<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Target Jadi Pusat Ekonomi Digital</title><description>Pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah wirausahawan untuk mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/19/320/1832641/indonesia-target-jadi-pusat-ekonomi-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/12/19/320/1832641/indonesia-target-jadi-pusat-ekonomi-digital"/><item><title>Indonesia Target Jadi Pusat Ekonomi Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/19/320/1832641/indonesia-target-jadi-pusat-ekonomi-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/12/19/320/1832641/indonesia-target-jadi-pusat-ekonomi-digital</guid><pubDate>Selasa 19 Desember 2017 12:14 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/19/320/1832641/indonesia-target-jadi-pusat-ekonomi-digital-akYfSoHpXG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran SINDO</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/19/320/1832641/indonesia-target-jadi-pusat-ekonomi-digital-akYfSoHpXG.jpg</image><title>Foto: Koran SINDO</title></images><description>BANDUNG - Pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah wirausahawan untuk mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi. Pemerintah pun secara khusus mendorong anak muda di tanah air terjun ke industri digital.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), jumlah wirausahawan pada 2017 baru mencapai 3,31% dari jumlah&amp;nbsp; penduduk Indonesia, sedangkan standar Bank Dunia adalah 4%.
Dibandingkan dengan negara ASEAN lain, jumlah wirausahawan Indonesia juga lebih kecil, misalnya Singapura (7%), Malaysia (5%), dan Thailand (4,5%), serta tidak berbeda jauh dengan Vietnam (3,3%).   &amp;ldquo;Jumlah wirausahawan di Indonesia masih sedikit. Padahal, peluang usaha di Tanah Air masih sangat terbuka lebar,&amp;rdquo; ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Entrepreneurs Wanted! (EW!) yang digagas Kantor Staf Kepresidenan, di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), JalanTamansari, Kota Bandung.
Baca Juga: Tumbuh Pesat, Ekonomi Digital Bisa Jadi Salah Satu Pendorong Pertumbuhan
Menurut Jokowi, pemerintah berupaya merangsang pertumbuhan wirausahawan, terutama di ranah industri digital untuk menjadikan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia dengan valuasi industri mencapai USD130 miliar pada 2020. Terlebih, Indonesia memiliki semua potensi yang diperlukan untuk menjadi pusat kekuatan ekonomi digital di Asia.   &quot;Saat ini adalah peluang anak muda untuk masuk ke ruang bisnis yang sangat besar,&quot; ujar Jokowi. Pria yang sejak lama telah menjadi wirausahawan ini ber pesan kepada para lulusan per guruan tinggi (PT) untuk mengubah paradigma, yakni setelah lulus tidak hanya jadi pegawai, namun juga mampu membuka lapangan kerja.
Baca Juga: Menkeu: Pilkada hingga Pertemuan IMF-World Bank Buat Ekonomi RI Melaju di 2018
Jokowi yakin, per tumbuhan wirausahawan muda akan meningkat karena anak muda saat ini lebih kreatif, sehingga memiliki modal untuk menjadi pengusaha tangguh. Senada dengan Presiden, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan optimismenya terhadap geliat wirausahawan muda Indonesia.   Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mendanai banyak mahasiswa yang berminat menjadi wirausahawan baru dengan memberikan bantuan permodalan mulai dari 5 juta hingga 50 juta untuk masing-masing mahasiswa.
&quot;Kami mengadakan lomba mahasiswa. Mereka membuat business plan, bagaimana mengoperasikan business plan, kemudian mereka menyiapkan kebutuhan bisnis, seperti investasi berupa alat dan modal kerja. Untuk investasi, kami beri pin jaman berupa modal bergulir,&quot; jelas Nasir.Kemenristekdikti juga  melakukan berbagai upaya lain untuk menumbuhkan wirausahawan muda,  antara lain Pendanaan kepada Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi  (PPBT). &quot;Tahun ini PPBT berjumlah 661 perusahaan, tahun depan targetnya  800 perusahaan,&quot; ungkap Nasir yakin.
Pada 2019, PPB ditargetkan  meningkat hingga 1.000 perusahaan. Kemenristekdikti juga memungkinkan PT  membuka program studi (prodi) kekinian yang dapat menjawab tantangan  perkembangan zaman. Lulusan prodi kekinian ini diharapkan dapat menjadi  wirausahawan muda dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. &quot;Kita  buka beberapa prodi di bidang ekonomi kreatif, salah satunya animasi,&quot;  sebut Nasir.   Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Bandung  (ITB) Kadarsah Suryadi mengungkapkan, kampusnya juga mendorong tumbuhnya  profesional, peneliti, dan pengusaha. Menurut dia, keahlian ketiga  unsur ini mampu menjawab tantangan lompatan ekonomi digital.
Baca Juga: Industri Kerajinan Makin Bertaji, Ekonomi Kreatif Bisa Jadi Poros Baru
&quot;Kami harap generasi zaman now dapat mempersiapkan diri menghadapi era digital,&quot; tutur Kadarsah. ITB  setidaknya telah menelurkan 77 wirausahawan muda yang bergerak di bidang  digital, pangan, energi, kesehatan, dan ekonomi kreatif. Pada  perhelatan ini, para wirausahawan terbaik berbagi untuk penerus bangsa.   Mereka berbagi ilmu terkait pengembangan usaha, terutama melalui dunia digital. Berdasarkan laporan Tetra Pak Index 2017, Indonesia memiliki 132 juta pengguna internet di mana 40% dari jumlah tersebut merupakan pengguna aktif media sosial.
Laporan tersebut juga menyebutkan, jumlah pengguna internet yang mengakses media sosial melalui perangkat mobile mencapai 39% dari total pengguna internet. Para wirausahawan muda yang  hadir menginspirasi dalam EW! kali ini adalah CEO, Pendiri Tokopedia  William Tanuwijaya, serta CEO dan Pendiri Amartha Andi Taufan Garuda  Putra.   CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, Indonesia  merupakan negara dengan pasar yang menjanjikan. Oleh karena itu,  masyarakat harus percaya diri dengan mau menjadi wirausahawan. Dia  menyebut, untuk memulai usaha harus bermimpi dalam memikirkan rencana.  &quot;Lalu mengucapkan dan mengakulturasikan,&quot; katanya. Meski berbagai  hambatan dipastikan akan menghadang, menurutnya pelaku usaha harus gigih  dan tetap punya harapan yang tinggi.   &quot;Memang tidak semua berani dan berhasil. Tapi harus tetap punya harapan dan melupakan kegagalan,&quot; katanya.   (Agung Bakti Sarasa)</description><content:encoded>BANDUNG - Pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah wirausahawan untuk mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi. Pemerintah pun secara khusus mendorong anak muda di tanah air terjun ke industri digital.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM), jumlah wirausahawan pada 2017 baru mencapai 3,31% dari jumlah&amp;nbsp; penduduk Indonesia, sedangkan standar Bank Dunia adalah 4%.
Dibandingkan dengan negara ASEAN lain, jumlah wirausahawan Indonesia juga lebih kecil, misalnya Singapura (7%), Malaysia (5%), dan Thailand (4,5%), serta tidak berbeda jauh dengan Vietnam (3,3%).   &amp;ldquo;Jumlah wirausahawan di Indonesia masih sedikit. Padahal, peluang usaha di Tanah Air masih sangat terbuka lebar,&amp;rdquo; ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Entrepreneurs Wanted! (EW!) yang digagas Kantor Staf Kepresidenan, di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), JalanTamansari, Kota Bandung.
Baca Juga: Tumbuh Pesat, Ekonomi Digital Bisa Jadi Salah Satu Pendorong Pertumbuhan
Menurut Jokowi, pemerintah berupaya merangsang pertumbuhan wirausahawan, terutama di ranah industri digital untuk menjadikan Indonesia sebagai The Digital Energy of Asia dengan valuasi industri mencapai USD130 miliar pada 2020. Terlebih, Indonesia memiliki semua potensi yang diperlukan untuk menjadi pusat kekuatan ekonomi digital di Asia.   &quot;Saat ini adalah peluang anak muda untuk masuk ke ruang bisnis yang sangat besar,&quot; ujar Jokowi. Pria yang sejak lama telah menjadi wirausahawan ini ber pesan kepada para lulusan per guruan tinggi (PT) untuk mengubah paradigma, yakni setelah lulus tidak hanya jadi pegawai, namun juga mampu membuka lapangan kerja.
Baca Juga: Menkeu: Pilkada hingga Pertemuan IMF-World Bank Buat Ekonomi RI Melaju di 2018
Jokowi yakin, per tumbuhan wirausahawan muda akan meningkat karena anak muda saat ini lebih kreatif, sehingga memiliki modal untuk menjadi pengusaha tangguh. Senada dengan Presiden, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkapkan optimismenya terhadap geliat wirausahawan muda Indonesia.   Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah mendanai banyak mahasiswa yang berminat menjadi wirausahawan baru dengan memberikan bantuan permodalan mulai dari 5 juta hingga 50 juta untuk masing-masing mahasiswa.
&quot;Kami mengadakan lomba mahasiswa. Mereka membuat business plan, bagaimana mengoperasikan business plan, kemudian mereka menyiapkan kebutuhan bisnis, seperti investasi berupa alat dan modal kerja. Untuk investasi, kami beri pin jaman berupa modal bergulir,&quot; jelas Nasir.Kemenristekdikti juga  melakukan berbagai upaya lain untuk menumbuhkan wirausahawan muda,  antara lain Pendanaan kepada Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi  (PPBT). &quot;Tahun ini PPBT berjumlah 661 perusahaan, tahun depan targetnya  800 perusahaan,&quot; ungkap Nasir yakin.
Pada 2019, PPB ditargetkan  meningkat hingga 1.000 perusahaan. Kemenristekdikti juga memungkinkan PT  membuka program studi (prodi) kekinian yang dapat menjawab tantangan  perkembangan zaman. Lulusan prodi kekinian ini diharapkan dapat menjadi  wirausahawan muda dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru. &quot;Kita  buka beberapa prodi di bidang ekonomi kreatif, salah satunya animasi,&quot;  sebut Nasir.   Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Bandung  (ITB) Kadarsah Suryadi mengungkapkan, kampusnya juga mendorong tumbuhnya  profesional, peneliti, dan pengusaha. Menurut dia, keahlian ketiga  unsur ini mampu menjawab tantangan lompatan ekonomi digital.
Baca Juga: Industri Kerajinan Makin Bertaji, Ekonomi Kreatif Bisa Jadi Poros Baru
&quot;Kami harap generasi zaman now dapat mempersiapkan diri menghadapi era digital,&quot; tutur Kadarsah. ITB  setidaknya telah menelurkan 77 wirausahawan muda yang bergerak di bidang  digital, pangan, energi, kesehatan, dan ekonomi kreatif. Pada  perhelatan ini, para wirausahawan terbaik berbagi untuk penerus bangsa.   Mereka berbagi ilmu terkait pengembangan usaha, terutama melalui dunia digital. Berdasarkan laporan Tetra Pak Index 2017, Indonesia memiliki 132 juta pengguna internet di mana 40% dari jumlah tersebut merupakan pengguna aktif media sosial.
Laporan tersebut juga menyebutkan, jumlah pengguna internet yang mengakses media sosial melalui perangkat mobile mencapai 39% dari total pengguna internet. Para wirausahawan muda yang  hadir menginspirasi dalam EW! kali ini adalah CEO, Pendiri Tokopedia  William Tanuwijaya, serta CEO dan Pendiri Amartha Andi Taufan Garuda  Putra.   CEO Tokopedia William Tanuwijaya mengatakan, Indonesia  merupakan negara dengan pasar yang menjanjikan. Oleh karena itu,  masyarakat harus percaya diri dengan mau menjadi wirausahawan. Dia  menyebut, untuk memulai usaha harus bermimpi dalam memikirkan rencana.  &quot;Lalu mengucapkan dan mengakulturasikan,&quot; katanya. Meski berbagai  hambatan dipastikan akan menghadang, menurutnya pelaku usaha harus gigih  dan tetap punya harapan yang tinggi.   &quot;Memang tidak semua berani dan berhasil. Tapi harus tetap punya harapan dan melupakan kegagalan,&quot; katanya.   (Agung Bakti Sarasa)</content:encoded></item></channel></rss>
