<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tarif Kereta Bandara Rp70.000, KAI Harus Pintar Cari Iklan   </title><description>Karena jika sampai naik, maka Kereta Bandara bisa ditinggalkan oleh masyarkat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/02/320/1838554/tarif-kereta-bandara-rp70-000-kai-harus-pintar-cari-iklan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/02/320/1838554/tarif-kereta-bandara-rp70-000-kai-harus-pintar-cari-iklan"/><item><title>Tarif Kereta Bandara Rp70.000, KAI Harus Pintar Cari Iklan   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/02/320/1838554/tarif-kereta-bandara-rp70-000-kai-harus-pintar-cari-iklan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/02/320/1838554/tarif-kereta-bandara-rp70-000-kai-harus-pintar-cari-iklan</guid><pubDate>Selasa 02 Januari 2018 06:48 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/01/320/1838554/tarif-kereta-bandara-rp70-000-kai-harus-pintar-cari-iklan-ZG3Nt9ZjpJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kereta Bandara. (Foto: ANT)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/01/320/1838554/tarif-kereta-bandara-rp70-000-kai-harus-pintar-cari-iklan-ZG3Nt9ZjpJ.jpg</image><title>Kereta Bandara. (Foto: ANT)</title></images><description>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Peresero menetapkan tarif Kereta Bandara Soekarno Hatta sebesar Rp70.000 per trip mulai tanggal 2 Januari 2018 mendatang. Tarif ini lebih rendah dari wacana sebelumnya yang mencapai Rp100.000 per trip.

Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mengatakan, tarif yang ditetapkan tersebut jangan sampai naik. Karena jika sampai naik, maka Kereta Bandara bisa ditinggalkan oleh masyarkat.

Menurut Djoko, PT KAI jangan hanya mengandalakan pemasukan dari penjualan tiket semata. Karena jika hanya mengandalkan dari penjualan tiket, maka PT KAI bersiap untuk merugi karena uang yang didapat tidak bisa menutup dana operasional serta pembangunan infrastruktur.

Ada baiknya lanjut Djoko, PT KAI memanfaatkan aset yang dimiliki oleh Kereta Bandara tersebut. Seperti dengan melakukan branding pada kereta, pemanfaatan tenant yang ada di stasiun hingga pembangunan hotel berkonsep Transit Oriented Development (TOD).

&quot;Kalau hanya dengan mengandalkan pendapatan dari penumpang, pasti tidak bisa segera menutup operasional dan modal pembangunan infrastruktur dan pengadaan sarana. Oleh sebab itu cara memanfaatkan aset seputaran operasional kereta lebih bijak dapat dilakukan,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone.

Baca juga:&amp;nbsp;Beroperasi Hari Ini, 8 Fakta KA Bandara Soetta Hanya 45 Menit hingga Transaksi Tiket Non-Tunai

Menurut Djoko, Indonesia bisa meniru negara tetangga Malaysia dalam melakukan pengelolaan kereta bandara untuk mendapatkan uang. Yang mana monorel di Kuala Lumpur Malaysia, hampir semua stasiun dan saran kereta dibranding untuk menambah pemasukan.

&quot;Belajar dengan jalur monorel KL di Malaysia, semua stasiun dan sarana kereta dibranding untuk menambah pemasukan. Walau sebagian jalur tidak di dalam kota, pasti ada ide menarik untuk mencari pendapatan selain dari penumpang rutin,&quot; jelasnya.

Baca juga:&amp;nbsp;Kereta Bandara Soetta Bisa Kurangi Penggunaan Mobil hingga 30%
 

Lebih lanjut Djoko meminta kepada pihak pengelola untuk menyediakan Counter tiket kecil, guna penukaran uang elektronik. Hal tersbeut bertujuan untuk berjaga-jaga jika penumpang tidak memiliki dan lupa membawa kartu uang elektronik.

&quot;Saya juga menyarankan untuk menyediakan konter yang sangat kecil seperti Trans Jakarta untuk penukaran. Jadi bisa terakomodir kan siapa tahu ada penumpang yang belum memiliki atau lupa membawa kartu,&quot; jelasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Peresero menetapkan tarif Kereta Bandara Soekarno Hatta sebesar Rp70.000 per trip mulai tanggal 2 Januari 2018 mendatang. Tarif ini lebih rendah dari wacana sebelumnya yang mencapai Rp100.000 per trip.

Pengamat Transportasi dari Masyarakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mengatakan, tarif yang ditetapkan tersebut jangan sampai naik. Karena jika sampai naik, maka Kereta Bandara bisa ditinggalkan oleh masyarkat.

Menurut Djoko, PT KAI jangan hanya mengandalakan pemasukan dari penjualan tiket semata. Karena jika hanya mengandalkan dari penjualan tiket, maka PT KAI bersiap untuk merugi karena uang yang didapat tidak bisa menutup dana operasional serta pembangunan infrastruktur.

Ada baiknya lanjut Djoko, PT KAI memanfaatkan aset yang dimiliki oleh Kereta Bandara tersebut. Seperti dengan melakukan branding pada kereta, pemanfaatan tenant yang ada di stasiun hingga pembangunan hotel berkonsep Transit Oriented Development (TOD).

&quot;Kalau hanya dengan mengandalkan pendapatan dari penumpang, pasti tidak bisa segera menutup operasional dan modal pembangunan infrastruktur dan pengadaan sarana. Oleh sebab itu cara memanfaatkan aset seputaran operasional kereta lebih bijak dapat dilakukan,&quot; ujarnya saat dihubungi Okezone.

Baca juga:&amp;nbsp;Beroperasi Hari Ini, 8 Fakta KA Bandara Soetta Hanya 45 Menit hingga Transaksi Tiket Non-Tunai

Menurut Djoko, Indonesia bisa meniru negara tetangga Malaysia dalam melakukan pengelolaan kereta bandara untuk mendapatkan uang. Yang mana monorel di Kuala Lumpur Malaysia, hampir semua stasiun dan saran kereta dibranding untuk menambah pemasukan.

&quot;Belajar dengan jalur monorel KL di Malaysia, semua stasiun dan sarana kereta dibranding untuk menambah pemasukan. Walau sebagian jalur tidak di dalam kota, pasti ada ide menarik untuk mencari pendapatan selain dari penumpang rutin,&quot; jelasnya.

Baca juga:&amp;nbsp;Kereta Bandara Soetta Bisa Kurangi Penggunaan Mobil hingga 30%
 

Lebih lanjut Djoko meminta kepada pihak pengelola untuk menyediakan Counter tiket kecil, guna penukaran uang elektronik. Hal tersbeut bertujuan untuk berjaga-jaga jika penumpang tidak memiliki dan lupa membawa kartu uang elektronik.

&quot;Saya juga menyarankan untuk menyediakan konter yang sangat kecil seperti Trans Jakarta untuk penukaran. Jadi bisa terakomodir kan siapa tahu ada penumpang yang belum memiliki atau lupa membawa kartu,&quot; jelasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
