<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jembatan Holtekamp Senilai Rp1,7 Triliun di Papua Rampung September 2018</title><description>Kontruksi satu dari dua box baja pelengkung bentang utama Jembatan Holtekamp yang diproduksi di PT PAL Indonesia sudah rampung.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/01/320/1823669/jembatan-holtekamp-senilai-rp1-7-triliun-di-papua-rampung-september-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/12/01/320/1823669/jembatan-holtekamp-senilai-rp1-7-triliun-di-papua-rampung-september-2018"/><item><title>Jembatan Holtekamp Senilai Rp1,7 Triliun di Papua Rampung September 2018</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/01/320/1823669/jembatan-holtekamp-senilai-rp1-7-triliun-di-papua-rampung-september-2018</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/12/01/320/1823669/jembatan-holtekamp-senilai-rp1-7-triliun-di-papua-rampung-september-2018</guid><pubDate>Jum'at 01 Desember 2017 15:15 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/01/320/1823669/jembatan-holtekamp-senilai-rp1-7-triliun-di-papua-rampung-september-2018-72M3pi3pGu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/01/320/1823669/jembatan-holtekamp-senilai-rp1-7-triliun-di-papua-rampung-september-2018-72M3pi3pGu.jpg</image><title>Ilustrasi: Okezone</title></images><description>JAKARTA&amp;mdash; Kontruksi satu dari dua box baja pelengkung bentang utama Jembatan Holtekamp yang diproduksi di PT PAL Indonesia sudah rampung. Konstruksi tersebut siap dikirim dengan kapal secara utuh ke Jayapura untuk dipasang.
Box baja pelengkungan ini untuk jembatan Holtekamp nantinya. Di mana jembatan ini memiliki nilai strategis untuk mengatasi kepadatan kawasan perkotaan, pemukiman dan kegiatan perekonomian di dalam Kota Jayapura. Direncanakan pengiriman box baja pelengkung dengan panjang 120 meter dilakukan pada Minggu, 3 Desember 2017 atau bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti PU ke-72.
&amp;ldquo;Umumnya, perangkaian sebuah jembatan dilakukan di lokasi. Namun untuk Holtekamp, perangkaian konstruksi dilakukan di tempat berbeda yaitu di PT PAL Indonesia Surabaya,&amp;rdquo;tutur Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (1/12/2017).
Pembuatan pelengkung bentang tengah tersebut dilakukan sejak Juli 2017.  Dalam pembuatannya, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang digunakan dalam pembangunan jembatan mencapai 95%. Hal ini untuk mendukung peningkatan pemanfaatan dan produksi baja dalam negeri. Beberapa kelebihan lainnya merupakan jembatan lengkung box dengan bentang terpanjang dan terlebar di Indonesia.
Baca juga: Jokowi: Pembangunan Jembatan Tarakan-Bulungan Dibahas dalam Rapat Terbatas
Basuki mengatakan, konstruksi jembatan Holtekamp menjadi pengiriman jembatan utuh terjauh dengan jarak 3.200 km dari Surabaya ke Jayapura dengan perkiraan lama perjalanan yakni 30 hari. Jembatan ini juga dilengkapi spesial bearing dinamakan seismic isolation pendulum bearing dan spesial expansion joint.
Adapun pertimbangan untuk memproduksi bentang utama oleh PT PAL Indonesia di Surabaya adalah untuk mitigasi kegagalan konstruksi bila rangka bentang utama dikerjakan di Jayapura. Pasalnya, kawasan tersebut termasuk kawasan rawan gempa.
Panjang bentang utama adalah 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meter dari arah Holtekamp sehingga total panjang jembatan keseluruhan 732 meter. Lebar jembatan adalah 21 meter yang terdiri 4 lajur 2 arah dilengkapi median jalan.
&quot;Keberadaan jembatan Holtekamp memiliki nilai strategis, yakni untuk mengatasi kepadatan kawasan perkotaan, pemukiman dan kegiatan perekonomian di dalam Kota Jayapura. Pasalnya, jembatan ini memangkas jarak tempuh hingga 17 kilometer di antara kedua lokasi tersebut. Hal ini berpengaruh pada waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Muara Tami yang akan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang sebelumnya membutuhkan waktu 2,5 jam kini menjadi 60 menit,&quot;tuturnya.
Basuki menargetkan, pembangunan jembatan Holtekamp di Kota Jayapura, Provinsi Papua dapat diselesaikan pada September 2018 atau lebih cepat dari rencana semula tahun 2019. Saat ini progres pembangunan fisik jembatan telah mencapai 78,68%.
Baca juga: Wih! Di Indonesia Ada Jembatan 'Emas' yang Bikin Menteri Terpukau
&quot;Pembangunan Jembatan Holtekamp tidak banyak mengalami kendala. Sesuai rencana awal akan selesai tahun 2019, namun tengah kami upayakan percepatan penyelesaiannya,&quot; kata Menteri Basuki.
Untuk diketahui, pembangunan jembatan Holtekamp dilakukan bersama oleh Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura. Kementerian PUPR mendanai pembangunan jembatan utama, Pemerintah Provinsi Papua mendanai pembangunan Jembatan Pendekat Arah Holtekamp dan Pemerintah Kota Jayapura mendanai pembangunan jalan pendekat dan pembebasan lahan.
Biaya yang dikeluarkan untuk membangun jembatan di atas Teluk Youtefa ini mencapai Rp1,7 triliun. Proyek ini dikerjakan kontraktor konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya.</description><content:encoded>JAKARTA&amp;mdash; Kontruksi satu dari dua box baja pelengkung bentang utama Jembatan Holtekamp yang diproduksi di PT PAL Indonesia sudah rampung. Konstruksi tersebut siap dikirim dengan kapal secara utuh ke Jayapura untuk dipasang.
Box baja pelengkungan ini untuk jembatan Holtekamp nantinya. Di mana jembatan ini memiliki nilai strategis untuk mengatasi kepadatan kawasan perkotaan, pemukiman dan kegiatan perekonomian di dalam Kota Jayapura. Direncanakan pengiriman box baja pelengkung dengan panjang 120 meter dilakukan pada Minggu, 3 Desember 2017 atau bertepatan dengan peringatan Hari Bhakti PU ke-72.
&amp;ldquo;Umumnya, perangkaian sebuah jembatan dilakukan di lokasi. Namun untuk Holtekamp, perangkaian konstruksi dilakukan di tempat berbeda yaitu di PT PAL Indonesia Surabaya,&amp;rdquo;tutur Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (1/12/2017).
Pembuatan pelengkung bentang tengah tersebut dilakukan sejak Juli 2017.  Dalam pembuatannya, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang digunakan dalam pembangunan jembatan mencapai 95%. Hal ini untuk mendukung peningkatan pemanfaatan dan produksi baja dalam negeri. Beberapa kelebihan lainnya merupakan jembatan lengkung box dengan bentang terpanjang dan terlebar di Indonesia.
Baca juga: Jokowi: Pembangunan Jembatan Tarakan-Bulungan Dibahas dalam Rapat Terbatas
Basuki mengatakan, konstruksi jembatan Holtekamp menjadi pengiriman jembatan utuh terjauh dengan jarak 3.200 km dari Surabaya ke Jayapura dengan perkiraan lama perjalanan yakni 30 hari. Jembatan ini juga dilengkapi spesial bearing dinamakan seismic isolation pendulum bearing dan spesial expansion joint.
Adapun pertimbangan untuk memproduksi bentang utama oleh PT PAL Indonesia di Surabaya adalah untuk mitigasi kegagalan konstruksi bila rangka bentang utama dikerjakan di Jayapura. Pasalnya, kawasan tersebut termasuk kawasan rawan gempa.
Panjang bentang utama adalah 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meter dari arah Holtekamp sehingga total panjang jembatan keseluruhan 732 meter. Lebar jembatan adalah 21 meter yang terdiri 4 lajur 2 arah dilengkapi median jalan.
&quot;Keberadaan jembatan Holtekamp memiliki nilai strategis, yakni untuk mengatasi kepadatan kawasan perkotaan, pemukiman dan kegiatan perekonomian di dalam Kota Jayapura. Pasalnya, jembatan ini memangkas jarak tempuh hingga 17 kilometer di antara kedua lokasi tersebut. Hal ini berpengaruh pada waktu tempuh dari Kota Jayapura ke Muara Tami yang akan menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw yang sebelumnya membutuhkan waktu 2,5 jam kini menjadi 60 menit,&quot;tuturnya.
Basuki menargetkan, pembangunan jembatan Holtekamp di Kota Jayapura, Provinsi Papua dapat diselesaikan pada September 2018 atau lebih cepat dari rencana semula tahun 2019. Saat ini progres pembangunan fisik jembatan telah mencapai 78,68%.
Baca juga: Wih! Di Indonesia Ada Jembatan 'Emas' yang Bikin Menteri Terpukau
&quot;Pembangunan Jembatan Holtekamp tidak banyak mengalami kendala. Sesuai rencana awal akan selesai tahun 2019, namun tengah kami upayakan percepatan penyelesaiannya,&quot; kata Menteri Basuki.
Untuk diketahui, pembangunan jembatan Holtekamp dilakukan bersama oleh Kementerian PUPR, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kota Jayapura. Kementerian PUPR mendanai pembangunan jembatan utama, Pemerintah Provinsi Papua mendanai pembangunan Jembatan Pendekat Arah Holtekamp dan Pemerintah Kota Jayapura mendanai pembangunan jalan pendekat dan pembebasan lahan.
Biaya yang dikeluarkan untuk membangun jembatan di atas Teluk Youtefa ini mencapai Rp1,7 triliun. Proyek ini dikerjakan kontraktor konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya.</content:encoded></item></channel></rss>
