<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bukit Asam Gandeng Pertamina-Pupuk Indonesia-Chandra Asri Garap Hilirisasi Batu Bara</title><description>PT Bukit Asam Tbk menjalin sinergi dengan PT Pertamina (Persero), PT  Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/08/320/1827267/bukit-asam-gandeng-pertamina-pupuk-indonesia-chandra-asri-garap-hilirisasi-batu-bara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/12/08/320/1827267/bukit-asam-gandeng-pertamina-pupuk-indonesia-chandra-asri-garap-hilirisasi-batu-bara"/><item><title>Bukit Asam Gandeng Pertamina-Pupuk Indonesia-Chandra Asri Garap Hilirisasi Batu Bara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/08/320/1827267/bukit-asam-gandeng-pertamina-pupuk-indonesia-chandra-asri-garap-hilirisasi-batu-bara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/12/08/320/1827267/bukit-asam-gandeng-pertamina-pupuk-indonesia-chandra-asri-garap-hilirisasi-batu-bara</guid><pubDate>Jum'at 08 Desember 2017 13:25 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/08/320/1827267/bukit-asam-gandeng-pertamina-pupuk-indonesia-chandra-asri-garap-hilirisasi-batu-bara-YnHvdrkuXo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto (Giri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/08/320/1827267/bukit-asam-gandeng-pertamina-pupuk-indonesia-chandra-asri-garap-hilirisasi-batu-bara-YnHvdrkuXo.jpg</image><title>Foto (Giri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk menjalin sinergi dengan PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk untuk pemanfaatan hilirisasi batu bara. Sinergi tersebut tertuang dalam head of agreement yang ditandatangani pada hari ini di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.

Penandatanganan dilakukan langsung Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Ariviyan Arifin, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat dan Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Erwin Ciputra. Sementara dari pihak PT Pertamina penandatanganan tersebut diwakili oleh Direktur Perencana Investasi dan Manajemen Risiko Gigih Prakoso.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin mengatakan, dengan penandatanganan ini, batu bara yang dihasilkan oleh pihaknya akan diubah melalui teknologi gasifikasi menjadi produk akhir yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Pasalnya teknologi gasifikasi ini memungkinkan bisa mengkonversi batu bara muda menjadi syngas. Dimana syngas merupakan bahan baku untuk diproses lebih lanjut menjadi Dimethyk Ether (DME) sebagai bahan bakar, urea sebagai pupuk dan Polypropylene sebagai bahan baku plastik.

&amp;ldquo;Kami ingin menciptakan nilai tambah, mentransformasi batu bara menjadi ke arah hilir dengan teknologi gasiflkasi, dengan menciptakan produk akhir yang memiliki kesempatan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan sekadar produk batubara. Dengan demikian, hal ini diharapkan akan semakin menguntungkan perusahaan,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara konfrensi pers di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Setelah penandatanganan perjanjian ini, Bukit Asam bersama Pertamina, Pupuk Indonesia, dan Chandra Asri Petrochemical akan mempersiapkan segala sesuatunya. Dari mulai pelaksanaan BankabIe-FS (studi kelayakan), Amdal, dan persiapan pendanaan untuk selanjutnya melakukan proses pengadaan Engineering Procurement Construction (EPC).

&quot;Study sudah dilakukan, AMDAL, Financial Close juga sedang dipersiapkan,&quot; jelasnya.

Untuk menunjang kerjasama ini, nantinya akan dibangun pabrik  pengolahan gasifrkasi batubara pada Bukit Asam Coal Based Industrial  Estate (BACBIE) yang berada di mulut tambang batubara Tanjung Enim,  Sumatera Selatan. BACBIE akan berada pada satu lokasi yang sama dengan  PLTU Mulut Tambang Sumsel 8.

Pembangunan pabrik p&amp;eacute;ngolahan gasifikasi batubara sendiri  direncanakan mulai beroperasi pada November 2022. Diharapkan produksi  dapat memenuhi kebutuhan pasar sebesar 500 ribu ton urea per tahun, 400  ribu ton DME per tahun dan 450 ribu ton Polypropylene per tahun.

&quot;Dengan target pemenuhan kebutuhan sebesar itu, diperkirakan  kebutuhan batu bara sebagai bahan baku sebesar 9 juta ton per tahun  termasuk untuk mendukung kebutuhan batu bara bagi pembangkit  listriknya,&quot; jelasnya.

Diharapkan dengan kerjasama ini dapat memberikan nilai tambah  batubara sehingga batubara tidak hanya dijual sebagai produk akhir,  tetapi dijadikan sebagai bahan baku. Selain itu, diharapkan dengan  kerjasama ini juga dapat meningkatkan sinergi antar BUMN, dan mampu  menciptakan efisiensi dalam industri batubara, gas, pupuk dan kimia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan, kerjasama yang dilakukan pada hari ini bisa  memberikan hal yang lebih baik. Khususnya bagi pupuk Indonesia, karena  selama ini masalah gas selalu menjadi masalah bagi pupuk Indonesia.

&quot;Intinya kerjasama yang dilakukan antara bukit asam, dan semuanya ini  bisa memberikan hal yang lebih baik khususnya bagi Pupuk Sriwijaya  (anggota holding pupuk Indonesia),&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk menjalin sinergi dengan PT Pertamina (Persero), PT Pupuk Indonesia (Persero), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk untuk pemanfaatan hilirisasi batu bara. Sinergi tersebut tertuang dalam head of agreement yang ditandatangani pada hari ini di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.

Penandatanganan dilakukan langsung Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Ariviyan Arifin, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Aas Asikin Idat dan Direktur PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Erwin Ciputra. Sementara dari pihak PT Pertamina penandatanganan tersebut diwakili oleh Direktur Perencana Investasi dan Manajemen Risiko Gigih Prakoso.

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin mengatakan, dengan penandatanganan ini, batu bara yang dihasilkan oleh pihaknya akan diubah melalui teknologi gasifikasi menjadi produk akhir yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Pasalnya teknologi gasifikasi ini memungkinkan bisa mengkonversi batu bara muda menjadi syngas. Dimana syngas merupakan bahan baku untuk diproses lebih lanjut menjadi Dimethyk Ether (DME) sebagai bahan bakar, urea sebagai pupuk dan Polypropylene sebagai bahan baku plastik.

&amp;ldquo;Kami ingin menciptakan nilai tambah, mentransformasi batu bara menjadi ke arah hilir dengan teknologi gasiflkasi, dengan menciptakan produk akhir yang memiliki kesempatan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan sekadar produk batubara. Dengan demikian, hal ini diharapkan akan semakin menguntungkan perusahaan,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara konfrensi pers di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Jumat (8/12/2017).

Setelah penandatanganan perjanjian ini, Bukit Asam bersama Pertamina, Pupuk Indonesia, dan Chandra Asri Petrochemical akan mempersiapkan segala sesuatunya. Dari mulai pelaksanaan BankabIe-FS (studi kelayakan), Amdal, dan persiapan pendanaan untuk selanjutnya melakukan proses pengadaan Engineering Procurement Construction (EPC).

&quot;Study sudah dilakukan, AMDAL, Financial Close juga sedang dipersiapkan,&quot; jelasnya.

Untuk menunjang kerjasama ini, nantinya akan dibangun pabrik  pengolahan gasifrkasi batubara pada Bukit Asam Coal Based Industrial  Estate (BACBIE) yang berada di mulut tambang batubara Tanjung Enim,  Sumatera Selatan. BACBIE akan berada pada satu lokasi yang sama dengan  PLTU Mulut Tambang Sumsel 8.

Pembangunan pabrik p&amp;eacute;ngolahan gasifikasi batubara sendiri  direncanakan mulai beroperasi pada November 2022. Diharapkan produksi  dapat memenuhi kebutuhan pasar sebesar 500 ribu ton urea per tahun, 400  ribu ton DME per tahun dan 450 ribu ton Polypropylene per tahun.

&quot;Dengan target pemenuhan kebutuhan sebesar itu, diperkirakan  kebutuhan batu bara sebagai bahan baku sebesar 9 juta ton per tahun  termasuk untuk mendukung kebutuhan batu bara bagi pembangkit  listriknya,&quot; jelasnya.

Diharapkan dengan kerjasama ini dapat memberikan nilai tambah  batubara sehingga batubara tidak hanya dijual sebagai produk akhir,  tetapi dijadikan sebagai bahan baku. Selain itu, diharapkan dengan  kerjasama ini juga dapat meningkatkan sinergi antar BUMN, dan mampu  menciptakan efisiensi dalam industri batubara, gas, pupuk dan kimia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan, kerjasama yang dilakukan pada hari ini bisa  memberikan hal yang lebih baik. Khususnya bagi pupuk Indonesia, karena  selama ini masalah gas selalu menjadi masalah bagi pupuk Indonesia.

&quot;Intinya kerjasama yang dilakukan antara bukit asam, dan semuanya ini  bisa memberikan hal yang lebih baik khususnya bagi Pupuk Sriwijaya  (anggota holding pupuk Indonesia),&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
