<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>IHSG 6.355,65, Jokowi: Jangan Baca Analisa di Medsos yang Tidak Jelas Sumbernya!</title><description>Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup naik 41,61 poin atau 0,66% ke level 6.355,65.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/29/278/1837531/ihsg-6-355-65-jokowi-jangan-baca-analisa-di-medsos-yang-tidak-jelas-sumbernya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/12/29/278/1837531/ihsg-6-355-65-jokowi-jangan-baca-analisa-di-medsos-yang-tidak-jelas-sumbernya"/><item><title>IHSG 6.355,65, Jokowi: Jangan Baca Analisa di Medsos yang Tidak Jelas Sumbernya!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/12/29/278/1837531/ihsg-6-355-65-jokowi-jangan-baca-analisa-di-medsos-yang-tidak-jelas-sumbernya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/12/29/278/1837531/ihsg-6-355-65-jokowi-jangan-baca-analisa-di-medsos-yang-tidak-jelas-sumbernya</guid><pubDate>Jum'at 29 Desember 2017 17:07 WIB</pubDate><dc:creator>Anisa Anindita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/29/278/1837531/ihsg-6-355-65-jokowi-jangan-baca-analisa-di-medsos-yang-tidak-jelas-sumbernya-9zvPkcImRn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Feby/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/29/278/1837531/ihsg-6-355-65-jokowi-jangan-baca-analisa-di-medsos-yang-tidak-jelas-sumbernya-9zvPkcImRn.jpg</image><title>Foto: Feby/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Perdagangan saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017 tutup cetak rekor hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup naik 41,61 poin atau 0,66% ke level 6.355,65.
Presiden Indonesia Joko Widodo memberikan sambutan setelah membunyikan bel di penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2017, bahwa angka 6.355,65 merupakan angka yang baik. Padahal, banyak analis di &amp;nbsp;awal tahun 2017 yang mengkhawatirkan naiknya sentimen proteksi, dan naiknya peran dagang.
Baca Juga: 2 Menit Sebelum Penutupan IHSG, Bel Mendadak Berbunyi
&amp;ldquo;Selain itu, dengan adanya Pemilu di negara-negara Eropa, dan membuat USD melemah sepanjang tahun 2017. Bahkan di bawah titik sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi terpilih,&amp;rdquo; ucap Presiden Jokowi di BEI, Jumat (29/12/2017).
Kemudian, tentang ekspor di Asia mengalami lonjakan di tahun 2017, bahkan laju ekonomi Indonesia berada di atas laju perekonomian dunia. &amp;ldquo;Angka-angka ini harus terus dilakukan agar kita dapat menyampaikan hal-hal yang optimis,&amp;rdquo; tambahnya.
Baca Juga: Jokowi: IHSG 6.000 Saja Sudah Untung, Sekarang Bagaimana?
Pasalnya, ekspor di Indonesia mengalami kenaikan double digit sekitar 15%, serta investasi di Indonesia mengalami kenaikan double digit sekitar 14%. &amp;ldquo;Lagi-lagi, itu lah angka-angka yang sangat baik,&amp;rdquo; ujarnya.
Lalu, dari Fitch Ratings juga mengalami perubahan yang baik dari BBB- menjadi BBB positif. &amp;ldquo;Hal optimis harus terus disampaikan, jangan yang tidak baik malah disampaikan agar ada keseimbangan dari rasa optimisme sehingga dapat menanamkan modal, dan jadi sebuah semangat bagi kita semua,&amp;rdquo; tegasnya.
Baca Juga: Jokowi 2 Kali ke Pasar Hari Ini, Pasar Becek dan Pasar Saham
Tidak hanya itu, Presiden Jokowi melanjutkan bahwa tahun 2017 indeks saham mengalami kenaikan double digit sebesar 20%. Maka dari itu, jika semua pemangku kepentingan menjual properti, dan saham akan ada banyak kerugian yang didapat. &amp;ldquo;20% itu bukan angka yang kecil. Makanya, jangan sekali-sekali keseringan baca di media sosial, analisa-analisa yang tidak mengerti sumbernya dari mana,&amp;rdquo; lanjut beliau.
&amp;ldquo;Jadi kesimpulannya, jangan takut, risiko pasti akan ada. Tetapi itu lah peluangnya,&amp;rdquo; tutupnya. Sebagai informasi bahwa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka kembali sahamnya pada tanggal 02 Januari 2018 pukul 09.00 WIB.</description><content:encoded>JAKARTA - Perdagangan saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017 tutup cetak rekor hari ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sore ini ditutup naik 41,61 poin atau 0,66% ke level 6.355,65.
Presiden Indonesia Joko Widodo memberikan sambutan setelah membunyikan bel di penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2017, bahwa angka 6.355,65 merupakan angka yang baik. Padahal, banyak analis di &amp;nbsp;awal tahun 2017 yang mengkhawatirkan naiknya sentimen proteksi, dan naiknya peran dagang.
Baca Juga: 2 Menit Sebelum Penutupan IHSG, Bel Mendadak Berbunyi
&amp;ldquo;Selain itu, dengan adanya Pemilu di negara-negara Eropa, dan membuat USD melemah sepanjang tahun 2017. Bahkan di bawah titik sejak Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi terpilih,&amp;rdquo; ucap Presiden Jokowi di BEI, Jumat (29/12/2017).
Kemudian, tentang ekspor di Asia mengalami lonjakan di tahun 2017, bahkan laju ekonomi Indonesia berada di atas laju perekonomian dunia. &amp;ldquo;Angka-angka ini harus terus dilakukan agar kita dapat menyampaikan hal-hal yang optimis,&amp;rdquo; tambahnya.
Baca Juga: Jokowi: IHSG 6.000 Saja Sudah Untung, Sekarang Bagaimana?
Pasalnya, ekspor di Indonesia mengalami kenaikan double digit sekitar 15%, serta investasi di Indonesia mengalami kenaikan double digit sekitar 14%. &amp;ldquo;Lagi-lagi, itu lah angka-angka yang sangat baik,&amp;rdquo; ujarnya.
Lalu, dari Fitch Ratings juga mengalami perubahan yang baik dari BBB- menjadi BBB positif. &amp;ldquo;Hal optimis harus terus disampaikan, jangan yang tidak baik malah disampaikan agar ada keseimbangan dari rasa optimisme sehingga dapat menanamkan modal, dan jadi sebuah semangat bagi kita semua,&amp;rdquo; tegasnya.
Baca Juga: Jokowi 2 Kali ke Pasar Hari Ini, Pasar Becek dan Pasar Saham
Tidak hanya itu, Presiden Jokowi melanjutkan bahwa tahun 2017 indeks saham mengalami kenaikan double digit sebesar 20%. Maka dari itu, jika semua pemangku kepentingan menjual properti, dan saham akan ada banyak kerugian yang didapat. &amp;ldquo;20% itu bukan angka yang kecil. Makanya, jangan sekali-sekali keseringan baca di media sosial, analisa-analisa yang tidak mengerti sumbernya dari mana,&amp;rdquo; lanjut beliau.
&amp;ldquo;Jadi kesimpulannya, jangan takut, risiko pasti akan ada. Tetapi itu lah peluangnya,&amp;rdquo; tutupnya. Sebagai informasi bahwa PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka kembali sahamnya pada tanggal 02 Januari 2018 pukul 09.00 WIB.</content:encoded></item></channel></rss>
