<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhub: Pembangunan Infrastruktur Tidak Hanya di Pulau Jawa</title><description>Pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) giat-giatnya membangun infrastruktur.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/25/320/1835680/menhub-pembangunan-infrastruktur-tidak-hanya-di-pulau-jawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/12/25/320/1835680/menhub-pembangunan-infrastruktur-tidak-hanya-di-pulau-jawa"/><item><title>Menhub: Pembangunan Infrastruktur Tidak Hanya di Pulau Jawa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/25/320/1835680/menhub-pembangunan-infrastruktur-tidak-hanya-di-pulau-jawa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/12/25/320/1835680/menhub-pembangunan-infrastruktur-tidak-hanya-di-pulau-jawa</guid><pubDate>Senin 25 Desember 2017 18:09 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/25/320/1835680/menhub-pembangunan-infrastruktur-tidak-hanya-di-pulau-jawa-KY85ejrKAo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Yohana/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/25/320/1835680/menhub-pembangunan-infrastruktur-tidak-hanya-di-pulau-jawa-KY85ejrKAo.jpg</image><title>Foto: Yohana/Okezone</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) giat-giatnya membangun infrastruktur. Salah satu yang digenjot adalah infrastruktur untuk mendukung konektivitas antar-daerah.
Karena itu, tidak heran jika di berbagai belahan Nusantara banyak proyek jalan, termasuk jalan tol tengah bergulir. Begitu juga dengan proyek pembangunan pelabuhan dan bandara.
&amp;ldquo;Membangun (infrastruktur) tidak semata-mata membangun Jawa,&amp;rdquo; kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam wawancara dengan iNews TV, Senin (25/12/2017).
Baca Juga: 6 Proyek Strategis Rampung 2017 Mulai dari Jalan Tol hingga Pos Lintas Batas Negara
Dia melanjutkan, proyek infrastruktur digarap secara merata. Mulai dari Sumatera, Sulawesi hingga ke Papua.
&amp;ldquo;Di Natuna saja kita bangun lapangan terbang. Kita melakukan akselerasi dengan pembangunan infrastruktur ini. Papua juga perekonomiannya tumbuh pesat dengan adanya pembangunan pelabuhan dan jalan. Jadi kita berikan stimulus dengan infrastruktur,&amp;rdquo; ungkap dia.
Salah satu proyek infrastruktur yang mencolok adalah di Sukabumi. Menhub menyatakan, sederet proyek &amp;nbsp;infrastruktur tersebut dilakukan untuk mendorong perekonomian kawasan Jawa bagian selatan.
Baca Juga: Banyak Pembangunan Infrastruktur, Dirut Askrindo: Jangan Hanya Jadi Penonton
&amp;ldquo;Kalau Sukabumi ada bandara, tol, kereta double track, perekonomian pasti tumbuh,&amp;rdquo; kata dia.
Untuk mendorong perekonomian, pembangunan infrastruktur juga tidak boleh hanya menggantungkan diri terhadap pemerintah. Pihak swasta juga harus dilibatkan, tentunya dengan skema investasi private public partnership (PPP) yang menarik dan menguntungkan pengusaha.
&amp;ldquo;Pemerintah ingin infrastruktur masif. Selain membangun, pemerintah juga mengajak swasta membangun infrastruktur ini. Contohnya tol bocimi,&amp;rdquo; kata dia.
Baca Juga: Sri Mulyani: Pemerintah Butuh Lebih dari Rp5.400 Triliun untuk Bangun Infrastruktur
Belum lama ini, Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Seksi IB, II, serta Seksi III (sepanjang Krian). Tiga seksi yang  diresmikan tersebut merupakan seksi pamungkas dengan total panjang 34  kilometer.
&amp;rdquo;Kita meresmikan jalan tol yang tersisa sejak seksi pertama  Waru-Krian operasi pada 2014. Ini adalah seksi pamungkas dan selanjutnya  saya berharap Jalan Tol Trans Jawa bisa selesai nantinya,&amp;rdquo; katanya di  Surabaya.

Jokowi menegaskan, setiap bulan akan mengusahakan ada peresmian jalan  tol baru di Indonesia. Targetnya dari Merak sampai dengan Banyuwangi  bisa terbangun sepanjang 1.167 km hingga 2019. &amp;rdquo;Saat ini yang terbangun  atau operasi baru separuhnya atau sepanjang 591 km. Kita tertinggal jauh  dengan negara lain, maka akan terus kita kejar untuk menaikkan daya  saing kita,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga: Jokowi: Tiap Bulan Bakal Ada Peresmian Tol!
Jokowi mengungkapkan, saat ini untuk jalan tol yang masih dalam  tahapan persiapan sepanjang 171 km. Sedangkan yang sedang konstruksi  sepanjang 433 km. &amp;rdquo;Semua hampir siap. Tinggal kita resmikan, yang jelas  itu tadi dari Merak sampai Banyuwangi sudah harus selesai,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) giat-giatnya membangun infrastruktur. Salah satu yang digenjot adalah infrastruktur untuk mendukung konektivitas antar-daerah.
Karena itu, tidak heran jika di berbagai belahan Nusantara banyak proyek jalan, termasuk jalan tol tengah bergulir. Begitu juga dengan proyek pembangunan pelabuhan dan bandara.
&amp;ldquo;Membangun (infrastruktur) tidak semata-mata membangun Jawa,&amp;rdquo; kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam wawancara dengan iNews TV, Senin (25/12/2017).
Baca Juga: 6 Proyek Strategis Rampung 2017 Mulai dari Jalan Tol hingga Pos Lintas Batas Negara
Dia melanjutkan, proyek infrastruktur digarap secara merata. Mulai dari Sumatera, Sulawesi hingga ke Papua.
&amp;ldquo;Di Natuna saja kita bangun lapangan terbang. Kita melakukan akselerasi dengan pembangunan infrastruktur ini. Papua juga perekonomiannya tumbuh pesat dengan adanya pembangunan pelabuhan dan jalan. Jadi kita berikan stimulus dengan infrastruktur,&amp;rdquo; ungkap dia.
Salah satu proyek infrastruktur yang mencolok adalah di Sukabumi. Menhub menyatakan, sederet proyek &amp;nbsp;infrastruktur tersebut dilakukan untuk mendorong perekonomian kawasan Jawa bagian selatan.
Baca Juga: Banyak Pembangunan Infrastruktur, Dirut Askrindo: Jangan Hanya Jadi Penonton
&amp;ldquo;Kalau Sukabumi ada bandara, tol, kereta double track, perekonomian pasti tumbuh,&amp;rdquo; kata dia.
Untuk mendorong perekonomian, pembangunan infrastruktur juga tidak boleh hanya menggantungkan diri terhadap pemerintah. Pihak swasta juga harus dilibatkan, tentunya dengan skema investasi private public partnership (PPP) yang menarik dan menguntungkan pengusaha.
&amp;ldquo;Pemerintah ingin infrastruktur masif. Selain membangun, pemerintah juga mengajak swasta membangun infrastruktur ini. Contohnya tol bocimi,&amp;rdquo; kata dia.
Baca Juga: Sri Mulyani: Pemerintah Butuh Lebih dari Rp5.400 Triliun untuk Bangun Infrastruktur
Belum lama ini, Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Seksi IB, II, serta Seksi III (sepanjang Krian). Tiga seksi yang  diresmikan tersebut merupakan seksi pamungkas dengan total panjang 34  kilometer.
&amp;rdquo;Kita meresmikan jalan tol yang tersisa sejak seksi pertama  Waru-Krian operasi pada 2014. Ini adalah seksi pamungkas dan selanjutnya  saya berharap Jalan Tol Trans Jawa bisa selesai nantinya,&amp;rdquo; katanya di  Surabaya.

Jokowi menegaskan, setiap bulan akan mengusahakan ada peresmian jalan  tol baru di Indonesia. Targetnya dari Merak sampai dengan Banyuwangi  bisa terbangun sepanjang 1.167 km hingga 2019. &amp;rdquo;Saat ini yang terbangun  atau operasi baru separuhnya atau sepanjang 591 km. Kita tertinggal jauh  dengan negara lain, maka akan terus kita kejar untuk menaikkan daya  saing kita,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga: Jokowi: Tiap Bulan Bakal Ada Peresmian Tol!
Jokowi mengungkapkan, saat ini untuk jalan tol yang masih dalam  tahapan persiapan sepanjang 171 km. Sedangkan yang sedang konstruksi  sepanjang 433 km. &amp;rdquo;Semua hampir siap. Tinggal kita resmikan, yang jelas  itu tadi dari Merak sampai Banyuwangi sudah harus selesai,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
