<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Data OJK Ungkap Kredit Bermasalah Bank Syariah 4,12%, Lebihi Konvensional 2,96%   </title><description>Angka NPF bank syariah berada di angka 4,12%. Angka ini jauh melampaui NPL Bank Konvensional sebesar 2,96%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/15/320/1831077/data-ojk-ungkap-kredit-bermasalah-bank-syariah-4-12-lebihi-konvensional-2-96</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/12/15/320/1831077/data-ojk-ungkap-kredit-bermasalah-bank-syariah-4-12-lebihi-konvensional-2-96"/><item><title>Data OJK Ungkap Kredit Bermasalah Bank Syariah 4,12%, Lebihi Konvensional 2,96%   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/15/320/1831077/data-ojk-ungkap-kredit-bermasalah-bank-syariah-4-12-lebihi-konvensional-2-96</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/12/15/320/1831077/data-ojk-ungkap-kredit-bermasalah-bank-syariah-4-12-lebihi-konvensional-2-96</guid><pubDate>Jum'at 15 Desember 2017 19:58 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/15/320/1831077/data-ojk-ungkap-kredit-bermasalah-bank-syariah-4-12-lebihi-konvensional-2-96-mktWYyfZGZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Perbankan Syariah. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/15/320/1831077/data-ojk-ungkap-kredit-bermasalah-bank-syariah-4-12-lebihi-konvensional-2-96-mktWYyfZGZ.jpg</image><title>Ilustrasi Perbankan Syariah. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan jika rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Finance/NPF) dari bank syariah masih relatif lebih tinggi dibandingkan rasio kredit bermasalah (Non Performance Loan/NPL) Bank konvensional.

Tercatat, sejak triwulan IV 2016 hingga Oktober 2017 angka NPF bank syariah berada di angka 4,12%. Angka ini jauh melampaui NPL Bank Konvensional sebesar 2,96%

&quot;NPF perbankan syariah ini memang masih lebih tinggi dari konvensional. Prinsip yang harus dilakukan bank syariah harus lebih hati-hati dan selektif di dalam pembiayaan terutama tadi kita harus bisa memberikan pelayanan yang prima,&quot; ujar Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Ahmad Soekro di Kantor OJK, Jakarta, Jumat (15/12/2017).

Baca Juga:&amp;nbsp;Market Share&amp;nbsp;Perbankan Syariah Indonesia Hanya 5,3%, Jokowi: Di Malaysia Sudah 23,8%
&amp;nbsp;
Ahmad menargetkan, pada 2018 NPF mampu ditekan karena pertumbuhan pembiayaan diprediksi mencapai 10% hingga 12%. Selain itu pertumbuhan ekonomi yang diprediksi mencapai 5,2% - 5,3 turut menjadi faktor penekan.

&quot;Perbankan Syariah tentunya sudah berbenah di tahun 2016-2017 sehingga di 2018 mudah-mudahan juga dengan ekonomi yang diperkirakan di atas 5% pertumbuhannya itu sangat mendukung mengembangkan pembiayaan perbankan,&quot; jelasnya.

Baca Juga:&amp;nbsp;Mantap! Aset Perbankan Syariah Tumbuh 20,33%

Menurut Ahmad, pembiayaan didapatkan dari Kredit Perumahan Rakyat (KPR) maupun modal kerja untuk Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM).&quot;Jadi kita memang juga mengarahkan ke UMKM karena basisnya sangat besar dan cocok untuk pembiayaan perbankan syariah,&quot; pungkasnya.

Sekadar informasi, berdasarkan data OJK pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah meningkat signifikan sejak triwulan IV 2016, hingga Oktober 2017 tercatat pertumbuhan mencapai 15,69%. Angka ini melampaui pertumbuhan kredit bank konvensional yang hingga Oktober 2017 tumbuh 8,18%.</description><content:encoded>JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan jika rasio pembiayaan bermasalah (Non Performing Finance/NPF) dari bank syariah masih relatif lebih tinggi dibandingkan rasio kredit bermasalah (Non Performance Loan/NPL) Bank konvensional.

Tercatat, sejak triwulan IV 2016 hingga Oktober 2017 angka NPF bank syariah berada di angka 4,12%. Angka ini jauh melampaui NPL Bank Konvensional sebesar 2,96%

&quot;NPF perbankan syariah ini memang masih lebih tinggi dari konvensional. Prinsip yang harus dilakukan bank syariah harus lebih hati-hati dan selektif di dalam pembiayaan terutama tadi kita harus bisa memberikan pelayanan yang prima,&quot; ujar Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Ahmad Soekro di Kantor OJK, Jakarta, Jumat (15/12/2017).

Baca Juga:&amp;nbsp;Market Share&amp;nbsp;Perbankan Syariah Indonesia Hanya 5,3%, Jokowi: Di Malaysia Sudah 23,8%
&amp;nbsp;
Ahmad menargetkan, pada 2018 NPF mampu ditekan karena pertumbuhan pembiayaan diprediksi mencapai 10% hingga 12%. Selain itu pertumbuhan ekonomi yang diprediksi mencapai 5,2% - 5,3 turut menjadi faktor penekan.

&quot;Perbankan Syariah tentunya sudah berbenah di tahun 2016-2017 sehingga di 2018 mudah-mudahan juga dengan ekonomi yang diperkirakan di atas 5% pertumbuhannya itu sangat mendukung mengembangkan pembiayaan perbankan,&quot; jelasnya.

Baca Juga:&amp;nbsp;Mantap! Aset Perbankan Syariah Tumbuh 20,33%

Menurut Ahmad, pembiayaan didapatkan dari Kredit Perumahan Rakyat (KPR) maupun modal kerja untuk Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM).&quot;Jadi kita memang juga mengarahkan ke UMKM karena basisnya sangat besar dan cocok untuk pembiayaan perbankan syariah,&quot; pungkasnya.

Sekadar informasi, berdasarkan data OJK pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah meningkat signifikan sejak triwulan IV 2016, hingga Oktober 2017 tercatat pertumbuhan mencapai 15,69%. Angka ini melampaui pertumbuhan kredit bank konvensional yang hingga Oktober 2017 tumbuh 8,18%.</content:encoded></item></channel></rss>
