahaan ini memiliki empat merek yang melayani berbagai kelompok   pendapatan, mulai dari konsumen menengah hingga tinggi, antara lain   Frank &amp;amp; Co, Mondial, Miss Mondial dan The Palace. Pada bulan   November 2017, perusahaan merayakan pembukaan toko ke-50.

Kekayaan Lo ditaksir USD200 juta. Dia berencana untuk menggelar   Central Mega Kencana di masa depan saat perusahaan lebih berharga,   menurut juru bicara perusahaan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
