<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Barang Impor Dominasi Bisnis Online, Menko Darmin Bakal Kenakan Bea Masuk di Awal 2018</title><description>Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution sebut jualan bisnis online (e-commerce) didominasi oleh barang impor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/11/320/1828622/barang-impor-dominasi-bisnis-online-menko-darmin-bakal-kenakan-bea-masuk-di-awal-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/12/11/320/1828622/barang-impor-dominasi-bisnis-online-menko-darmin-bakal-kenakan-bea-masuk-di-awal-2018"/><item><title>Barang Impor Dominasi Bisnis Online, Menko Darmin Bakal Kenakan Bea Masuk di Awal 2018</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/11/320/1828622/barang-impor-dominasi-bisnis-online-menko-darmin-bakal-kenakan-bea-masuk-di-awal-2018</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/12/11/320/1828622/barang-impor-dominasi-bisnis-online-menko-darmin-bakal-kenakan-bea-masuk-di-awal-2018</guid><pubDate>Senin 11 Desember 2017 17:06 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/11/320/1828622/barang-impor-dominasi-bisnis-online-menko-darmin-bakal-kenakan-bea-masuk-di-awal-2018-0R2VgSAbub.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Feby Novalius/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/11/320/1828622/barang-impor-dominasi-bisnis-online-menko-darmin-bakal-kenakan-bea-masuk-di-awal-2018-0R2VgSAbub.jpg</image><title>Foto: Feby Novalius/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution sebut jualan bisnis online (e-commerce) didominasi oleh barang impor. Dirinya pun akan mulai mengenakan bea masuk terhadap barang-barang tersebut di awal 2018.

Darmin mengatakan, memang e-commerce sedang berkembang dan diakui enformcement dari bea masuk dan sebagainya sampai Desember ini belum ada. Namun, ini merupakan urusan persaingan yang tidak terlepas dari daya saing produk di dalam negeri.

&quot;Itu sebabnya kita harus cermat untuk pelajar ini. Soal bea masuk sebenarnya berlaku norma hanya dalam pengenaannya sudah lebih canggih cara-caranya,&quot;ujarnya, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Untuk mengenakan bea masuk pada barang online yang impor itu pun akan dibuatkan pusat logistik yang dikembangkan setiap e-commerce. Bea masuk itu akan segera dikenalkan.
Baca juga: Kena Tipu Saat Harbolnas? Anda Bisa Komplain ke Sini
&quot;Begitu Januari itu boleh,&quot;ujarnya.

Terkait pengenaan bea masuk barang impor ini, Darmin mengatakan tidak perlu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan koordinasi dengan WTO.

&quot;Tidak perlu itu akan berlaku sebagaimana berlaku. Apakah dibawa perdagangan biasa atau biar kata pakai e-commerce pakai pesawat pakai kapal,&quot;ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani melihat potensi pajak melalui belanja online alias transaksi e-commerce. Menurut dia, masyarakat sekarang banyak yang membeli barang impor tapi tidak kena kepabeanan Bea Cukai.

Dia mencontohkan dirinya sendiri. Melalui IPad, Sri Mulyani mengaku bisa membeli buku-buku impor, memesan barang di Amazon dan itu bebas dari Bea Cukai.
Baca juga: Apa Beda Harbolnas dengan Single Day dan Black Friday?
&quot;Nah Fenomena inilah yang kita pelajari. Kita respons. Karena milenial sekarang melalui smartphone, PPad banyak spending yang diberikan di kotak ini,&quot; tuturnya.

Dia melanjutkan, pola spending yang ditempatkan di smarphone menjadi perdebatan. Di mana banyak yang menganggap tidak adil karena tidak bayar pajak dan sebagainya. Tapi ini suatu fenomena, pemerintah pun akan merespons hal ini.

&quot;Konsumsi sekarang ada di kotak ini. Tapi kita akan pelajari ini seperti apa membuat kepabeanan yang dilakukan secara online,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution sebut jualan bisnis online (e-commerce) didominasi oleh barang impor. Dirinya pun akan mulai mengenakan bea masuk terhadap barang-barang tersebut di awal 2018.

Darmin mengatakan, memang e-commerce sedang berkembang dan diakui enformcement dari bea masuk dan sebagainya sampai Desember ini belum ada. Namun, ini merupakan urusan persaingan yang tidak terlepas dari daya saing produk di dalam negeri.

&quot;Itu sebabnya kita harus cermat untuk pelajar ini. Soal bea masuk sebenarnya berlaku norma hanya dalam pengenaannya sudah lebih canggih cara-caranya,&quot;ujarnya, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (11/12/2017).

Untuk mengenakan bea masuk pada barang online yang impor itu pun akan dibuatkan pusat logistik yang dikembangkan setiap e-commerce. Bea masuk itu akan segera dikenalkan.
Baca juga: Kena Tipu Saat Harbolnas? Anda Bisa Komplain ke Sini
&quot;Begitu Januari itu boleh,&quot;ujarnya.

Terkait pengenaan bea masuk barang impor ini, Darmin mengatakan tidak perlu Direktorat Jenderal Bea dan Cukai melakukan koordinasi dengan WTO.

&quot;Tidak perlu itu akan berlaku sebagaimana berlaku. Apakah dibawa perdagangan biasa atau biar kata pakai e-commerce pakai pesawat pakai kapal,&quot;ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani melihat potensi pajak melalui belanja online alias transaksi e-commerce. Menurut dia, masyarakat sekarang banyak yang membeli barang impor tapi tidak kena kepabeanan Bea Cukai.

Dia mencontohkan dirinya sendiri. Melalui IPad, Sri Mulyani mengaku bisa membeli buku-buku impor, memesan barang di Amazon dan itu bebas dari Bea Cukai.
Baca juga: Apa Beda Harbolnas dengan Single Day dan Black Friday?
&quot;Nah Fenomena inilah yang kita pelajari. Kita respons. Karena milenial sekarang melalui smartphone, PPad banyak spending yang diberikan di kotak ini,&quot; tuturnya.

Dia melanjutkan, pola spending yang ditempatkan di smarphone menjadi perdebatan. Di mana banyak yang menganggap tidak adil karena tidak bayar pajak dan sebagainya. Tapi ini suatu fenomena, pemerintah pun akan merespons hal ini.

&quot;Konsumsi sekarang ada di kotak ini. Tapi kita akan pelajari ini seperti apa membuat kepabeanan yang dilakukan secara online,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
