<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Baru 46 Daerah Pinjam Dana untuk Infrastruktur, Paling Banyak dari Luar Jawa</title><description>Dari 542 baru 46 daerah yang&amp;nbsp;sudah melakukan pinjaman untuk pembangunan infrastruktur di wilayahnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/28/320/1837005/baru-46-daerah-pinjam-dana-untuk-infrastruktur-paling-banyak-dari-luar-jawa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/12/28/320/1837005/baru-46-daerah-pinjam-dana-untuk-infrastruktur-paling-banyak-dari-luar-jawa"/><item><title>Baru 46 Daerah Pinjam Dana untuk Infrastruktur, Paling Banyak dari Luar Jawa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/28/320/1837005/baru-46-daerah-pinjam-dana-untuk-infrastruktur-paling-banyak-dari-luar-jawa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/12/28/320/1837005/baru-46-daerah-pinjam-dana-untuk-infrastruktur-paling-banyak-dari-luar-jawa</guid><pubDate>Kamis 28 Desember 2017 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/28/320/1837005/baru-46-daerah-pinjam-dana-untuk-infrastruktur-paling-banyak-dari-luar-jawa-uqjyljHgPU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Feby/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/28/320/1837005/baru-46-daerah-pinjam-dana-untuk-infrastruktur-paling-banyak-dari-luar-jawa-uqjyljHgPU.jpg</image><title>Foto: Feby/Okezone</title></images><description>JAKARTA - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) mencatat dari 542 baru 46 daerah yang&amp;nbsp;sudah melakukan pinjaman untuk pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Meski jumlahnya baru sekira 10%, pinjaman daerah banyak dilakukan di luar Pulau Jawa.
Direktur Utama Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martini mengatakan, bila dilihat dari data, Pemerintah Daerah (Pemda) yang banyak akses pinjaman daerah&amp;nbsp; di luar Jawa. Hal ini sangat bagus karena mendukung pembangunan infrastruktur khususnya di luar Jawa.  &quot;Dan malah lebih bagus Pemda di luar Jawa, Sulawesi banyak, bahkan ada provinsi yang Pemda punya pinjaman tiga fasilitas. Nah ini yang contoh bagus sudah merasakan pinjaman daerah,&quot; kata dia, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/12/2017).
Baca Juga: Diandalkan, Sukuk Negara Jadi Tiang Pembangunan Infrastruktur Indonesia  Berdasarkan data SMI total outstanding sekira Rp10 triliun dengan total komitmen Rp2,74 triliun pinajaman existing.&amp;nbsp;Untuk 46 daerah yang ditawarkan pinjaman (offer letter) sudah diberikan Rp6,9 triliun.
&quot;Ini ke depan proses percepat dilakukan. Karena itu Pemda jadi satu kunci keberhasilan percepatan infrastruktur dari pinjaman daerah,&quot; ujarnya.  Dia menambahkan, sebenarnya pinjaman daerah berlaku efektif 2017. Namun dari 542 Pemerintah Daerah (Pemda) yang&amp;nbsp; complience check list dari aturan yang terkait pinjaman daerah, belum semua standar untuk diberikan pinjaman.
Baca Juga: Proyek Terowongan Terpadu Dimulai 2018  &quot;Dari 542 itu, baru 450 Pemda eligible. Itu karena ada passing grade secara aturan. Apakah audit BPK,&amp;nbsp; kapasitas keuangan dan rasio financial keuangan,&quot; imbuhnya.  Meski ada 450 daerah yang eligible, baru 21 Pemda yang akses dana pinjaman dari SMI. Untuk meningkatkannya, SMI pun sudah memberikan penawaran (offering letter) ke 25 Pemda.  &quot;Berarti baru 46 Pemda dari total&amp;nbsp; 450 atau baru 10% di garap. Ini pangsa ke depan yang bisa dioptimalkan untuk pinjaman pemda bisa akselerasi pinjaman di daerah,&quot; tambah dia.
Menurut Emma Sri, percepatan pinjaman daerah bisa dilakukan jika ada   dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). &quot;Dukungan DPRD jadi   syarat mutlak untuk keberhasilan dan percepatan dari pinjaman daerah,&quot;   ucapnya.Dia menegaskan, pinjaman daerah harus dipahami benar bahwa ini  bukan sesuatu hal negatif. Hal ini menjadi tantangan SMI untuk terus  mensosialisasikan apa maksud tujuan pinjaman daerah.
 &quot;Kami  sering kali sosialisasi pada Pemda untuk optimalkan pinjaman Pemda  sepanjang digunakan untuk belanja modal yang produktif yaitu  infrastruktur,&quot; ujarnya.
Pertama, manfaat pinjaman daerah  bisa mempercepat pelayanan publik, seperti revitalisasi rumah sakit,  jalan, pasar dan sebagainya. Menurut Emma,&amp;nbsp; dengan revitalisasi PAD bisa  meningkat, pendapatan daerah meningkat daripada menggunakan pinjaman  multi years yang dilakukan selama&amp;nbsp; 3 tiga tahun.
Baca Juga: Menhub: Pembangunan Infrastruktur Tidak Hanya di Pulau Jawa
&quot;Pemda  terlaksana 1 tahun ke dua sudah dinikmati. Sehingga pertumbuhan ekonomi  juga bisa lebih cepat. Ini kita coba promosikan, sosialisasikan kepada  Pemda dan khususnya DPRD. Karena ini syarat mutlak dapat dukungan dari  DPRD,&quot; tuturnya.  Dia mencontohkan, ada satu rumah sakit yang  mendapat pinjaman untuk revitalisasi. Rumah sakit ini secara mikro sudah  berdampak sosial ekonomi, di mana keuntungannya sudah 12 kali lipat.  &quot;Pada ujungnya pasti berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah.  Demikian di sektor lain jalan dan pasar, ini semua sektor yang mending  sustainabel development,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) mencatat dari 542 baru 46 daerah yang&amp;nbsp;sudah melakukan pinjaman untuk pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Meski jumlahnya baru sekira 10%, pinjaman daerah banyak dilakukan di luar Pulau Jawa.
Direktur Utama Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Emma Sri Martini mengatakan, bila dilihat dari data, Pemerintah Daerah (Pemda) yang banyak akses pinjaman daerah&amp;nbsp; di luar Jawa. Hal ini sangat bagus karena mendukung pembangunan infrastruktur khususnya di luar Jawa.  &quot;Dan malah lebih bagus Pemda di luar Jawa, Sulawesi banyak, bahkan ada provinsi yang Pemda punya pinjaman tiga fasilitas. Nah ini yang contoh bagus sudah merasakan pinjaman daerah,&quot; kata dia, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (28/12/2017).
Baca Juga: Diandalkan, Sukuk Negara Jadi Tiang Pembangunan Infrastruktur Indonesia  Berdasarkan data SMI total outstanding sekira Rp10 triliun dengan total komitmen Rp2,74 triliun pinajaman existing.&amp;nbsp;Untuk 46 daerah yang ditawarkan pinjaman (offer letter) sudah diberikan Rp6,9 triliun.
&quot;Ini ke depan proses percepat dilakukan. Karena itu Pemda jadi satu kunci keberhasilan percepatan infrastruktur dari pinjaman daerah,&quot; ujarnya.  Dia menambahkan, sebenarnya pinjaman daerah berlaku efektif 2017. Namun dari 542 Pemerintah Daerah (Pemda) yang&amp;nbsp; complience check list dari aturan yang terkait pinjaman daerah, belum semua standar untuk diberikan pinjaman.
Baca Juga: Proyek Terowongan Terpadu Dimulai 2018  &quot;Dari 542 itu, baru 450 Pemda eligible. Itu karena ada passing grade secara aturan. Apakah audit BPK,&amp;nbsp; kapasitas keuangan dan rasio financial keuangan,&quot; imbuhnya.  Meski ada 450 daerah yang eligible, baru 21 Pemda yang akses dana pinjaman dari SMI. Untuk meningkatkannya, SMI pun sudah memberikan penawaran (offering letter) ke 25 Pemda.  &quot;Berarti baru 46 Pemda dari total&amp;nbsp; 450 atau baru 10% di garap. Ini pangsa ke depan yang bisa dioptimalkan untuk pinjaman pemda bisa akselerasi pinjaman di daerah,&quot; tambah dia.
Menurut Emma Sri, percepatan pinjaman daerah bisa dilakukan jika ada   dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). &quot;Dukungan DPRD jadi   syarat mutlak untuk keberhasilan dan percepatan dari pinjaman daerah,&quot;   ucapnya.Dia menegaskan, pinjaman daerah harus dipahami benar bahwa ini  bukan sesuatu hal negatif. Hal ini menjadi tantangan SMI untuk terus  mensosialisasikan apa maksud tujuan pinjaman daerah.
 &quot;Kami  sering kali sosialisasi pada Pemda untuk optimalkan pinjaman Pemda  sepanjang digunakan untuk belanja modal yang produktif yaitu  infrastruktur,&quot; ujarnya.
Pertama, manfaat pinjaman daerah  bisa mempercepat pelayanan publik, seperti revitalisasi rumah sakit,  jalan, pasar dan sebagainya. Menurut Emma,&amp;nbsp; dengan revitalisasi PAD bisa  meningkat, pendapatan daerah meningkat daripada menggunakan pinjaman  multi years yang dilakukan selama&amp;nbsp; 3 tiga tahun.
Baca Juga: Menhub: Pembangunan Infrastruktur Tidak Hanya di Pulau Jawa
&quot;Pemda  terlaksana 1 tahun ke dua sudah dinikmati. Sehingga pertumbuhan ekonomi  juga bisa lebih cepat. Ini kita coba promosikan, sosialisasikan kepada  Pemda dan khususnya DPRD. Karena ini syarat mutlak dapat dukungan dari  DPRD,&quot; tuturnya.  Dia mencontohkan, ada satu rumah sakit yang  mendapat pinjaman untuk revitalisasi. Rumah sakit ini secara mikro sudah  berdampak sosial ekonomi, di mana keuntungannya sudah 12 kali lipat.  &quot;Pada ujungnya pasti berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah.  Demikian di sektor lain jalan dan pasar, ini semua sektor yang mending  sustainabel development,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
