<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor RI Naik 17,16% Jadi USD153,9 Miliar pada Januari-November 2017</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang November 2017 nilai ekspor mencapai USD15,28 miliar atau naik 0,26%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/15/20/1830704/ekspor-ri-naik-17-16-jadi-usd153-9-miliar-pada-januari-november-2017</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/12/15/20/1830704/ekspor-ri-naik-17-16-jadi-usd153-9-miliar-pada-januari-november-2017"/><item><title>Ekspor RI Naik 17,16% Jadi USD153,9 Miliar pada Januari-November 2017</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/15/20/1830704/ekspor-ri-naik-17-16-jadi-usd153-9-miliar-pada-januari-november-2017</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/12/15/20/1830704/ekspor-ri-naik-17-16-jadi-usd153-9-miliar-pada-januari-november-2017</guid><pubDate>Jum'at 15 Desember 2017 10:29 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/15/20/1830704/ekspor-ri-naik-17-16-jadi-usd153-9-miliar-pada-januari-november-2017-xsOKdSXGgV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rilis Neraca Perdagangan (Foto: Lidya Sembiring/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/15/20/1830704/ekspor-ri-naik-17-16-jadi-usd153-9-miliar-pada-januari-november-2017-xsOKdSXGgV.jpg</image><title>Rilis Neraca Perdagangan (Foto: Lidya Sembiring/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang November 2017 nilai ekspor mencapai USD15,28 miliar atau naik 0,26% dibandingkan dengan bulan Oktober 2017 atau month to month (mtm). Sementara dibandingkan November di tahun 2016 atau year on year (yoy) juga mengalami peningkatan 13,18%.

&quot;November 2017 ekspor 15,28 miliar dibandingkan Oktober 2017 naik tipis 0,26%. Oktober ke November mengalami penurunan migas kita 14,22% dan non migas naik tipis 1,82%. November 2016 kurang bagus maka secara yoy naik tinggi 13,18% &quot; ungkap Kepala BPS, Kecuk Suharyanto di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (15/12/2017).

Sementara itu, ekspor migas secara (yoy) menjadi USD1,27 miliar meningkat 15,15% namun dibandingkan Oktober 2017 turun 14,22%. Sektor pertanian menurun menjadi USD32 juta secara mtm turun 9,5% dan yoy juga turun 12,18%, industri pengolahan mtm naik 4,39% mencapai USD11,45 miliar dan sektor pertambangan dan lainnya turun 8,09% mtm dan naik 19,13% yoy mencapai angka USD2,25 miliar.

&quot;Secara umum nilai ekspor 2017 bagus dan ekspor kita masih di dominasi oleh ekspor non migas sebesar 91% dari total ekspor,&quot; jelasnya.

Sedangkan total ekspor Januari-November 2017 meningkat 17,16% mencapai USD153,9 miliar dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, ekspor non migas Januari-November juga mengalami kenaikan 16,89% mencapai USD139,68 miliar dibandingkan tahun 2016.

&quot;Share ekspor non migas terbesar Januari-November 2017 adalah lemak dan minyak nabati mencapai USD21,04 miliar atau naik 15,06% dan bahan bakar mineral sebesar USD19,11 miliar atau naik 13,68%,&quot; paparnya.

Sementara itu, peningkatan ekspor barang komoditas terbesar secara month to month yakni lemak dan minya nabati naik 152,3%, kemudian besi dan baja naik 87,3 serta perhiasan naik 82,2%. Sedangkan ekspor komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah mesin turun 21,7%, kopi, teh dan rempah turun 25,9% serta barang-barang dari karet minus 47%.

&quot;Ekspor 2017 jauh lebih baik dari 2016. Maka Desember kita harapkan lebih baik,&quot; tukas Kecuk.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang November 2017 nilai ekspor mencapai USD15,28 miliar atau naik 0,26% dibandingkan dengan bulan Oktober 2017 atau month to month (mtm). Sementara dibandingkan November di tahun 2016 atau year on year (yoy) juga mengalami peningkatan 13,18%.

&quot;November 2017 ekspor 15,28 miliar dibandingkan Oktober 2017 naik tipis 0,26%. Oktober ke November mengalami penurunan migas kita 14,22% dan non migas naik tipis 1,82%. November 2016 kurang bagus maka secara yoy naik tinggi 13,18% &quot; ungkap Kepala BPS, Kecuk Suharyanto di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (15/12/2017).

Sementara itu, ekspor migas secara (yoy) menjadi USD1,27 miliar meningkat 15,15% namun dibandingkan Oktober 2017 turun 14,22%. Sektor pertanian menurun menjadi USD32 juta secara mtm turun 9,5% dan yoy juga turun 12,18%, industri pengolahan mtm naik 4,39% mencapai USD11,45 miliar dan sektor pertambangan dan lainnya turun 8,09% mtm dan naik 19,13% yoy mencapai angka USD2,25 miliar.

&quot;Secara umum nilai ekspor 2017 bagus dan ekspor kita masih di dominasi oleh ekspor non migas sebesar 91% dari total ekspor,&quot; jelasnya.

Sedangkan total ekspor Januari-November 2017 meningkat 17,16% mencapai USD153,9 miliar dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, ekspor non migas Januari-November juga mengalami kenaikan 16,89% mencapai USD139,68 miliar dibandingkan tahun 2016.

&quot;Share ekspor non migas terbesar Januari-November 2017 adalah lemak dan minyak nabati mencapai USD21,04 miliar atau naik 15,06% dan bahan bakar mineral sebesar USD19,11 miliar atau naik 13,68%,&quot; paparnya.

Sementara itu, peningkatan ekspor barang komoditas terbesar secara month to month yakni lemak dan minya nabati naik 152,3%, kemudian besi dan baja naik 87,3 serta perhiasan naik 82,2%. Sedangkan ekspor komoditas yang mengalami penurunan terbesar adalah mesin turun 21,7%, kopi, teh dan rempah turun 25,9% serta barang-barang dari karet minus 47%.

&quot;Ekspor 2017 jauh lebih baik dari 2016. Maka Desember kita harapkan lebih baik,&quot; tukas Kecuk.</content:encoded></item></channel></rss>
