<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Amerika Serikat Bangun Gedung Kedutaan Senilai Rp13,6 Triliun di London</title><description>Eksterior bangunan yang menghabiskan dana 750 juta Poundsterling (Rp13,6 triliun) itu dibuat berlapiskan kaca</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/24/470/1835267/pemerintah-amerika-serikat-bangun-gedung-kedutaan-senilai-rp13-6-triliun-di-london</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/12/24/470/1835267/pemerintah-amerika-serikat-bangun-gedung-kedutaan-senilai-rp13-6-triliun-di-london"/><item><title>Pemerintah Amerika Serikat Bangun Gedung Kedutaan Senilai Rp13,6 Triliun di London</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/24/470/1835267/pemerintah-amerika-serikat-bangun-gedung-kedutaan-senilai-rp13-6-triliun-di-london</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/12/24/470/1835267/pemerintah-amerika-serikat-bangun-gedung-kedutaan-senilai-rp13-6-triliun-di-london</guid><pubDate>Minggu 24 Desember 2017 12:37 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/24/470/1835267/pemerintah-amerika-serikat-bangun-gedung-kedutaan-senilai-rp13-6-triliun-di-london-YTAj4HAuKA.gif" expression="full" type="image/jpeg">Gedung Kaca (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/24/470/1835267/pemerintah-amerika-serikat-bangun-gedung-kedutaan-senilai-rp13-6-triliun-di-london-YTAj4HAuKA.gif</image><title>Gedung Kaca (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>LONDON &amp;ndash; Pemerintah Amerika Serikat (AS) membangun gedung kedutaan besar (Kedubes) termewah di London, Inggris.

Fasilitas diplomatik yang berada ditepi Sungai Thames itu merupakan tanda istimewa hubungan kedua negara yang sudah terjalin sejak 1785. Pemerintah AS sengaja membangun gedung baru dengan desain futuristik. Eksterior bangunan yang menghabiskan dana 750 juta Poundsterling (Rp13,6 triliun) itu dibuat berlapiskan kaca sehingga menambah kesan megah ketika dilihat dari luar.

Sejumlah media AS dan Inggris menyebut gedung baru Kedubes AS itu sebagai yang termahal di dunia. Pembangunan gedung kedubes yang terletak di Nine Elms, London, itu memakan waktu sekitar empat tahun. Jika tidak ada aral melintang, gedung yang eksteriornya didominasi warna putih tersebut akan dibuka secara resmi pada 16 Januari 2018 oleh Presiden AS Donald Trump bertepatan dengan kunjungan kenegaraan ke Inggris.

Baca Juga: Rumah Arsitek Ternama Amerika Dibanderol USD1 Juta

Sebelumnya Trump memperoleh undangan kunjungan kenegaraan dari Inggris dan akan disambut Ratu Elizabeth II. Namun tanggal keberangkatannya tidak diketahui. Awalnya kunjungan Trump dijadwalkan pada Februari 2018. Duta Besar (Dubes) AS untuk Inggris Woody Johnson mengatakan, jadwal kunjungan Trump sulit untuk diprediksi. Meski demikian, dia mengaku tidak sabar untuk menyambut Trump.

&amp;ldquo;Saya pikir Presiden akan sangat terkesan dengan bangunan ini dan juga penghuninya,&amp;rdquo; ujar Johnson seperti dikutip Dailymail.

Inggris merupakan sekutu AS sejak lama dan dianggap sebagai pintu gerbang bagi AS untuk menuju Eropa. Bahkan ketika hubungan Inggris dengan Uni Eropa renggang akibat keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), AS tetap menjaga komitmen hubungannya dengan Inggris. Namun dalam beberapa bulan terakhir hubungan kedua negara diuji dengan perbedaan sikap atas status Yerusalem dan kesepakatan nuklir Iran. Pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh AS ditentang keras Inggris.

Johnson yang ditunjuk menjadi Dubes AS untuk Inggris sejak 19 Januari 2017 saat ini pun diminta memperkuat relasi dengan Inggris. Trump, menurut Johnson, bahkan secara khusus memerintahkan dirinya agar lebih dekat dengan Inggris sehingga kedua negara lebih sejahtera dan aman.

&amp;ldquo;Dia (Trump) berkata, &amp;lsquo;Saya ingin kamu membuatnya lebih kuat.&amp;rsquo; Saya pun akan melakukannya,&amp;rdquo; kata Johnson.
Gantikan Kantor Lama

AS sebelumnya menjalankan misi diplomatik di Grosvenor Square,  Mayfair, London, yang berdiri sejak 1960. Kementerian Luar Negeri  (Kemlu) AS memperhitungkan biaya renovasi dan pemasangan alat keamanan  terbaru di kantor lama akan sangat mahal sehingga mereka lebih memilih  membangun gedung baru.

Kedubes AS di Grosvenor Square diputuskan untuk ditransformasi  menjadi pusat perhotelan dan ritel senilai 1 miliar poundsterling  (Rp18triliun) oleh perusahaan real estate Qatari Diar. Selama Perang  Dunia II, Grosvenor Square dikenal sebagai Little America karena menjadi  pusat markas militer Jenderal Dwight D Eisenhower.

Baca Juga: Pangeran Arab Borong Rumah Termahal, Yacht dan Lukisan Leonardo da Vinci Rp16 Triliun

Luas ruang Kedubes AS yang baru di Nine Elms dua kali lipat dari  Kedubes AS di Grosvenor Square, yakni mencapai 518.000 kaki persegi.  Kedubes itu diklaim sebagai kedubes termewah dan termahal. Biayanya  hampir setara dengan pembangunan Kedubes AS di Afghanistan dan Irak. Di  kedua negaraitu, ASmenggelo ntor kan dana USD792 juta (Rp10,7 triliun)  dan USD750 juta (Rp10 triliun).

Pelaksana Direktur Biro Operasi Bangunan Luar Negeri AS William Moser  mengata kan, seluruh biaya pembangunan kedubes baru, termasuk  pembebasan lahan, dibayar dari penjualan properti Pemerintah AS di  Inggris. &amp;ldquo;Gedung tersebut dibangun tanpa menggunakan uang rakyat,&amp;rdquo; kata  mantan Dubes AS untuk Moldova itu.

Ramah Lingkungan

Gedung kedubes baru AS dirancang dengan kesan megah dan berwibawa.  Desainnya terlihat modern. Bangunan itu menggunakan bahan bebas karbon  sehingga ramah lingkungan. Limpasan air yang sudah digunakan akan  mengalir membentuk air terjun. Gedung itu juga dapat memproduksi energi  sendiri dengan menggunakan sistem pembangkit tenaga surya dalam jangka  panjang.

Tidak seperti kebanyakan bangunan kaca, gedung baru Kedubes AS  dilengkapi material scrim plastik ringan mirip kain layar perahu.  Komposisinya tidak berbeda jauh dengan plastik berbahan dasar fluorin  Etfe yang juga digunakan dalam bangunan Beijing National Aquatic Center.  Scrim itu tertancap dengan sel foto voltaik.

Scrim tersebut pada dasarnya berfungsi untuk menyerap sinar matahari  sehingga ruangan interior tidak terlalu panas. Siripnya terjepit dalam  jarak yang sempit hingga membentuk riak.

Baca Juga: Generasi Milenial Didorong Investasi Properti hingga Prediksi di Tahun Politik

&amp;ldquo;Struktur kaca ini menjabarkan inti dari nilai-nilai demokrasi, yakni  transparansi, keterbukaan, dan persamaan,&amp;ldquo; ungkap Kemlu AS.

Kedubes baru AS juga dilengkapi enam taman yang terletak di dalam dan  luar ruangan. Semua taman di dalam ruangan merupakan representasi dari  sebagian pemandangan alam paling terkenal di AS. Sebut saja Canyonland,  garis pantai selatan Gulf Coast, Mid w est, Lembah Sungai Poto mac,  Pantai Pasifik, dan Atlantik Tengah. Namun bangunan itu tidak memiliki  pembatas keamanan yang tinggi.

Sebagai gantinya, tender perusahaan konstruksi Kieran Timberlake  membuat taman umum dan telaga disekelilingnya. James Timberlake dari  Kieran Timberlake mengatakan semua itu sudah memenuhi dan melampaui  persyaratan keamanan.

&amp;ldquo;Kami menggunakan elemen alam dan seni taman yang banyak digunakan  selama beberapa abad lalu sebagai perlengkapan keamanan. Kami tidak  membangun dinding tembok atau pagar,&amp;rdquo; kata Kieran

Beberapa kedubes AS yang dibangun pada abad ke-21 mengundang banyak kritik karena terkesan terlalu paranoid.

(Muh Shamil)</description><content:encoded>LONDON &amp;ndash; Pemerintah Amerika Serikat (AS) membangun gedung kedutaan besar (Kedubes) termewah di London, Inggris.

Fasilitas diplomatik yang berada ditepi Sungai Thames itu merupakan tanda istimewa hubungan kedua negara yang sudah terjalin sejak 1785. Pemerintah AS sengaja membangun gedung baru dengan desain futuristik. Eksterior bangunan yang menghabiskan dana 750 juta Poundsterling (Rp13,6 triliun) itu dibuat berlapiskan kaca sehingga menambah kesan megah ketika dilihat dari luar.

Sejumlah media AS dan Inggris menyebut gedung baru Kedubes AS itu sebagai yang termahal di dunia. Pembangunan gedung kedubes yang terletak di Nine Elms, London, itu memakan waktu sekitar empat tahun. Jika tidak ada aral melintang, gedung yang eksteriornya didominasi warna putih tersebut akan dibuka secara resmi pada 16 Januari 2018 oleh Presiden AS Donald Trump bertepatan dengan kunjungan kenegaraan ke Inggris.

Baca Juga: Rumah Arsitek Ternama Amerika Dibanderol USD1 Juta

Sebelumnya Trump memperoleh undangan kunjungan kenegaraan dari Inggris dan akan disambut Ratu Elizabeth II. Namun tanggal keberangkatannya tidak diketahui. Awalnya kunjungan Trump dijadwalkan pada Februari 2018. Duta Besar (Dubes) AS untuk Inggris Woody Johnson mengatakan, jadwal kunjungan Trump sulit untuk diprediksi. Meski demikian, dia mengaku tidak sabar untuk menyambut Trump.

&amp;ldquo;Saya pikir Presiden akan sangat terkesan dengan bangunan ini dan juga penghuninya,&amp;rdquo; ujar Johnson seperti dikutip Dailymail.

Inggris merupakan sekutu AS sejak lama dan dianggap sebagai pintu gerbang bagi AS untuk menuju Eropa. Bahkan ketika hubungan Inggris dengan Uni Eropa renggang akibat keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit), AS tetap menjaga komitmen hubungannya dengan Inggris. Namun dalam beberapa bulan terakhir hubungan kedua negara diuji dengan perbedaan sikap atas status Yerusalem dan kesepakatan nuklir Iran. Pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel oleh AS ditentang keras Inggris.

Johnson yang ditunjuk menjadi Dubes AS untuk Inggris sejak 19 Januari 2017 saat ini pun diminta memperkuat relasi dengan Inggris. Trump, menurut Johnson, bahkan secara khusus memerintahkan dirinya agar lebih dekat dengan Inggris sehingga kedua negara lebih sejahtera dan aman.

&amp;ldquo;Dia (Trump) berkata, &amp;lsquo;Saya ingin kamu membuatnya lebih kuat.&amp;rsquo; Saya pun akan melakukannya,&amp;rdquo; kata Johnson.
Gantikan Kantor Lama

AS sebelumnya menjalankan misi diplomatik di Grosvenor Square,  Mayfair, London, yang berdiri sejak 1960. Kementerian Luar Negeri  (Kemlu) AS memperhitungkan biaya renovasi dan pemasangan alat keamanan  terbaru di kantor lama akan sangat mahal sehingga mereka lebih memilih  membangun gedung baru.

Kedubes AS di Grosvenor Square diputuskan untuk ditransformasi  menjadi pusat perhotelan dan ritel senilai 1 miliar poundsterling  (Rp18triliun) oleh perusahaan real estate Qatari Diar. Selama Perang  Dunia II, Grosvenor Square dikenal sebagai Little America karena menjadi  pusat markas militer Jenderal Dwight D Eisenhower.

Baca Juga: Pangeran Arab Borong Rumah Termahal, Yacht dan Lukisan Leonardo da Vinci Rp16 Triliun

Luas ruang Kedubes AS yang baru di Nine Elms dua kali lipat dari  Kedubes AS di Grosvenor Square, yakni mencapai 518.000 kaki persegi.  Kedubes itu diklaim sebagai kedubes termewah dan termahal. Biayanya  hampir setara dengan pembangunan Kedubes AS di Afghanistan dan Irak. Di  kedua negaraitu, ASmenggelo ntor kan dana USD792 juta (Rp10,7 triliun)  dan USD750 juta (Rp10 triliun).

Pelaksana Direktur Biro Operasi Bangunan Luar Negeri AS William Moser  mengata kan, seluruh biaya pembangunan kedubes baru, termasuk  pembebasan lahan, dibayar dari penjualan properti Pemerintah AS di  Inggris. &amp;ldquo;Gedung tersebut dibangun tanpa menggunakan uang rakyat,&amp;rdquo; kata  mantan Dubes AS untuk Moldova itu.

Ramah Lingkungan

Gedung kedubes baru AS dirancang dengan kesan megah dan berwibawa.  Desainnya terlihat modern. Bangunan itu menggunakan bahan bebas karbon  sehingga ramah lingkungan. Limpasan air yang sudah digunakan akan  mengalir membentuk air terjun. Gedung itu juga dapat memproduksi energi  sendiri dengan menggunakan sistem pembangkit tenaga surya dalam jangka  panjang.

Tidak seperti kebanyakan bangunan kaca, gedung baru Kedubes AS  dilengkapi material scrim plastik ringan mirip kain layar perahu.  Komposisinya tidak berbeda jauh dengan plastik berbahan dasar fluorin  Etfe yang juga digunakan dalam bangunan Beijing National Aquatic Center.  Scrim itu tertancap dengan sel foto voltaik.

Scrim tersebut pada dasarnya berfungsi untuk menyerap sinar matahari  sehingga ruangan interior tidak terlalu panas. Siripnya terjepit dalam  jarak yang sempit hingga membentuk riak.

Baca Juga: Generasi Milenial Didorong Investasi Properti hingga Prediksi di Tahun Politik

&amp;ldquo;Struktur kaca ini menjabarkan inti dari nilai-nilai demokrasi, yakni  transparansi, keterbukaan, dan persamaan,&amp;ldquo; ungkap Kemlu AS.

Kedubes baru AS juga dilengkapi enam taman yang terletak di dalam dan  luar ruangan. Semua taman di dalam ruangan merupakan representasi dari  sebagian pemandangan alam paling terkenal di AS. Sebut saja Canyonland,  garis pantai selatan Gulf Coast, Mid w est, Lembah Sungai Poto mac,  Pantai Pasifik, dan Atlantik Tengah. Namun bangunan itu tidak memiliki  pembatas keamanan yang tinggi.

Sebagai gantinya, tender perusahaan konstruksi Kieran Timberlake  membuat taman umum dan telaga disekelilingnya. James Timberlake dari  Kieran Timberlake mengatakan semua itu sudah memenuhi dan melampaui  persyaratan keamanan.

&amp;ldquo;Kami menggunakan elemen alam dan seni taman yang banyak digunakan  selama beberapa abad lalu sebagai perlengkapan keamanan. Kami tidak  membangun dinding tembok atau pagar,&amp;rdquo; kata Kieran

Beberapa kedubes AS yang dibangun pada abad ke-21 mengundang banyak kritik karena terkesan terlalu paranoid.

(Muh Shamil)</content:encoded></item></channel></rss>
