<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Feng Shui: Ekonomi Indonesia di Tahun Anjing Tanah, Daya Beli hingga Pilkada Jadi Sorotan</title><description>Dunia dan Indonesia siap membuka lembar baru di tahun 2018.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/01/20/1838194/feng-shui-ekonomi-indonesia-di-tahun-anjing-tanah-daya-beli-hingga-pilkada-jadi-sorotan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/01/20/1838194/feng-shui-ekonomi-indonesia-di-tahun-anjing-tanah-daya-beli-hingga-pilkada-jadi-sorotan"/><item><title>Feng Shui: Ekonomi Indonesia di Tahun Anjing Tanah, Daya Beli hingga Pilkada Jadi Sorotan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/01/20/1838194/feng-shui-ekonomi-indonesia-di-tahun-anjing-tanah-daya-beli-hingga-pilkada-jadi-sorotan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/01/20/1838194/feng-shui-ekonomi-indonesia-di-tahun-anjing-tanah-daya-beli-hingga-pilkada-jadi-sorotan</guid><pubDate>Senin 01 Januari 2018 06:22 WIB</pubDate><dc:creator>Efira Tamara Thenu </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/31/20/1838194/feng-shui-ekonomi-indonesia-di-tahun-anjing-tanah-daya-beli-hingga-pilkada-jadi-sorotan-RWj3CTVWlO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/31/20/1838194/feng-shui-ekonomi-indonesia-di-tahun-anjing-tanah-daya-beli-hingga-pilkada-jadi-sorotan-RWj3CTVWlO.jpg</image><title>Ilustrasi: Shutterstock</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Dunia dan Indonesia siap membuka lembar baru di tahun 2018. Begitu juga dengan tahun anjing tanah yang akan datang menggantikan tahun ayam api.

Ahli Feng Shui Suhu Yo mengatakan, tahun 2018 akan menjadi tahun yang sulit bagi perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan daya beli pada tahun ini akan menurun drastis yang akan membawa Indonesia pada masa krisis.

&amp;ldquo;Indonesia tahun 1998, 2008, dan 2018 krisis,&amp;rdquo; jelasnya kepada Okezone.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tahun Politik 2018, Mendag Yakin Pertumbuhan ekonomi Lebih Baik
Dia mengatakan yang menjadi penyebab krisis di Indonesia pada tahun 2018 adalah turunnya daya beli masyarakat. Hal ini disebabkan oleh pemberantasan korupsi yang terus berjalan mulus. &amp;ldquo;Daya beli itu menurun karena tidak adanya korupsi,&amp;rdquo; tukasnya.

Selain menurunnya daya beli, pada tahun 2018 Indonesia akan dilanda beberapa bencana alam. Cuaca buruk, gempa, longsor, angin puting beliung merupakan sederet bencana alam yang akan dialami Indonesia tahun 2018.
&amp;ldquo;Gempa akan terjadi di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku, Bali, dan Nusa Tengara,&amp;rdquo; jelasnya.

Tidak hanya itu, kemarau panjang juga menjadi pelengkap deretan bencana alam yang akan terjadi di 2018 mendatang. &amp;ldquo;Kemarau panjang pada pertengahan tahun sampai dengan akhir tahun,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ekonomi Membaik, Jokowi Minta Investor Jangan Wait and See!
Ia mengatakan, krisis yang akan dialami Indonesia di tahun 2018 mendatang sebenarnya sudah terlihat tanda-tandanya. &amp;ldquo;Krisis itu sudah mulai sejak 2017. Namun puncaknya berada di tahun 2018. Seperti bisul, kalau belum meletus, meradang,&amp;rdquo; tukasnya.

Krisis 2018 ini ditandai dengan kenaikan tarif tol dan bahan bakar. Tidak hanya itu, minimnya persediaan gas untuk rakyat miskin juga menjadi salah satu pertanda bahwa Indonesia akan mengalami krisis di 2018. &amp;ldquo;Dulu kosongnya minyak tanah, sekarang kosongnya gas untuk rakyat miskin,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Gubernur BI: Pilkada Bisa Jadi Daya Dorong ke Ekonomi Indonesia
Tidak hanya datang dari dalam negeri, sentimen lain juga datang dari global. Hal ini ditandai dengan terguncangnya Rupiah terhadap dolar AS yang terus mengalami peningkatan nilainya. Ia mengatakan, Rupiah akan mencapai Rp14.000 hingga Rp15.000 terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

&amp;ldquo;Melorotnya mata uang pada bulan April 2018 yang mencapai Rp14.000 terhadap dolar AS dan Rp15.000 pada bulan November 2018,&amp;rdquo; ungkapnya.


Namun, ia mengatakan infrastruktur Indonesia yang semakin membaik akan menjadi indikasi positif untuk Indonesia ke depan.

&amp;ldquo;Indonesia memang dari tatanan tol laut, tol darat,  tol udara  sekarang sudah mulai terhubung. Dalam  feng shui menyatakan, ekonomi  akan baik jika suatu kota atau negara terhubung antar kota. Begitu juga  suatu kota atau negara terhubung dengan negara lain. Keberadaan  pelabuhan laut  dan pelabuhan udara juga menjadi faktor baiknya suatu  perekonomian negara. Tidak hanya itu, banyaknya terminal bus kota maupun  stasiun kereta api juga sangat penting. Jika tidak, suatu negara akan  tertinggal,&amp;rdquo; jelasnya.

Ia juga mengatakan, meski pemberantasan korupsi akan berdampak pada  menurunnya daya beli, tetapi hal ini akan menjadi indikasi baik untuk  Indonesia ke depan. &amp;ldquo;Berakibat korupsi yang diberantas sehingga jangka  pendek ekonomi di Indonesia terpuruk. Namun, berjalannya waktu tatanan  negara ini berjalan, maka krisis akan dilalui,&amp;rdquo; tuturnya.

Sedangkan sentimen politik di 2018 mendatang ia mengatakan akan  berdampak baik bagi perekonomian Indonesia. Hal ini karena dana kampanye  yang dikucurkan akan meningkatkan daya beli. &amp;ldquo;Ekonomi Indonesia akan  terbantu pada pilkada mendatang karena pilkada itu pasti ada dananya dan  membantu untuk daya beli,&amp;rdquo; jelasnya.

Lain hal dengan kacamata Ahli Feng Shui Sidhi Wiguna Teh yang juga  Staf Khusus Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan juga  merupakan Dosen Mata Kuliah Feng Shui &amp;amp; Arsitektur, Universitas  Tarumanagara, Jakarta. Dia mengatakan, feng shui tidak dapat  menggeneralisasi perekonomian suatu negara karena kondisi ekonomi sebuah  negara tergantung pada banyak faktor. Namun, jika dilihat dari langkah  yang diambil pemerintah, Sidhi mengatakan perekonomian Indonesia akan  baik.

&amp;ldquo;Melihat performance dari langkah-langkah yang dilakukan oleh  pemerintah, kebijakan secara mid term dan long term terlihat sangat baik  walaupun secara short term terlihat memberatkan. Apabila pemerintah  mendapat support yang positif dari para stakeholder tentunya  perekonomian Indonesia dapat tumbuh sesuai harapan dan tetap tinggi,&amp;rdquo;  jelasnya.

Ia juga mengatakan, letak Indonesia yang berada di sisi tenggara  merupakan pertanda baik bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan  masyarakat. &amp;ldquo;Secara geografis, letak Indonesia berada di sisi tenggara  (south east asia), tahun 2018 ini kedatangan prime star (menurut metode  feng shui flying star), merupakan indikasi bagus terkait kesejahteraan,  prime star ini merupakan energi (qi) yang melambangkan pertumbuhan  ekonomi dan kesejahteraan,&amp;rdquo; ungkapnya.
Sedangkan menurut Sidhi, tantangan yang akan dihadapi perekonomian   Indonesia pada 2018 datang dari sikap yang sulit menerima pendapat yang   berbeda. Namun, hal ini membawa dampak positif karena sikap tersebut   dapat membawa kekonsistenan atau tidak mudah goyah.

&amp;ldquo;Dengan mengetahui hal ini, diharapkan para stakeholder dapat   menjalani tahun ini dengan optimal. Caranya antara lain adalah be   flexible,&amp;rdquo; tuturnya.

Sama halnya dengan Suhu Yo, Sidhi mengatakan suhu politik di 2018   akan membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia. &amp;ldquo;Memasuki tahun   politik tentu memengaruhi perekonomian. Banyak orang akan wait and see   apabila bidang bisnisnya membutuhkan jangka waktu yang agak panjang,   tetapi untuk yang short term dan mid term harusnya akan berjalan as   usual. Kebetulan dengan elemen yang beredar, maka akan terlihat   perputaran uang yang besar terkait kampanye, sehingga bidang usaha media   elektronik maupun bidang-bidang yang terkait dengan kampanye akan   positif,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Dunia dan Indonesia siap membuka lembar baru di tahun 2018. Begitu juga dengan tahun anjing tanah yang akan datang menggantikan tahun ayam api.

Ahli Feng Shui Suhu Yo mengatakan, tahun 2018 akan menjadi tahun yang sulit bagi perekonomian Indonesia. Hal ini dikarenakan daya beli pada tahun ini akan menurun drastis yang akan membawa Indonesia pada masa krisis.

&amp;ldquo;Indonesia tahun 1998, 2008, dan 2018 krisis,&amp;rdquo; jelasnya kepada Okezone.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tahun Politik 2018, Mendag Yakin Pertumbuhan ekonomi Lebih Baik
Dia mengatakan yang menjadi penyebab krisis di Indonesia pada tahun 2018 adalah turunnya daya beli masyarakat. Hal ini disebabkan oleh pemberantasan korupsi yang terus berjalan mulus. &amp;ldquo;Daya beli itu menurun karena tidak adanya korupsi,&amp;rdquo; tukasnya.

Selain menurunnya daya beli, pada tahun 2018 Indonesia akan dilanda beberapa bencana alam. Cuaca buruk, gempa, longsor, angin puting beliung merupakan sederet bencana alam yang akan dialami Indonesia tahun 2018.
&amp;ldquo;Gempa akan terjadi di wilayah Indonesia Timur seperti Maluku, Bali, dan Nusa Tengara,&amp;rdquo; jelasnya.

Tidak hanya itu, kemarau panjang juga menjadi pelengkap deretan bencana alam yang akan terjadi di 2018 mendatang. &amp;ldquo;Kemarau panjang pada pertengahan tahun sampai dengan akhir tahun,&amp;rdquo; tuturnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ekonomi Membaik, Jokowi Minta Investor Jangan Wait and See!
Ia mengatakan, krisis yang akan dialami Indonesia di tahun 2018 mendatang sebenarnya sudah terlihat tanda-tandanya. &amp;ldquo;Krisis itu sudah mulai sejak 2017. Namun puncaknya berada di tahun 2018. Seperti bisul, kalau belum meletus, meradang,&amp;rdquo; tukasnya.

Krisis 2018 ini ditandai dengan kenaikan tarif tol dan bahan bakar. Tidak hanya itu, minimnya persediaan gas untuk rakyat miskin juga menjadi salah satu pertanda bahwa Indonesia akan mengalami krisis di 2018. &amp;ldquo;Dulu kosongnya minyak tanah, sekarang kosongnya gas untuk rakyat miskin,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Gubernur BI: Pilkada Bisa Jadi Daya Dorong ke Ekonomi Indonesia
Tidak hanya datang dari dalam negeri, sentimen lain juga datang dari global. Hal ini ditandai dengan terguncangnya Rupiah terhadap dolar AS yang terus mengalami peningkatan nilainya. Ia mengatakan, Rupiah akan mencapai Rp14.000 hingga Rp15.000 terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

&amp;ldquo;Melorotnya mata uang pada bulan April 2018 yang mencapai Rp14.000 terhadap dolar AS dan Rp15.000 pada bulan November 2018,&amp;rdquo; ungkapnya.


Namun, ia mengatakan infrastruktur Indonesia yang semakin membaik akan menjadi indikasi positif untuk Indonesia ke depan.

&amp;ldquo;Indonesia memang dari tatanan tol laut, tol darat,  tol udara  sekarang sudah mulai terhubung. Dalam  feng shui menyatakan, ekonomi  akan baik jika suatu kota atau negara terhubung antar kota. Begitu juga  suatu kota atau negara terhubung dengan negara lain. Keberadaan  pelabuhan laut  dan pelabuhan udara juga menjadi faktor baiknya suatu  perekonomian negara. Tidak hanya itu, banyaknya terminal bus kota maupun  stasiun kereta api juga sangat penting. Jika tidak, suatu negara akan  tertinggal,&amp;rdquo; jelasnya.

Ia juga mengatakan, meski pemberantasan korupsi akan berdampak pada  menurunnya daya beli, tetapi hal ini akan menjadi indikasi baik untuk  Indonesia ke depan. &amp;ldquo;Berakibat korupsi yang diberantas sehingga jangka  pendek ekonomi di Indonesia terpuruk. Namun, berjalannya waktu tatanan  negara ini berjalan, maka krisis akan dilalui,&amp;rdquo; tuturnya.

Sedangkan sentimen politik di 2018 mendatang ia mengatakan akan  berdampak baik bagi perekonomian Indonesia. Hal ini karena dana kampanye  yang dikucurkan akan meningkatkan daya beli. &amp;ldquo;Ekonomi Indonesia akan  terbantu pada pilkada mendatang karena pilkada itu pasti ada dananya dan  membantu untuk daya beli,&amp;rdquo; jelasnya.

Lain hal dengan kacamata Ahli Feng Shui Sidhi Wiguna Teh yang juga  Staf Khusus Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan juga  merupakan Dosen Mata Kuliah Feng Shui &amp;amp; Arsitektur, Universitas  Tarumanagara, Jakarta. Dia mengatakan, feng shui tidak dapat  menggeneralisasi perekonomian suatu negara karena kondisi ekonomi sebuah  negara tergantung pada banyak faktor. Namun, jika dilihat dari langkah  yang diambil pemerintah, Sidhi mengatakan perekonomian Indonesia akan  baik.

&amp;ldquo;Melihat performance dari langkah-langkah yang dilakukan oleh  pemerintah, kebijakan secara mid term dan long term terlihat sangat baik  walaupun secara short term terlihat memberatkan. Apabila pemerintah  mendapat support yang positif dari para stakeholder tentunya  perekonomian Indonesia dapat tumbuh sesuai harapan dan tetap tinggi,&amp;rdquo;  jelasnya.

Ia juga mengatakan, letak Indonesia yang berada di sisi tenggara  merupakan pertanda baik bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan  masyarakat. &amp;ldquo;Secara geografis, letak Indonesia berada di sisi tenggara  (south east asia), tahun 2018 ini kedatangan prime star (menurut metode  feng shui flying star), merupakan indikasi bagus terkait kesejahteraan,  prime star ini merupakan energi (qi) yang melambangkan pertumbuhan  ekonomi dan kesejahteraan,&amp;rdquo; ungkapnya.
Sedangkan menurut Sidhi, tantangan yang akan dihadapi perekonomian   Indonesia pada 2018 datang dari sikap yang sulit menerima pendapat yang   berbeda. Namun, hal ini membawa dampak positif karena sikap tersebut   dapat membawa kekonsistenan atau tidak mudah goyah.

&amp;ldquo;Dengan mengetahui hal ini, diharapkan para stakeholder dapat   menjalani tahun ini dengan optimal. Caranya antara lain adalah be   flexible,&amp;rdquo; tuturnya.

Sama halnya dengan Suhu Yo, Sidhi mengatakan suhu politik di 2018   akan membawa dampak positif bagi perekonomian Indonesia. &amp;ldquo;Memasuki tahun   politik tentu memengaruhi perekonomian. Banyak orang akan wait and see   apabila bidang bisnisnya membutuhkan jangka waktu yang agak panjang,   tetapi untuk yang short term dan mid term harusnya akan berjalan as   usual. Kebetulan dengan elemen yang beredar, maka akan terlihat   perputaran uang yang besar terkait kampanye, sehingga bidang usaha media   elektronik maupun bidang-bidang yang terkait dengan kampanye akan   positif,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
