<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Transaksi Harbolnas Tembus Rp4,7 Triliun, Minat Belanja Online Makin Tinggi</title><description>Nilai transaksi yang dicatatkan pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017 yang mencapai Rp4,7 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/20/320/1833215/transaksi-harbolnas-tembus-rp4-7-triliun-minat-belanja-online-makin-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/12/20/320/1833215/transaksi-harbolnas-tembus-rp4-7-triliun-minat-belanja-online-makin-tinggi"/><item><title>Transaksi Harbolnas Tembus Rp4,7 Triliun, Minat Belanja Online Makin Tinggi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/20/320/1833215/transaksi-harbolnas-tembus-rp4-7-triliun-minat-belanja-online-makin-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/12/20/320/1833215/transaksi-harbolnas-tembus-rp4-7-triliun-minat-belanja-online-makin-tinggi</guid><pubDate>Rabu 20 Desember 2017 11:05 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/20/320/1833215/transaksi-harbolnas-tembus-rp4-7-triliun-minat-belanja-online-makin-tinggi-68RMoetTCX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Koran SINDO</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/20/320/1833215/transaksi-harbolnas-tembus-rp4-7-triliun-minat-belanja-online-makin-tinggi-68RMoetTCX.jpg</image><title>Foto: Koran SINDO</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Minat masyarakat terhadap belanja online semakin meningkat. Hal ini terlihat dari nilai transaksi yang dicatatkan pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017 yang mencapai Rp4,7 triliun.
Angka tersebut naik signifikan dibanding event serupa tahun lalu yang membukukan transaksi Rp3,3 triliun. Tahun ini peserta Harbolnas juga bertambah yakni mencapai 254 e-commerce, dibandingkan pada 2016 sebanyak 211 ecommerce.   Beberapa indikator peningkatan tersebut membuktikan bahwa belanja melalui internet kini semakin di percaya. Tumbuhnya angka penjualan di industri e-commerce dari tahun ke tahun akan memancing pelaku usaha ritel lainnya untuk memilih kanal distribusi secara lain.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Harbolnas 2017, Diskon Palsu hingga 'Banjir' Promo  &amp;ldquo;Kedepan se makin banyak pe ritel memilih kanal e-commerce sehingga akan menciptakan layanan lebih menarik,&amp;rdquo; ujar Dewan Penasihat Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Daniel Tumiwa . Dia menambahkan, meningkatnya nilai transaksi belanja online menjadi bukti bahwa sistem jual-beli berbasis internet ini kian diminati masyarakat.   Tren tersebut sudah diperkirakan oleh asosiasi sehingga ke depan e-commerce diharapkan menjadi pilihan yang baik. Seperti diketahui, Harbolnas 2017 digelar pada 12 Desember 2017 lalu. Pada ajang pesta diskon belanja online tersebut, para peserta yang terdiri atas pelaku usaha e-commerce memberi potongan harga hingga 95%.   Dari sekian banyak item barang yang ditawarkan, panitia Harbolnas mencatat produk fashion dan baju olahraga termasuk yang paling banyak dibeli. Selanjutnya, produk travel, kosmetik, elektronik, dan paket isi ulang/top up saldo. Ketua Panitia Harbolnas 2017 Achmad Alkatiri mengatakan, Harbolnas tahun ini terbilang sukses berkat dukungan dari berbagai pihak.
Baca Juga: Panitia Harbolnas 2017: Yang Drop dan Up Harga Tak Sesuai Sudah Kami Deactive Akunnya  Menurutnya, antusias masyarakat juga meningkat dalam ajang tersebut. &amp;ldquo;Harbolnas tahun ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang berpartisipasi baik sebagai konsumen maupun sebagai penjual. Tidak ketinggalan berbagai pihak yang menjadi bagian dari ekosistem digital juga turut merasakan euforia ajang belanja online nasional terbesar ini,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta kemarin.   Dia mengungkapkan, tahun ini semakin banyak konsumen yang mencoba transaksi online. Selain itu, banyak pelaku usaha termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) merasakan peningkatan transaksi online saat Harbolnas. &amp;ldquo;Untuk itu, kami optimistis tujuan Harbolnas 2017 dapat memberikan pengaruh positif dan berkontribusi bagi para pelaku industri ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya untuk merek lokal dan UKM,&amp;rdquo; ujarnya.Dia juga berharap industri e-commerce di Indonesia akan semakin besar diiringi meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan kenyamanan berbelanja online. Ajang pesta diskon belanja online tidak hanya digelar di Indonesia. Di sejumlah negara, momen obral barang dagangan telah dilakukan jauh sebelumnya.
Misalnya saja di Amerika Serikat (AS) yang tahun ini memiliki program  belanja Black Friday pada 23 November. Pada tahun ini Black Friday  mencatatkan transaksi USD5 miliar (Rp67,5 triliun). Di China, juga ada  ajang serupa yakni Single&amp;rsquo;s Day yang digelar setiap 11 November (11/11).    Di Negeri Panda, situs belanja online Alibaba tahun ini mencatatkan rekor penjualan online mencapai USD25,4 miliar (Rp362 triliun). Mitra pembayaran mereka yakni  Alipay, memproses 256.000 pembayaran per detik. Dalam waktu 24 jam,  Alipay memproses 1,48 miliar transaksi dengan pengiriman barang menjadi  700 juta kali.   Director Consumer Insight Nielsen Indonesia  Rusdy Sumantri mengatakan, meningkatnya transaksi tahun ini berasal dari  kontribusi transaksi di luar Pulau Jawa yang tumbuh 82% dibandingkan  tahun sebelumnya. &amp;ldquo;Untuk kontribusi dominan masih tetap banyak di Pulau  Jawa. Tapi pertumbuhan transaksi dari luar Pulau Jawa paling signifikan,  tersebar cukup merata di beberapa kota,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga: Harbolnas 2017, Menkominfo: Jangan Sampai Disusupi Player Nakal  Rusdy melanjutkan, sekitar 68% konsumen di Harbolnas 2017 adalah mereka yang terbiasa belanja online.  Mayoritas dari pembeli mengatakan bahwa Harbolnas 2017 lebih baik dari  tahun 2016. &amp;ldquo;Ada 27% konsumen yang pertama kali belanja di acara  Harbolnas, dan acara Harbolnas tahun ini cukup berhasil menarik konsumen  yang pertama kali belanja online, yakni sekitar 5%,&amp;rdquo; ungkapnya.   Berdasarkan data Nielsen, ujar dia, mengingat Harbolnas 2017 jatuh pada  hari kerja, aktivitas belanja juga sedikit bergeser ke pukul  09.00-12.00 dan pukul 15.00-21.00. &amp;ldquo;Selain itu, kebanyakan dari konsumen  berbelanja menggunakan perangkat mobile (telepon pintar dan tablet),  yakni sekitar 77%, dan mereka mulai meninggalkan browser dalam  berbelanja,&amp;rdquo; tuturnya.   Country Director Facebook Indonesia Sri  Widowati menyampaikan, Facebook sebagai mitra resmi program Harbolnas  tahun ini sangat mendukung dari sisi online marketing. Menurutnya, situs pertemanan global itu bekerja sama dengan mitra e-commerce untuk membantu UMKM dalam mendorong produknya agar lebih mudah ditemukan calon pembeli.   &amp;ldquo;Facebook berkomitmen dalam membuka peluang pertumbuhan bagi bisnis  UMKM dan membantu mereka menjangkau lebih banyak konsumen mobile first  di Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.   Berkah bagi Pelapak   Harbolnas 2017 juga menjadi berkah bagi para pelapak yang biasa  berjualan di market place. Transaksi mereka meningkat signifikan kendati  ajang tersebut hanya dilakukan satu hari. Hal ini diakui oleh Johanes  Lie, pemilik toko online Tomindo Toys yang berjualan di berbagai platform e-commerce.  Menurutnya, Harbolnas telah memberikan peluang yang cukup besar dalam  mengembangkan usaha, khususnya melalui platform digital.&amp;ldquo;Bagi  kami, para seller, Harbolnas menjadi kesempatan yang sangat baik  untuk  meningkatkan penjualan kami,&amp;rdquo; ujarnya. Johanes mengatakan, dalam  ajang  tersebut tokonya mendapatkan 3.000 order dalam sehari, jauh di  atas  penjualan hari biasa. &amp;ldquo;Naiknya sangat tinggi,&amp;rdquo; ujar dia.   Ketua idEA Aulia E Marinto mengatakan, penyelenggaraan tahunan Harbolnas merupakan inisiasi dari para pelaku usaha e-commerce,   yang di antaranya juga merupakan ang gota idEA. Dengan digelarnya  acara  Harbolnas tersebut diharapkan dapat mendorong industri e-commerce di Indonesia.   &amp;ldquo;IdEA meminta untuk seluruh peserta program Harbolnas agar dapat   memberikan layanan terbaiknya sehingga bisa berdampak pada peningkatan   kepercayaan masyarakat terhadap industri e-commerce,&amp;rdquo; kata  Aulia.  Sementara itu, Zalora Indonesia dalam keterangan tertulisnya  menyatakan  pada Harbolnas, 12 Desember lalu, toko fashion online itu mencatat peningkatan jumlah pendapatan hingga 15 kali lipat dibandingkan hari biasanya.   Angka ini melebihi target yang diekspektasikan oleh Zalora, yaitu 12   kali lipat pada hari pertama Harbolnas berlangsung. &amp;ldquo;Kami telah   membuktikan bahwa para pelanggan menjadikan Zalora sebagai tujuan utama   ketika mereka mencari koleksi fashion terkini dengan penawaran terbaik   di Indonesia,&amp;rdquo; ujar CEO Zalora Indonesia Anthony Fung.   Sementara itu, Senior Vice President of Marketing Blibli.com I Gusti Ayu   Fadjar menjelaskan bahwa produk yang paling banyak dicari pada   perhelatan Harbolnas yaitu produk ibu dan anak seperti popok bayi, susu   formula, sabun mandi bayi, dan pelembut pakaian aman untuk bayi.   &amp;ldquo;Selain itu handphone, barang elektronik, laptop, kamera, auto motif,   serta tiket dan vaucer juga mengalami peningkatan penjualan selama   periode 12.12,&amp;rdquo; kata Ayu Fadjar. Selama masa promosi, rata-rata   pelanggan perempuan menghabiskan satu jam untuk berbelanja dengan trafik   terbesar terjadi di pagi dan siang hari.   Kemudahan cara berbelanja secara online yang bisa dilakukan melalui laman ataupun aplikasi mobile ini menurut   dia menjadi kesukaan kaum ibu. &amp;ldquo;Jadi, berbelanja bisa dilakukan saat di   rumah ataupun saat mereka sibuk di kantor,&amp;rdquo; tutupnya.   (oktiani endarwati/ heru febrianto)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Minat masyarakat terhadap belanja online semakin meningkat. Hal ini terlihat dari nilai transaksi yang dicatatkan pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2017 yang mencapai Rp4,7 triliun.
Angka tersebut naik signifikan dibanding event serupa tahun lalu yang membukukan transaksi Rp3,3 triliun. Tahun ini peserta Harbolnas juga bertambah yakni mencapai 254 e-commerce, dibandingkan pada 2016 sebanyak 211 ecommerce.   Beberapa indikator peningkatan tersebut membuktikan bahwa belanja melalui internet kini semakin di percaya. Tumbuhnya angka penjualan di industri e-commerce dari tahun ke tahun akan memancing pelaku usaha ritel lainnya untuk memilih kanal distribusi secara lain.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Harbolnas 2017, Diskon Palsu hingga 'Banjir' Promo  &amp;ldquo;Kedepan se makin banyak pe ritel memilih kanal e-commerce sehingga akan menciptakan layanan lebih menarik,&amp;rdquo; ujar Dewan Penasihat Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Daniel Tumiwa . Dia menambahkan, meningkatnya nilai transaksi belanja online menjadi bukti bahwa sistem jual-beli berbasis internet ini kian diminati masyarakat.   Tren tersebut sudah diperkirakan oleh asosiasi sehingga ke depan e-commerce diharapkan menjadi pilihan yang baik. Seperti diketahui, Harbolnas 2017 digelar pada 12 Desember 2017 lalu. Pada ajang pesta diskon belanja online tersebut, para peserta yang terdiri atas pelaku usaha e-commerce memberi potongan harga hingga 95%.   Dari sekian banyak item barang yang ditawarkan, panitia Harbolnas mencatat produk fashion dan baju olahraga termasuk yang paling banyak dibeli. Selanjutnya, produk travel, kosmetik, elektronik, dan paket isi ulang/top up saldo. Ketua Panitia Harbolnas 2017 Achmad Alkatiri mengatakan, Harbolnas tahun ini terbilang sukses berkat dukungan dari berbagai pihak.
Baca Juga: Panitia Harbolnas 2017: Yang Drop dan Up Harga Tak Sesuai Sudah Kami Deactive Akunnya  Menurutnya, antusias masyarakat juga meningkat dalam ajang tersebut. &amp;ldquo;Harbolnas tahun ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang berpartisipasi baik sebagai konsumen maupun sebagai penjual. Tidak ketinggalan berbagai pihak yang menjadi bagian dari ekosistem digital juga turut merasakan euforia ajang belanja online nasional terbesar ini,&amp;rdquo; ujarnya di Jakarta kemarin.   Dia mengungkapkan, tahun ini semakin banyak konsumen yang mencoba transaksi online. Selain itu, banyak pelaku usaha termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) merasakan peningkatan transaksi online saat Harbolnas. &amp;ldquo;Untuk itu, kami optimistis tujuan Harbolnas 2017 dapat memberikan pengaruh positif dan berkontribusi bagi para pelaku industri ekonomi kreatif di Indonesia, khususnya untuk merek lokal dan UKM,&amp;rdquo; ujarnya.Dia juga berharap industri e-commerce di Indonesia akan semakin besar diiringi meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan dan kenyamanan berbelanja online. Ajang pesta diskon belanja online tidak hanya digelar di Indonesia. Di sejumlah negara, momen obral barang dagangan telah dilakukan jauh sebelumnya.
Misalnya saja di Amerika Serikat (AS) yang tahun ini memiliki program  belanja Black Friday pada 23 November. Pada tahun ini Black Friday  mencatatkan transaksi USD5 miliar (Rp67,5 triliun). Di China, juga ada  ajang serupa yakni Single&amp;rsquo;s Day yang digelar setiap 11 November (11/11).    Di Negeri Panda, situs belanja online Alibaba tahun ini mencatatkan rekor penjualan online mencapai USD25,4 miliar (Rp362 triliun). Mitra pembayaran mereka yakni  Alipay, memproses 256.000 pembayaran per detik. Dalam waktu 24 jam,  Alipay memproses 1,48 miliar transaksi dengan pengiriman barang menjadi  700 juta kali.   Director Consumer Insight Nielsen Indonesia  Rusdy Sumantri mengatakan, meningkatnya transaksi tahun ini berasal dari  kontribusi transaksi di luar Pulau Jawa yang tumbuh 82% dibandingkan  tahun sebelumnya. &amp;ldquo;Untuk kontribusi dominan masih tetap banyak di Pulau  Jawa. Tapi pertumbuhan transaksi dari luar Pulau Jawa paling signifikan,  tersebar cukup merata di beberapa kota,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga: Harbolnas 2017, Menkominfo: Jangan Sampai Disusupi Player Nakal  Rusdy melanjutkan, sekitar 68% konsumen di Harbolnas 2017 adalah mereka yang terbiasa belanja online.  Mayoritas dari pembeli mengatakan bahwa Harbolnas 2017 lebih baik dari  tahun 2016. &amp;ldquo;Ada 27% konsumen yang pertama kali belanja di acara  Harbolnas, dan acara Harbolnas tahun ini cukup berhasil menarik konsumen  yang pertama kali belanja online, yakni sekitar 5%,&amp;rdquo; ungkapnya.   Berdasarkan data Nielsen, ujar dia, mengingat Harbolnas 2017 jatuh pada  hari kerja, aktivitas belanja juga sedikit bergeser ke pukul  09.00-12.00 dan pukul 15.00-21.00. &amp;ldquo;Selain itu, kebanyakan dari konsumen  berbelanja menggunakan perangkat mobile (telepon pintar dan tablet),  yakni sekitar 77%, dan mereka mulai meninggalkan browser dalam  berbelanja,&amp;rdquo; tuturnya.   Country Director Facebook Indonesia Sri  Widowati menyampaikan, Facebook sebagai mitra resmi program Harbolnas  tahun ini sangat mendukung dari sisi online marketing. Menurutnya, situs pertemanan global itu bekerja sama dengan mitra e-commerce untuk membantu UMKM dalam mendorong produknya agar lebih mudah ditemukan calon pembeli.   &amp;ldquo;Facebook berkomitmen dalam membuka peluang pertumbuhan bagi bisnis  UMKM dan membantu mereka menjangkau lebih banyak konsumen mobile first  di Indonesia,&amp;rdquo; ujarnya.   Berkah bagi Pelapak   Harbolnas 2017 juga menjadi berkah bagi para pelapak yang biasa  berjualan di market place. Transaksi mereka meningkat signifikan kendati  ajang tersebut hanya dilakukan satu hari. Hal ini diakui oleh Johanes  Lie, pemilik toko online Tomindo Toys yang berjualan di berbagai platform e-commerce.  Menurutnya, Harbolnas telah memberikan peluang yang cukup besar dalam  mengembangkan usaha, khususnya melalui platform digital.&amp;ldquo;Bagi  kami, para seller, Harbolnas menjadi kesempatan yang sangat baik  untuk  meningkatkan penjualan kami,&amp;rdquo; ujarnya. Johanes mengatakan, dalam  ajang  tersebut tokonya mendapatkan 3.000 order dalam sehari, jauh di  atas  penjualan hari biasa. &amp;ldquo;Naiknya sangat tinggi,&amp;rdquo; ujar dia.   Ketua idEA Aulia E Marinto mengatakan, penyelenggaraan tahunan Harbolnas merupakan inisiasi dari para pelaku usaha e-commerce,   yang di antaranya juga merupakan ang gota idEA. Dengan digelarnya  acara  Harbolnas tersebut diharapkan dapat mendorong industri e-commerce di Indonesia.   &amp;ldquo;IdEA meminta untuk seluruh peserta program Harbolnas agar dapat   memberikan layanan terbaiknya sehingga bisa berdampak pada peningkatan   kepercayaan masyarakat terhadap industri e-commerce,&amp;rdquo; kata  Aulia.  Sementara itu, Zalora Indonesia dalam keterangan tertulisnya  menyatakan  pada Harbolnas, 12 Desember lalu, toko fashion online itu mencatat peningkatan jumlah pendapatan hingga 15 kali lipat dibandingkan hari biasanya.   Angka ini melebihi target yang diekspektasikan oleh Zalora, yaitu 12   kali lipat pada hari pertama Harbolnas berlangsung. &amp;ldquo;Kami telah   membuktikan bahwa para pelanggan menjadikan Zalora sebagai tujuan utama   ketika mereka mencari koleksi fashion terkini dengan penawaran terbaik   di Indonesia,&amp;rdquo; ujar CEO Zalora Indonesia Anthony Fung.   Sementara itu, Senior Vice President of Marketing Blibli.com I Gusti Ayu   Fadjar menjelaskan bahwa produk yang paling banyak dicari pada   perhelatan Harbolnas yaitu produk ibu dan anak seperti popok bayi, susu   formula, sabun mandi bayi, dan pelembut pakaian aman untuk bayi.   &amp;ldquo;Selain itu handphone, barang elektronik, laptop, kamera, auto motif,   serta tiket dan vaucer juga mengalami peningkatan penjualan selama   periode 12.12,&amp;rdquo; kata Ayu Fadjar. Selama masa promosi, rata-rata   pelanggan perempuan menghabiskan satu jam untuk berbelanja dengan trafik   terbesar terjadi di pagi dan siang hari.   Kemudahan cara berbelanja secara online yang bisa dilakukan melalui laman ataupun aplikasi mobile ini menurut   dia menjadi kesukaan kaum ibu. &amp;ldquo;Jadi, berbelanja bisa dilakukan saat di   rumah ataupun saat mereka sibuk di kantor,&amp;rdquo; tutupnya.   (oktiani endarwati/ heru febrianto)</content:encoded></item></channel></rss>
