<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Belanja Ngebut di Kuartal IV, Pertumbuhan Ekonomi Ditaksir Capai 5,2%   </title><description>Di luar tax amnesty secara penerimaan pajak tahun ini tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/13/20/1829639/belanja-ngebut-di-kuartal-iv-pertumbuhan-ekonomi-ditaksir-capai-5-2</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/12/13/20/1829639/belanja-ngebut-di-kuartal-iv-pertumbuhan-ekonomi-ditaksir-capai-5-2"/><item><title>   Belanja Ngebut di Kuartal IV, Pertumbuhan Ekonomi Ditaksir Capai 5,2%   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/13/20/1829639/belanja-ngebut-di-kuartal-iv-pertumbuhan-ekonomi-ditaksir-capai-5-2</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/12/13/20/1829639/belanja-ngebut-di-kuartal-iv-pertumbuhan-ekonomi-ditaksir-capai-5-2</guid><pubDate>Rabu 13 Desember 2017 12:58 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/13/20/1829639/belanja-ngebut-di-kuartal-iv-pertumbuhan-ekonomi-ditaksir-capai-5-2-Bd5oFg96Wx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/13/20/1829639/belanja-ngebut-di-kuartal-iv-pertumbuhan-ekonomi-ditaksir-capai-5-2-Bd5oFg96Wx.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>BOGOR - Pemerintah optimistis di kuartal terakhir ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% atau tumbuh sesuai target di 2017. Padahal, pertumbuhan ekonomi di kuartal III hanya tumbuh 5,06%.

Direktur Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, biasanya di kuartal IV belanja terserap besar-besaran. Seperti, infrastruktur yang serapan belanjanya besar di akhir tahun.

&quot;Kami proyeksikan minimal 5,1% di triwulan IV itu bisa. Apalagi pertumbuhan di triwulan III sudah 5,06%,&quot;ujarnya, di Hotel Jeep Station Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/12/2017).

Kunta mengatakan, secara outlook 2017 sebagian besar bisa tercapai bahkan sejumlah poin seperti inflasi dan nilai tukar Rupiah berada di bawah target. &quot;Inflasi itu sekitar 3,6%, Rp13.320 terhadap dolar AS. Secara keseluruhan gamabarannya diiharapkan outlook 2017 bisa tercapai,&quot;ujarnya.

Sementara itu terkait dengan penerimaan pajak, Kunta mengatakan, di luar tax amnesty secara penerimaan pajak tahun ini tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan risiko penerimaan pajak yang sudah diantisipasi. &quot;Belanja sesuatu APBN outlook kita berada di jalurnya. Pajak juga sudah 78%,&quot;ujarnya.</description><content:encoded>BOGOR - Pemerintah optimistis di kuartal terakhir ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% atau tumbuh sesuai target di 2017. Padahal, pertumbuhan ekonomi di kuartal III hanya tumbuh 5,06%.

Direktur Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, biasanya di kuartal IV belanja terserap besar-besaran. Seperti, infrastruktur yang serapan belanjanya besar di akhir tahun.

&quot;Kami proyeksikan minimal 5,1% di triwulan IV itu bisa. Apalagi pertumbuhan di triwulan III sudah 5,06%,&quot;ujarnya, di Hotel Jeep Station Indonesia, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/12/2017).

Kunta mengatakan, secara outlook 2017 sebagian besar bisa tercapai bahkan sejumlah poin seperti inflasi dan nilai tukar Rupiah berada di bawah target. &quot;Inflasi itu sekitar 3,6%, Rp13.320 terhadap dolar AS. Secara keseluruhan gamabarannya diiharapkan outlook 2017 bisa tercapai,&quot;ujarnya.

Sementara itu terkait dengan penerimaan pajak, Kunta mengatakan, di luar tax amnesty secara penerimaan pajak tahun ini tumbuh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan risiko penerimaan pajak yang sudah diantisipasi. &quot;Belanja sesuatu APBN outlook kita berada di jalurnya. Pajak juga sudah 78%,&quot;ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
