<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kereta Bogor-Sukabumi, Menhub: Kita Bangun Tahap I Jalur Ganda Cicurug-Cigombong</title><description>Menhub Budi Karya Sumadi pun melakukan peninjauan&amp;nbsp; kesiapan  groundbreaking pembangunan jalur ganda KA Bogor-Sukabumi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/15/320/1830768/kereta-bogor-sukabumi-menhub-kita-bangun-tahap-i-jalur-ganda-cicurug-cigombong</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/12/15/320/1830768/kereta-bogor-sukabumi-menhub-kita-bangun-tahap-i-jalur-ganda-cicurug-cigombong"/><item><title>Kereta Bogor-Sukabumi, Menhub: Kita Bangun Tahap I Jalur Ganda Cicurug-Cigombong</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/15/320/1830768/kereta-bogor-sukabumi-menhub-kita-bangun-tahap-i-jalur-ganda-cicurug-cigombong</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/12/15/320/1830768/kereta-bogor-sukabumi-menhub-kita-bangun-tahap-i-jalur-ganda-cicurug-cigombong</guid><pubDate>Jum'at 15 Desember 2017 13:07 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/15/320/1830768/kereta-bogor-sukabumi-menhub-kita-bangun-tahap-i-jalur-ganda-cicurug-cigombong-8aygohkm2B.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/15/320/1830768/kereta-bogor-sukabumi-menhub-kita-bangun-tahap-i-jalur-ganda-cicurug-cigombong-8aygohkm2B.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah menilai jalur rel kereta api Bogor-Sukabumi sudah tidak produktif. Alhasil sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasakan naik kereta api (KA) di lintasan tersebut, jalur ganda (double track) kereta api Bogor-Sukabumi diminta untuk segera dibangun.  Kemarin, Kamis 14 Desember 2017, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun melakukan peninjauan&amp;nbsp; kesiapan groundbreaking pembangunan jalur ganda KA Bogor-Sukabumi. Untuk tahap I jalur ganda yang akan dibangun sepanjang 7 kilometer antara Cicurug ke Cigombong.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Menhub Ingin Ada Jalur Kereta Medan-Toba  Budi mengatakan, pemerintah berkeinginan membangun program jalur ganda pada lintasan Bogor-Sukabumi. Pasalnya, perjalanan dari Bogor ke Sukabumi ditempuh dengan waktu 2,5 jam dengan jumlah perjalanan KA&amp;nbsp; tiga kali sehari dengan 6 rangkaian sehingga jumlah orang yang diangkut sedikit. &amp;nbsp;  &quot;Oleh karenanya pemerintah akan membangun jalur ganda pada lintasan Bogor-Sukabumi. Untuk tahap I akan dibangun sepanjang 7 km antara Cicurug ke Cigombong,&quot; tuturnya dalam Siaran Pers Kemenhub, Jumat (15/12/2017).
Baca Juga: Ditolak Menteri Rini, Menhub Keukeuh KAI Tetap Investor LRT Jabodetabek  Menurut Budi, dalam membangun jalur ganda KA Bogor-Sukabumi memang penuh dengan tantangan. Di mana jalurnya&amp;nbsp; yang menanjak dan berliku.  &quot;Jalur rel kereta api ini akan kita buat tanjakan dan tikungan menjadi lebih landai yaitu dengan menurunkan (ketinggian tanah) kira-kira lebih dari 10 meter supaya jalur keretanya tidak menanjak,&quot; tuturnya.  Budi mengatakan, terkait lahan yang akan digunakan untuk jalur ganda KA Bogor-Sukabumi tidak ada masalah. Sebab tanah ini miliki kereta api dan sebagian tanah masyarakat.
Baca Juga: KAI Siapkan Lahan Khusus untuk Bus hingga Ojek di Stasiun Manggarai  &quot;Ini adalah tanah kereta api, kita hanya minta kesediaan mereka untuk pindah dan tentu ada biaya pindah. Tapi juga ada beberapa tanah masyarakat,&quot; tuturnya.  Selain membangun jalur ganda, Kementerian Perhubungan akan mengatur jumlah stasiun yang akan dilewati pada lintasan jalur KA tersebut.  &quot;Kita akan atur lebih jauh, kita akan lihat stasiun mana yang harus ditambah atau dikurangi karena kalau banyak berhenti akan lama (perjalanannya),&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah menilai jalur rel kereta api Bogor-Sukabumi sudah tidak produktif. Alhasil sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasakan naik kereta api (KA) di lintasan tersebut, jalur ganda (double track) kereta api Bogor-Sukabumi diminta untuk segera dibangun.  Kemarin, Kamis 14 Desember 2017, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun melakukan peninjauan&amp;nbsp; kesiapan groundbreaking pembangunan jalur ganda KA Bogor-Sukabumi. Untuk tahap I jalur ganda yang akan dibangun sepanjang 7 kilometer antara Cicurug ke Cigombong.
Baca Juga: Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Menhub Ingin Ada Jalur Kereta Medan-Toba  Budi mengatakan, pemerintah berkeinginan membangun program jalur ganda pada lintasan Bogor-Sukabumi. Pasalnya, perjalanan dari Bogor ke Sukabumi ditempuh dengan waktu 2,5 jam dengan jumlah perjalanan KA&amp;nbsp; tiga kali sehari dengan 6 rangkaian sehingga jumlah orang yang diangkut sedikit. &amp;nbsp;  &quot;Oleh karenanya pemerintah akan membangun jalur ganda pada lintasan Bogor-Sukabumi. Untuk tahap I akan dibangun sepanjang 7 km antara Cicurug ke Cigombong,&quot; tuturnya dalam Siaran Pers Kemenhub, Jumat (15/12/2017).
Baca Juga: Ditolak Menteri Rini, Menhub Keukeuh KAI Tetap Investor LRT Jabodetabek  Menurut Budi, dalam membangun jalur ganda KA Bogor-Sukabumi memang penuh dengan tantangan. Di mana jalurnya&amp;nbsp; yang menanjak dan berliku.  &quot;Jalur rel kereta api ini akan kita buat tanjakan dan tikungan menjadi lebih landai yaitu dengan menurunkan (ketinggian tanah) kira-kira lebih dari 10 meter supaya jalur keretanya tidak menanjak,&quot; tuturnya.  Budi mengatakan, terkait lahan yang akan digunakan untuk jalur ganda KA Bogor-Sukabumi tidak ada masalah. Sebab tanah ini miliki kereta api dan sebagian tanah masyarakat.
Baca Juga: KAI Siapkan Lahan Khusus untuk Bus hingga Ojek di Stasiun Manggarai  &quot;Ini adalah tanah kereta api, kita hanya minta kesediaan mereka untuk pindah dan tentu ada biaya pindah. Tapi juga ada beberapa tanah masyarakat,&quot; tuturnya.  Selain membangun jalur ganda, Kementerian Perhubungan akan mengatur jumlah stasiun yang akan dilewati pada lintasan jalur KA tersebut.  &quot;Kita akan atur lebih jauh, kita akan lihat stasiun mana yang harus ditambah atau dikurangi karena kalau banyak berhenti akan lama (perjalanannya),&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
