<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Dorong Implementasi Cetak Biru Ekonomi Syariah</title><description>BI mendorong koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk  mengimplementasikan cetak biru atau blue print ekonomi dan keuangan  syariah</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/03/20/1839268/bi-dorong-implementasi-cetak-biru-ekonomi-syariah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/03/20/1839268/bi-dorong-implementasi-cetak-biru-ekonomi-syariah"/><item><title>BI Dorong Implementasi Cetak Biru Ekonomi Syariah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/03/20/1839268/bi-dorong-implementasi-cetak-biru-ekonomi-syariah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/03/20/1839268/bi-dorong-implementasi-cetak-biru-ekonomi-syariah</guid><pubDate>Rabu 03 Januari 2018 11:12 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/03/20/1839268/bi-dorong-implementasi-cetak-biru-ekonomi-syariah-Kz5pX8XaX7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/03/20/1839268/bi-dorong-implementasi-cetak-biru-ekonomi-syariah-Kz5pX8XaX7.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) terus mendorong koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengimplementasikan cetak biru atau blue print ekonomi dan keuangan syariah yang telah diluncurkan.
Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, terdapat tiga fokus yang akan dilakukan otoritas, yakni pertama, pendalaman pasar keuangan syariah dan penguatan keuangan syariah untuk pembiayaan. Kedua, pemberdayaan ekonomi syariah dan ketiga penguatan riset, asesmen, dan edukasi. Dalam pendalam pasar syariah, kata Perry, terdapat instrumen, yakni penerbitan ketentuan Negotiable Certificate of Deposit (NCD) Syariah, penerbitan instrumen keuangan syariah berbasis wakaf, serta penerbitan instrumen sukuk berbasis wakaf dan pembiayaan berbasis ISF.
Baca Juga: BI Ubah Jadwal Operasional Natal dan Tahun Baru 2018
Sementara pemberdayaan ekonomi syariah dilakukan dengan pengembangan halal value chain, kemudian dukungan pendirian kawasan ekonomi syariah, serta penguatan kelembagaan dan infrastruktur pendukung termasuk pendirian World Islamic Infrastructure Bank (WIIB). &amp;ldquo;Adapun terkait penguatan riset dan edukasi dilakukan akselerasi aktivasi sistem informasi zakat dan wakaf. Lalu, penyusunan kurikulum ekonomi dan keuangan syariah untuk berbagai jenjang tingkat pendidikan, serta dukungan pendirian International Awqaf Institute,&amp;rdquo; ujar Perry di Jakarta.
Baca Juga: BI Khawatir Ada Ekonomi Bawah Tanah di Indonesia, Apa Itu?  Dia mengatakan, BI akan terus mendorong peran ekonomi syariah dalam mendukung pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional. Ekonomi syariah dinilai merupakan salah satu jawaban atas permasalahan ekonomi yang masih terdapat di Indonesia, yaitu kesenjangan sosial. Menurut dia, sistem ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang menjunjung tinggi keadilan, kebersamaan, dan keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya. Ekonomi syariah juga dilengkapi dengan mekanisme distribusi harta kepada masyarakat miskin serta dorongan partisipasi masyarakat untuk berkontribusi bagi kepentingan publik sehingga bersifat inklusif.   &amp;ldquo;Pengembangan program ekonomi dan keuangan syariah secara nasional diharapkan akan memberikan dampak positif dan signifikan terhadap pertumbuhan sektor produksi yang semakin kuat dan merata,&amp;rdquo; ungkap Perry. Selain itu, diharapkan juga bisa meningkatkan daya tahan ekonomi (resilience ) terhadap gangguan, baik internal maupun eksternal, meningkatkan stabilitas dan efisiensi sektor keuangan syariah, membuka peluang pelaksanaan program literasi ekonomi syariah, serta mendorong program penelitian dan inovasi untuk semakin berkembang guna menjawab segala tantangan perekonomian Indonesia di masa sekarang dan mendatang.Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Ahmad Soekro Tratmono menambahkan, untuk mengembangkan keuangan syariah  di Indonesia yang perlu dilakukan di antaranya, OJK akan menjaga  stabilitas sistem keuangan termasuk mengatur serta mengawasi  implementasi prinsip-prinsip syariah pada lembaga keuangan syariah  sebagai landasan bagi pembangunan berkelanjutan. Kemudian OJK akan  mendorong Sektor Jasa Keuangan (SJK) Syariah agar berkontribusi lebih  besar dalam mendukung percepatan ekonomi nasional, khususnya dalam  pembiayaan sektor prioritas pemerintah (infrastruktur, ketahanan pangan,  dan maritim).
Baca Juga: Zaman Sosial Media, BI Siapkan Cyber Army  &amp;ldquo;Serta OJK akan mendukung upaya peningkatan  pemerataan kesejahteraan masyarakat serta mengatasi ketimpangan dalam  pembangunan nasional,&amp;rdquo; katanya. Dihubungi terpisah, Direktur Bank BTN  Budi Satria mengaku menyambut baik inisiatif Bank Indonesia dalam  mengimplementasikan cetak biru ekonomi dan keuangan syariah. Pasalnya,  pasar keuangan syariah Indonesia sangat potensial, apalagi mengingat  jumlah penduduk yang menjadi segmentasi pasar keuangan syariah ini  termasuk yang terbesar di dunia. &amp;ldquo;Namun, belum banyak masyarakat  Indonesia yang memahami produk-produk keuangan syariah yang ada pada  perbankan syariah saat ini. Di sisi lain, dunia keuangan syariah  Indonesia juga masih harus mengembangkan lagi produk-produk syariah yang  dapat memenuhi kebutuhan riil dunia usaha Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Budi.   Menurut Budi, tahun ini manajemen ingin BTN Syariah tumbuh lebih baik,  sustainable dan berhasil mencapai rasiorasio keuangan yang sehat. &amp;ldquo;Kami  percaya tahun ini BTN Syariah akan dapat tumbuh lebih baik lagi  dibanding pencapaian kinerja 2017,&amp;rdquo; pungkas Budi.
(Kunthi Fahmar Sandy/Rakhmat Baihaqi)</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) terus mendorong koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mengimplementasikan cetak biru atau blue print ekonomi dan keuangan syariah yang telah diluncurkan.
Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, terdapat tiga fokus yang akan dilakukan otoritas, yakni pertama, pendalaman pasar keuangan syariah dan penguatan keuangan syariah untuk pembiayaan. Kedua, pemberdayaan ekonomi syariah dan ketiga penguatan riset, asesmen, dan edukasi. Dalam pendalam pasar syariah, kata Perry, terdapat instrumen, yakni penerbitan ketentuan Negotiable Certificate of Deposit (NCD) Syariah, penerbitan instrumen keuangan syariah berbasis wakaf, serta penerbitan instrumen sukuk berbasis wakaf dan pembiayaan berbasis ISF.
Baca Juga: BI Ubah Jadwal Operasional Natal dan Tahun Baru 2018
Sementara pemberdayaan ekonomi syariah dilakukan dengan pengembangan halal value chain, kemudian dukungan pendirian kawasan ekonomi syariah, serta penguatan kelembagaan dan infrastruktur pendukung termasuk pendirian World Islamic Infrastructure Bank (WIIB). &amp;ldquo;Adapun terkait penguatan riset dan edukasi dilakukan akselerasi aktivasi sistem informasi zakat dan wakaf. Lalu, penyusunan kurikulum ekonomi dan keuangan syariah untuk berbagai jenjang tingkat pendidikan, serta dukungan pendirian International Awqaf Institute,&amp;rdquo; ujar Perry di Jakarta.
Baca Juga: BI Khawatir Ada Ekonomi Bawah Tanah di Indonesia, Apa Itu?  Dia mengatakan, BI akan terus mendorong peran ekonomi syariah dalam mendukung pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional. Ekonomi syariah dinilai merupakan salah satu jawaban atas permasalahan ekonomi yang masih terdapat di Indonesia, yaitu kesenjangan sosial. Menurut dia, sistem ekonomi syariah merupakan sistem ekonomi yang menjunjung tinggi keadilan, kebersamaan, dan keseimbangan dalam pengelolaan sumber daya. Ekonomi syariah juga dilengkapi dengan mekanisme distribusi harta kepada masyarakat miskin serta dorongan partisipasi masyarakat untuk berkontribusi bagi kepentingan publik sehingga bersifat inklusif.   &amp;ldquo;Pengembangan program ekonomi dan keuangan syariah secara nasional diharapkan akan memberikan dampak positif dan signifikan terhadap pertumbuhan sektor produksi yang semakin kuat dan merata,&amp;rdquo; ungkap Perry. Selain itu, diharapkan juga bisa meningkatkan daya tahan ekonomi (resilience ) terhadap gangguan, baik internal maupun eksternal, meningkatkan stabilitas dan efisiensi sektor keuangan syariah, membuka peluang pelaksanaan program literasi ekonomi syariah, serta mendorong program penelitian dan inovasi untuk semakin berkembang guna menjawab segala tantangan perekonomian Indonesia di masa sekarang dan mendatang.Kepala Departemen Perbankan Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Ahmad Soekro Tratmono menambahkan, untuk mengembangkan keuangan syariah  di Indonesia yang perlu dilakukan di antaranya, OJK akan menjaga  stabilitas sistem keuangan termasuk mengatur serta mengawasi  implementasi prinsip-prinsip syariah pada lembaga keuangan syariah  sebagai landasan bagi pembangunan berkelanjutan. Kemudian OJK akan  mendorong Sektor Jasa Keuangan (SJK) Syariah agar berkontribusi lebih  besar dalam mendukung percepatan ekonomi nasional, khususnya dalam  pembiayaan sektor prioritas pemerintah (infrastruktur, ketahanan pangan,  dan maritim).
Baca Juga: Zaman Sosial Media, BI Siapkan Cyber Army  &amp;ldquo;Serta OJK akan mendukung upaya peningkatan  pemerataan kesejahteraan masyarakat serta mengatasi ketimpangan dalam  pembangunan nasional,&amp;rdquo; katanya. Dihubungi terpisah, Direktur Bank BTN  Budi Satria mengaku menyambut baik inisiatif Bank Indonesia dalam  mengimplementasikan cetak biru ekonomi dan keuangan syariah. Pasalnya,  pasar keuangan syariah Indonesia sangat potensial, apalagi mengingat  jumlah penduduk yang menjadi segmentasi pasar keuangan syariah ini  termasuk yang terbesar di dunia. &amp;ldquo;Namun, belum banyak masyarakat  Indonesia yang memahami produk-produk keuangan syariah yang ada pada  perbankan syariah saat ini. Di sisi lain, dunia keuangan syariah  Indonesia juga masih harus mengembangkan lagi produk-produk syariah yang  dapat memenuhi kebutuhan riil dunia usaha Indonesia,&amp;rdquo; ungkap Budi.   Menurut Budi, tahun ini manajemen ingin BTN Syariah tumbuh lebih baik,  sustainable dan berhasil mencapai rasiorasio keuangan yang sehat. &amp;ldquo;Kami  percaya tahun ini BTN Syariah akan dapat tumbuh lebih baik lagi  dibanding pencapaian kinerja 2017,&amp;rdquo; pungkas Budi.
(Kunthi Fahmar Sandy/Rakhmat Baihaqi)</content:encoded></item></channel></rss>
