<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tahun Politik Beruntun dari 2014-2018, Presiden Jokowi: Apa Mau Wait and See Lagi?   </title><description>Karena banyak kalangan yang menilai perekonomian Indonesia pada tahun depan akan melambat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/12/320/1829006/tahun-politik-beruntun-dari-2014-2018-presiden-jokowi-apa-mau-wait-and-see-lagi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/12/12/320/1829006/tahun-politik-beruntun-dari-2014-2018-presiden-jokowi-apa-mau-wait-and-see-lagi"/><item><title>Tahun Politik Beruntun dari 2014-2018, Presiden Jokowi: Apa Mau Wait and See Lagi?   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/12/320/1829006/tahun-politik-beruntun-dari-2014-2018-presiden-jokowi-apa-mau-wait-and-see-lagi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/12/12/320/1829006/tahun-politik-beruntun-dari-2014-2018-presiden-jokowi-apa-mau-wait-and-see-lagi</guid><pubDate>Selasa 12 Desember 2017 11:20 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/12/320/1829006/tahun-politik-beruntun-dari-2014-2018-presiden-jokowi-apa-mau-wait-and-see-lagi-gviQDCIJ9K.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/12/320/1829006/tahun-politik-beruntun-dari-2014-2018-presiden-jokowi-apa-mau-wait-and-see-lagi-gviQDCIJ9K.JPG</image><title>Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -  Presiden Joko Widodo membuka acara 100 Ekonom yang diselenggarakan oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef). Presiden Jokowi didampingi oleh Sekertaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi angkat bicara mengenai kondisi ekonomi Indonesia pada tahun politik. Karena banyak kalangan yang menilai perekonomian Indonesia pada tahun depan akan melambat.

Menurutnya, melambatnya perekonomian dikarenakan melambatnya juga dunia usaha. Hal tersebut dikarenakan banyaknya pengusaha yang melakukan wait and see (menunggu dan mengamati).

&quot;Memang makin banyak yang bertanya-tanya kira-kira kondisi ekonomi Indonesia di tahun politik itu seperti apa. Dan banyak yang bicara, dunia usaha akan mengambil posisi wait and see. Menunggu dan mengamati,&quot; ujarnya saat membuka acara Economic chalanges sarasehan 100 ekonom Indef, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (12/12/2017).

Baca Juga: Tahun Politik, IHSG Diprediksi Melaju di Rentang 6.300-6.500

Menurutnya, sudah bukan waktunya lagi untuk mengkhawatirkan adanya ketidakpastian pada dunia usaha. Pasalnya, jika terus terjebak kedalam ketakutan, maka ekonomi Indonesia akan sangat lama sekali untuk maju.

&quot;Tapi pertanyaan saya sekarang, kalau mau wait and see sampai kapan? Tahun 2014 kita ada pilpres, wait and see. 2015 ada 150an pilkada apa wait and see lagi, 2016 106 pilkada wait and see lagi, 2018 ada 171 pilkada wait and see lagi, 2019 ada pilpres, apa mau wait and see lagi ?&quot; ucap Jokowi.

&quot;Ini Indonesia bukan pertama kali menjalankan pilkada serentak. Ekonomi kita kan juga tidak terpengaruh dengan Pilkada yang kemarin kita jalankan.Bahkan dalam tiga tahun ini banyak kemajuan di bidang ekonomi,&quot; imbuhnya.

Menurut Jokowi, masyarakat maupun pengusaha seharusnya bisa memanfaatkan tahun politik tersebut. Pasalnya, banyak potensi usaha yang bisa meningkatkan perekonomian daerah ketika memasuki tahun politik.

&quot;Saya dibisikin sama  pak Darmin, berapa sih kalau ada kontestasi pilkada? 0,3% pak. Justru ada belanja kaos, spanduk, iklan dan itu pasti naik. Artinya marilah kita mulai bersama-sama,&quot; jelasnya.

Baca juga:&amp;nbsp;Tahun Politik, Menteri Bambang: Pertumbuhan Ekonomi Bisa Berjalan Tanpa Gangguan

Oleh karena itu, Jokowi mengajak kepada masyarakat maupun para pengusaha untuk menghilangkan persepsi tersebut. Selain itu, dirinya juga mengajak kepada para stekholder untuk berfokus kepada kepentingannya masing-masing.

&quot;Ekonomi di tahun politik itu bukan menakut-nakuti tapi membuat takut.  Saya kira kalau kita bersama-sama bisa menghilangkan persepsi ini politik ini ekonomi saya kira ini akan berjalan. Artinya marilah kita memulai bersama agar  yang politik main di politik dan ekonomi mainlah di wilayah Ekonomi,&quot; jelasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA -  Presiden Joko Widodo membuka acara 100 Ekonom yang diselenggarakan oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef). Presiden Jokowi didampingi oleh Sekertaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Dalam acara tersebut, Presiden Jokowi angkat bicara mengenai kondisi ekonomi Indonesia pada tahun politik. Karena banyak kalangan yang menilai perekonomian Indonesia pada tahun depan akan melambat.

Menurutnya, melambatnya perekonomian dikarenakan melambatnya juga dunia usaha. Hal tersebut dikarenakan banyaknya pengusaha yang melakukan wait and see (menunggu dan mengamati).

&quot;Memang makin banyak yang bertanya-tanya kira-kira kondisi ekonomi Indonesia di tahun politik itu seperti apa. Dan banyak yang bicara, dunia usaha akan mengambil posisi wait and see. Menunggu dan mengamati,&quot; ujarnya saat membuka acara Economic chalanges sarasehan 100 ekonom Indef, di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (12/12/2017).

Baca Juga: Tahun Politik, IHSG Diprediksi Melaju di Rentang 6.300-6.500

Menurutnya, sudah bukan waktunya lagi untuk mengkhawatirkan adanya ketidakpastian pada dunia usaha. Pasalnya, jika terus terjebak kedalam ketakutan, maka ekonomi Indonesia akan sangat lama sekali untuk maju.

&quot;Tapi pertanyaan saya sekarang, kalau mau wait and see sampai kapan? Tahun 2014 kita ada pilpres, wait and see. 2015 ada 150an pilkada apa wait and see lagi, 2016 106 pilkada wait and see lagi, 2018 ada 171 pilkada wait and see lagi, 2019 ada pilpres, apa mau wait and see lagi ?&quot; ucap Jokowi.

&quot;Ini Indonesia bukan pertama kali menjalankan pilkada serentak. Ekonomi kita kan juga tidak terpengaruh dengan Pilkada yang kemarin kita jalankan.Bahkan dalam tiga tahun ini banyak kemajuan di bidang ekonomi,&quot; imbuhnya.

Menurut Jokowi, masyarakat maupun pengusaha seharusnya bisa memanfaatkan tahun politik tersebut. Pasalnya, banyak potensi usaha yang bisa meningkatkan perekonomian daerah ketika memasuki tahun politik.

&quot;Saya dibisikin sama  pak Darmin, berapa sih kalau ada kontestasi pilkada? 0,3% pak. Justru ada belanja kaos, spanduk, iklan dan itu pasti naik. Artinya marilah kita mulai bersama-sama,&quot; jelasnya.

Baca juga:&amp;nbsp;Tahun Politik, Menteri Bambang: Pertumbuhan Ekonomi Bisa Berjalan Tanpa Gangguan

Oleh karena itu, Jokowi mengajak kepada masyarakat maupun para pengusaha untuk menghilangkan persepsi tersebut. Selain itu, dirinya juga mengajak kepada para stekholder untuk berfokus kepada kepentingannya masing-masing.

&quot;Ekonomi di tahun politik itu bukan menakut-nakuti tapi membuat takut.  Saya kira kalau kita bersama-sama bisa menghilangkan persepsi ini politik ini ekonomi saya kira ini akan berjalan. Artinya marilah kita memulai bersama agar  yang politik main di politik dan ekonomi mainlah di wilayah Ekonomi,&quot; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
