<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Disney Akuisisi 21st Century Fox Rp816 Triliun</title><description>Walt Disney segera mengonfirmasi kesepakatan mengakuisisi aset hiburan 21st Century Fox senilai USD60 miliar (Rp816 triliun).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/14/320/1830317/disney-akuisisi-21st-century-fox-rp816-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/12/14/320/1830317/disney-akuisisi-21st-century-fox-rp816-triliun"/><item><title>Disney Akuisisi 21st Century Fox Rp816 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/14/320/1830317/disney-akuisisi-21st-century-fox-rp816-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/12/14/320/1830317/disney-akuisisi-21st-century-fox-rp816-triliun</guid><pubDate>Kamis 14 Desember 2017 15:20 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/14/320/1830317/disney-akuisisi-21st-century-fox-rp816-triliun-DTGFvqYP1c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran SINDO</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/14/320/1830317/disney-akuisisi-21st-century-fox-rp816-triliun-DTGFvqYP1c.jpg</image><title>Foto: Koran SINDO</title></images><description>NEW YORK &amp;ndash; Walt Disney segera mengonfirmasi kesepakatan mengakuisisi aset hiburan 21st Century Fox senilai USD60 miliar (Rp816 triliun). Akuisisi ini termasuk studio film 20th Century Fox dan satelit penyiaran Sky and Star yang beroperasi di Inggris, Eropa, dan Asia.
Disney menjadi satu-satunya kandidat utama dalam akuisisi itu setelah Comcast yang memiliki NBC mundur dari persaingan akuisisi pada Senin (11/12) waktu setempat. Financial Times melaporkan, perundingan akuisisi tentang harga yang di inginkan Fox berlanjut pada Selasa (12/12).
CNBC melaporkan, Fox dan Disney berada dalam jalur untuk mengumumkan akuisisi itu pada Kamis (14/12), menurut sumber yang mengetahui proses negosiasi tersebut. Kesepakatan dengan Disney juga akan mengurangi penghalang dari regulator Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Samsung Akuisisi Startup AI Demi Asisten Bixby  Dengan akuisisi ini, Disney akan membantu memperkuat posisinya melawan persaingan dari Netflix, Amazon, Apple, dan Google. Perusahaan-perusahaan itu telah membangun operasional hiburan online yang menjadi sangat populer, terutama bagi para penonton muda.
Disney misalnya telah mengatakan akan menarik film-film Disney, Pixar, Marvel, dan Star Wars, dari Netflix dan menawarkannya di layanannya sendiri. Mengendalikan Fox Library, termasuk film X-Men, serial televisi The Simpsons, serial FX The Americans, dan film klasik seperti The Sound of Music akan membuat Disney unggul. 21st Century Fox telah memindahkan kontennya ke Hulu di AS, tapi Netflix bergantung pada kesepakatan lisensi Fox di banyak negara lain.
Baca Juga: Diam-Diam Qualcomm Bakal Diakuisisi Broadcom, Benarkah?  Netflix juga telah mengantisipasi kehilangan konten Disney dengan secara agresif membuat film dan tayangan sendiri. Tahun lalu Netflix menghabiskan sekitar USD7 miliar untuk programnya sendiri.
Yang menjadi pertanyaan banyak pihak kemudian ialah apa yang akan terjadi pada tawaran 21st Century Fox untuk membeli 61% saham Sky yang sudah bukan miliknya lagi. Kesepakatan itu awalnya mendapat perhatian dari Otoritas Pasar dan Kompetisi Inggris (CMA) yang diperkirakan segera mengeluarkan laporan temuan mereka pada Januari mendatang.
Tidak jelas apakah Disney akan meneruskan akui sisi jika mereka membeli 39% saham dari 21st Century Fox sebagai bagian dari transaksi lebih luas. Pengamat dari Mediatique, Matthew Horsman, menjelaskan, CMA tampaknya melanjutkan penyelidikan tentang kesepakatan itu.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Mereka (Disney dan Fox) telah melakukan semuanya. Saya yakin mereka  segera mengumumkan keputusan,&amp;rdquo; kata dia pada majalah Variety. Aset-aset  yang dijual Fox termasuk saluran kabel FX dan National Geographic, 22  jaringan olahraga regional AS, dan saham perusahaan di platform  streaming Hulu di AS.   Akuisisi ini akan menambah koleksi film  dan televisi Disney dengan film-film seperti Avatar dan Dead Pool, serta  serial The Simpsons dan Modern Family. Jaringan penyiaran Fox seperti  Fox News dan Fox Sports akan tetap dalam kontrol Murdoch. Selain studio  filmnya, Disney juga memiliki jaringan olahraga dan saluran kabel ESPN.  Keputusan Murdoch menjual sebagian besar aset Fox itu mengejutkan banyak  pengamat terkait ambisinya terus melakukan ekspansi kerajaan media  selama lima dekade terakhir.
Baca Juga: Gara-Gara Operasi, Pendiri Tencent Gagal Akuisisi WhatsApp
Terkait rencana akuisisi tersebut, saham Disney naik 0,5% di New York  pada Selasa (12/12) sehingga nilai perusahaan sebesar USD162 miliar.  Adapun saham 21st Century Fox menguat 1% dengan nilai perusahaan USD62,6  miliar. Saham Fox telah naik hampir sepertiga dalam tiga bulan  terakhir. Walt Disney Company atau disingkat Disney merupakan  konglomerat hiburan dan media massa multinasional asal AS.
Disney  menjadi konglomerasi media terbesar kedua di dunia dalam nilainya  setelah Comcast. Disney didirikan pada 16 Oktober 1923 oleh dua  bersaudara Walt Disney dan Roy O Disney dengan nama Brothers Cartoon  Studio. Perusahaan itu menjadi pemimpin dalam industri animasi AS  sebelum melakukan diversifikasi dalam produksi film aksi langsung,  televisi, dan taman hiburan.
Baca Juga: Wih, Perusahaan Kosmetik Brasil Tawar Body Shop USD1,12 Miliar  Perusahaan itu juga beroperasi  dengan nama The Walt Disney Studio dan kemudian Walt Disney Productions.  Selain memperluas operasi bisnis yang telah ada, Disney juga memulai  divisi baru yang fokus pada teater, radio, musik, penerbitan, dan media  online. Disney juga menciptakan beberapa divisi korporat untuk konten  dewasa.
Walt Disney Studios saat ini menjadi salah satu studio terbesar  dan paling terkenal di bioskop AS. Tiga divisi utama Disney lain, yakni  Walt Disney Parks and Resorts, Disney Media Networks, dan Disney  Consumer Products and Interactive Media.Disney juga memiliki  dan mengoperasikan jaringan televisi penyiaran  ABC, jaringan televisi  kabel seperti Disney Channel, ESPN, A+E  Networks. Disney pun mempunyai  Free form, divisi teater, musik,  pernak-pernik, dan penerbitan. Mereka  juga memiliki lisensi atas 14  taman hiburan di seluruh penjuru dunia.
Robert Allen Iger merupakan  pebisnis AS yang kini menjadi chairman dan  chief executive officer  (CEO) Walt Disney Company. Sebelum bergabung  Disney, Iger merupakan  presiden ABC Television pada 1994 hing ga 1995.
Baca Juga: Wow! Raksasa Automotif China Akuisisi Proto Kemudian  menjadi presiden serta chief operating officer (COO) Capital   Cities/  ABC Inc sejak 1995 hingga Disney mengakuisisi perusahaan itu   pada  1996. Dia ditunjuk sebagai presiden dan COO Disney pada 2000. Lalu,    dia menggantikan Michael Eisner sebagai CEO Disney pada 2005 setelah    Roy E Disney merombak manajemen perusahaan.
Baca Juga: Samsung Akuisisi Startup AI Demi Asisten Bixby
Sebagai bagian dari    kompensasi tahunan, Iger memiliki pendapatan USD44,9 juta pada 2015.    Selama kepemimpinan Iger, Disney memperluas hak kekayaan intelektualnya    dan kehadirannya di pasar internasional. Iger memimpin akuisisi Pixar    pada 2006 senilai USD7,4 miliar, Marvel Entertainment pada 2009  senilai   USD4 miliar, Lucasfilm pada 2012 senilai USD4,06 miliar.   Iger   juga melakukan ekspansi taman hiburan ke Asia Timur dengan  mengenalkan   Hong Kong Disney land Resort pada 2005 dan Shanghai Disney  Resort pada   2016. Dalam ke pemimpinannya, Disney mengalami  peningkatan pendapatan  di  berbagai divisi dengan nilai kapitalisasi  pasar naik dari USD48,4 mi   liar menjadi USD163 miliar dalam periode 11  tahun.</description><content:encoded>NEW YORK &amp;ndash; Walt Disney segera mengonfirmasi kesepakatan mengakuisisi aset hiburan 21st Century Fox senilai USD60 miliar (Rp816 triliun). Akuisisi ini termasuk studio film 20th Century Fox dan satelit penyiaran Sky and Star yang beroperasi di Inggris, Eropa, dan Asia.
Disney menjadi satu-satunya kandidat utama dalam akuisisi itu setelah Comcast yang memiliki NBC mundur dari persaingan akuisisi pada Senin (11/12) waktu setempat. Financial Times melaporkan, perundingan akuisisi tentang harga yang di inginkan Fox berlanjut pada Selasa (12/12).
CNBC melaporkan, Fox dan Disney berada dalam jalur untuk mengumumkan akuisisi itu pada Kamis (14/12), menurut sumber yang mengetahui proses negosiasi tersebut. Kesepakatan dengan Disney juga akan mengurangi penghalang dari regulator Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Samsung Akuisisi Startup AI Demi Asisten Bixby  Dengan akuisisi ini, Disney akan membantu memperkuat posisinya melawan persaingan dari Netflix, Amazon, Apple, dan Google. Perusahaan-perusahaan itu telah membangun operasional hiburan online yang menjadi sangat populer, terutama bagi para penonton muda.
Disney misalnya telah mengatakan akan menarik film-film Disney, Pixar, Marvel, dan Star Wars, dari Netflix dan menawarkannya di layanannya sendiri. Mengendalikan Fox Library, termasuk film X-Men, serial televisi The Simpsons, serial FX The Americans, dan film klasik seperti The Sound of Music akan membuat Disney unggul. 21st Century Fox telah memindahkan kontennya ke Hulu di AS, tapi Netflix bergantung pada kesepakatan lisensi Fox di banyak negara lain.
Baca Juga: Diam-Diam Qualcomm Bakal Diakuisisi Broadcom, Benarkah?  Netflix juga telah mengantisipasi kehilangan konten Disney dengan secara agresif membuat film dan tayangan sendiri. Tahun lalu Netflix menghabiskan sekitar USD7 miliar untuk programnya sendiri.
Yang menjadi pertanyaan banyak pihak kemudian ialah apa yang akan terjadi pada tawaran 21st Century Fox untuk membeli 61% saham Sky yang sudah bukan miliknya lagi. Kesepakatan itu awalnya mendapat perhatian dari Otoritas Pasar dan Kompetisi Inggris (CMA) yang diperkirakan segera mengeluarkan laporan temuan mereka pada Januari mendatang.
Tidak jelas apakah Disney akan meneruskan akui sisi jika mereka membeli 39% saham dari 21st Century Fox sebagai bagian dari transaksi lebih luas. Pengamat dari Mediatique, Matthew Horsman, menjelaskan, CMA tampaknya melanjutkan penyelidikan tentang kesepakatan itu.&amp;nbsp;&amp;ldquo;Mereka (Disney dan Fox) telah melakukan semuanya. Saya yakin mereka  segera mengumumkan keputusan,&amp;rdquo; kata dia pada majalah Variety. Aset-aset  yang dijual Fox termasuk saluran kabel FX dan National Geographic, 22  jaringan olahraga regional AS, dan saham perusahaan di platform  streaming Hulu di AS.   Akuisisi ini akan menambah koleksi film  dan televisi Disney dengan film-film seperti Avatar dan Dead Pool, serta  serial The Simpsons dan Modern Family. Jaringan penyiaran Fox seperti  Fox News dan Fox Sports akan tetap dalam kontrol Murdoch. Selain studio  filmnya, Disney juga memiliki jaringan olahraga dan saluran kabel ESPN.  Keputusan Murdoch menjual sebagian besar aset Fox itu mengejutkan banyak  pengamat terkait ambisinya terus melakukan ekspansi kerajaan media  selama lima dekade terakhir.
Baca Juga: Gara-Gara Operasi, Pendiri Tencent Gagal Akuisisi WhatsApp
Terkait rencana akuisisi tersebut, saham Disney naik 0,5% di New York  pada Selasa (12/12) sehingga nilai perusahaan sebesar USD162 miliar.  Adapun saham 21st Century Fox menguat 1% dengan nilai perusahaan USD62,6  miliar. Saham Fox telah naik hampir sepertiga dalam tiga bulan  terakhir. Walt Disney Company atau disingkat Disney merupakan  konglomerat hiburan dan media massa multinasional asal AS.
Disney  menjadi konglomerasi media terbesar kedua di dunia dalam nilainya  setelah Comcast. Disney didirikan pada 16 Oktober 1923 oleh dua  bersaudara Walt Disney dan Roy O Disney dengan nama Brothers Cartoon  Studio. Perusahaan itu menjadi pemimpin dalam industri animasi AS  sebelum melakukan diversifikasi dalam produksi film aksi langsung,  televisi, dan taman hiburan.
Baca Juga: Wih, Perusahaan Kosmetik Brasil Tawar Body Shop USD1,12 Miliar  Perusahaan itu juga beroperasi  dengan nama The Walt Disney Studio dan kemudian Walt Disney Productions.  Selain memperluas operasi bisnis yang telah ada, Disney juga memulai  divisi baru yang fokus pada teater, radio, musik, penerbitan, dan media  online. Disney juga menciptakan beberapa divisi korporat untuk konten  dewasa.
Walt Disney Studios saat ini menjadi salah satu studio terbesar  dan paling terkenal di bioskop AS. Tiga divisi utama Disney lain, yakni  Walt Disney Parks and Resorts, Disney Media Networks, dan Disney  Consumer Products and Interactive Media.Disney juga memiliki  dan mengoperasikan jaringan televisi penyiaran  ABC, jaringan televisi  kabel seperti Disney Channel, ESPN, A+E  Networks. Disney pun mempunyai  Free form, divisi teater, musik,  pernak-pernik, dan penerbitan. Mereka  juga memiliki lisensi atas 14  taman hiburan di seluruh penjuru dunia.
Robert Allen Iger merupakan  pebisnis AS yang kini menjadi chairman dan  chief executive officer  (CEO) Walt Disney Company. Sebelum bergabung  Disney, Iger merupakan  presiden ABC Television pada 1994 hing ga 1995.
Baca Juga: Wow! Raksasa Automotif China Akuisisi Proto Kemudian  menjadi presiden serta chief operating officer (COO) Capital   Cities/  ABC Inc sejak 1995 hingga Disney mengakuisisi perusahaan itu   pada  1996. Dia ditunjuk sebagai presiden dan COO Disney pada 2000. Lalu,    dia menggantikan Michael Eisner sebagai CEO Disney pada 2005 setelah    Roy E Disney merombak manajemen perusahaan.
Baca Juga: Samsung Akuisisi Startup AI Demi Asisten Bixby
Sebagai bagian dari    kompensasi tahunan, Iger memiliki pendapatan USD44,9 juta pada 2015.    Selama kepemimpinan Iger, Disney memperluas hak kekayaan intelektualnya    dan kehadirannya di pasar internasional. Iger memimpin akuisisi Pixar    pada 2006 senilai USD7,4 miliar, Marvel Entertainment pada 2009  senilai   USD4 miliar, Lucasfilm pada 2012 senilai USD4,06 miliar.   Iger   juga melakukan ekspansi taman hiburan ke Asia Timur dengan  mengenalkan   Hong Kong Disney land Resort pada 2005 dan Shanghai Disney  Resort pada   2016. Dalam ke pemimpinannya, Disney mengalami  peningkatan pendapatan  di  berbagai divisi dengan nilai kapitalisasi  pasar naik dari USD48,4 mi   liar menjadi USD163 miliar dalam periode 11  tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
