<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>9 Fakta Kereta Commuter Line dari Cetak Rekor Penumpang Tertinggi hingga Kucuran Dana Jepang</title><description>Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuter Line kian diminiati masyarakat urban.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/04/320/1839973/9-fakta-kereta-commuter-line-dari-cetak-rekor-penumpang-tertinggi-hingga-kucuran-dana-jepang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/04/320/1839973/9-fakta-kereta-commuter-line-dari-cetak-rekor-penumpang-tertinggi-hingga-kucuran-dana-jepang"/><item><title>9 Fakta Kereta Commuter Line dari Cetak Rekor Penumpang Tertinggi hingga Kucuran Dana Jepang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/04/320/1839973/9-fakta-kereta-commuter-line-dari-cetak-rekor-penumpang-tertinggi-hingga-kucuran-dana-jepang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/04/320/1839973/9-fakta-kereta-commuter-line-dari-cetak-rekor-penumpang-tertinggi-hingga-kucuran-dana-jepang</guid><pubDate>Kamis 04 Januari 2018 14:18 WIB</pubDate><dc:creator>Anisa Anindita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/04/320/1839973/9-fakta-kereta-commuter-line-dari-cetak-rekor-penumpang-tertinggi-hingga-kucuran-dana-jepang-eMHjxAuLRO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/04/320/1839973/9-fakta-kereta-commuter-line-dari-cetak-rekor-penumpang-tertinggi-hingga-kucuran-dana-jepang-eMHjxAuLRO.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -  PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sebagai pengelola Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuter Line kian diminiati masyarakat urban. Buktinya setiap tahun pengguna Commuter Line terus bertambah dan dibarengi dengan modernisasi ticketing serta fasilitas stasiun.

KCI pun terus memperluas wilayah operasional. Kini ular baja tersebut  langsung ke Rangkas Bitung dan Cikarang. Berikut ini beberapa fakta mengenai Kereta Rel Listrik Commuter Line.

1.      Berganti Nama karena Penambahan Rute
PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) berganti namanya menjadi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Direktur Utama KCI Muhammad Nurul Fadhila mengatakan bahwa pergantian nama ini dikarenakan pihaknya sudah memperluas cakupan wilayah. Sehingga saat ini tidak hanya melayani masyarakat pengguna transportasi massal kereta di daerah Jabodetabek. &amp;ldquo;Dari KCJ jadi KCI memang saat ini kita sudah tidak bisa lagi pertahankan nama Jabodetabek-nya. Karena kami sudah sampai Rangkas Bitung dan kami sudah sampai Cikarang,&amp;rdquo; ungkapnya di Stasiun Juanda, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

2.      Double Track Manggarai-Cikarang Selesai Tahun Depan
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sedang menunggu proyek Double-Double Track (DTT) Manggarai-Cikarang selesai dikerjakan. Adapun dengan proyek ini, maka waktu kedatangan kereta tidak akan terhambat lagi karena antrean masuk di Stasiun Manggarai. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama KCI Muhammad Nurul Fadhila bahwa pekerjaan proyek ini dilakukan oleh Perusahaan Jawatan Kereta Api (PKJA), dan saat ini tengah menunggu proses pengerjaannya selesai.

3.      Banyak Keluhan Masalah Waktu
Direktur Keuangan PT KAI, Didik Hartantyo mengatakan bahwa memang tantangan terbesar yang masih dimiliki oleh semua angkutan massal, khususnya KRL adalah ketepatan waktu. Sehingga banyak masyarakat yang masih mengeluhkan dengan kendala itu, maka keluhan ini harus menjadi perhatian khusus bagi KCI. &amp;ldquo;Ketepatan waktu masih menjadi tantangan. Penyelesaian sarana Double-Double Track Manggarai dan jalur Cikarang akan menjadi perhatian,&amp;rdquo; ungkap Didik.

4.      Kerjasama dengan JICA
Pemerintah membangun Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Bekasi-Cikarang bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Untuk itu, Pemerintah Jepang juga turut menyambut baik peresmian lintasan kereta api. Pasalnya, Jepang melihat perlintasan jalur ini dapat mendukung proyek kereta semi cepat Jakarta- Surabaya. Sebab, proyek kereta semi cepat tersebut akan melewati jalur lintas utara Jawa. Hal itu disampaikan oleh Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kozo Honsei dalam acara peresmian Stasiun Bekasi Timur dan lintas Bekasi-Cikarang, Bekasi, Sabtu (7/10/2017). &amp;ldquo;Jalur perlintasan Jakarta-Surabaya itu kira-kira sepanjang 739 kilometer. Proyek KRL ini sangat penting untuk dukung proyek kereta semi cepat,&amp;rdquo; ungkap Kozo.

5.      Cikarang-Jakarta Hanya 1 Jam
Menurut Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kozo Hensei dengan adanya perlintasan Jakarta-Cikarang atau sebaliknya, maka akan meningkatkan mobilitas masyarakat Cikarang ke Jakarta Kota. Sebab dengan jalur itu, jarak tempuh Cikarang-Jakarta hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam menggunakan kereta api. &amp;ldquo;Kami sangat senang peresmian stasiun dan pengoperasian KRL menggunakan dana Jepang. Dengan danai proyek elektrifikasi Bekasi-Cikarang, memungkinkan waktu tempuh Jakarta-Cikarang kurang lebih 1 jam,&amp;rdquo; ucap Kozo.



6.      Saldo Minimum Multi Trip Turun
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan inovasi di awal tahun  2018. Di antaranya, dengan menurunkan saldo minimum bagi pengguna Kartu  Multi Trip dari sebelumnya Rp13.000 menjadi Rp5.000 dan penyelaras  tarif. Direktur Utama PT KCI Muhammad Nurul Fadhila menerangkan bahwa  inovasi yang akan dilakukan di awal tahun, yakni menyelenggarakan  penyelarasan tarif atau fare adjustment. Fare adjustment merupakan  mekanisme dalam sistem tiket elektronik yang bekerja dengan prinsip  selaras. Di mana, tarif yang dikenakan pada pengguna sesuai dengan jarak  tempuh yang dilalui. Misalnya, selama ini jika pengguna KRL dengan  Tiket Harian Berjamin (THB) turun di stasiun tujuannya (menempuh jarak  lebih jauh dari tarif yang sudah dia bayar di loket atau vending  machines), maka akan dikenakan penalti atau denda sebesar Rp10.000 yang  diambil dari biaya jaminan kartu, &amp;ldquo;Mekanisme penalti ini tidak berlaku  lagi,&amp;rdquo; tegas Fadhila.

7.      Dikucurkan Dana oleh Jepang
Plt Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Umiyatun Hayati mengatakan bahwa  pembangunan Kereta Rel Listrik lintas Cikarang-Bekasi yang telah  diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menelan biaya  sebesar Rp2,3 triliun. Anggaran itu didapatkan dari hasil kerja sama  dengan pemerintah Jepang, yakni Jepang Internasional Cooporation Agency  (JICA).  Ini hasil kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah  Jepang melalui kontrak Paket B1 untuk pekerjaan elektrifikasi lintas  Bekasi&amp;ndash;Cikarang yang ditandatangani pada tahun 2012, dengan nilai  kontrak sebesar Rp2,3 triliun,&quot; ungkapnya di Stasiun Bekasi Timur, Sabtu  (7/10/2017).

8.      Total Penumpang Tahun 2017 Melebihi Target
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat sepanjang 2017 mampu  melayani 315.811.848 penumpang. Jumlah tersebut melampaui target  penumpang di tahun 2017, yaitu sebanyak 292.340.798. &quot;Kita mampu  melayani 315 juta penumpanng. Ini 108% dari target program penumpang di  2017 atau meningkat 12,5% realisasi volume pengguna tahun 2016,&quot;ujar  Direktur Utama PT KCI Muhammad Nurul Fadhila, di Hotel Borobudur,  Jakarta, Kamis (4/1/2018). Kenaikan volume penumpang disebabkan beberapa  faktor, pasalnya PT KCI telah melakukan berbagai inovasi serta  modernisasi layanan KRL Commuter Line. Adapun inovasi tersebut dari  penambahan rangkaian kereta, hingga merampungkan pembangunan  infrastruktur fasilitas pelayanan di beberapa stasiun.

9.  Geber Sederet Fasilitas untuk Tambahnya Volume Penumpang

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menargetkan jumlah penumpang yang  akan terlayani di tahun 2018, yakni mencapai 320.026.523. jumlah itu  lebih besar dari capaian penumpang terlayani selama tahun 2017, yakni  315.811.848. Direktur Utama PT KCI Muhammad Nurul Fadhila mengatakan  bahwa setelah melakukan berbagai inovasi sepanjang tahun 2017, KCI akan  melanjutkan berbagai inovasi guna melayani pengguna jasa yang jumlahnya  semakin hari semakin meningkat. Adapun inovasi yang akan dilakukan,  antara lain penambahan jumlah rangkaian kereta hingga mencapai 26  rangkaian, modernisasi sistem e-ticketing, penambahan 200 vending  machines, 200 gate yang tersebar di seluruh stasiun, hingga merampungkan  beberapa underpass dan jembatan penyeberangan orang di beberapa  stasiun.</description><content:encoded>JAKARTA -  PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sebagai pengelola Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuter Line kian diminiati masyarakat urban. Buktinya setiap tahun pengguna Commuter Line terus bertambah dan dibarengi dengan modernisasi ticketing serta fasilitas stasiun.

KCI pun terus memperluas wilayah operasional. Kini ular baja tersebut  langsung ke Rangkas Bitung dan Cikarang. Berikut ini beberapa fakta mengenai Kereta Rel Listrik Commuter Line.

1.      Berganti Nama karena Penambahan Rute
PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) berganti namanya menjadi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Direktur Utama KCI Muhammad Nurul Fadhila mengatakan bahwa pergantian nama ini dikarenakan pihaknya sudah memperluas cakupan wilayah. Sehingga saat ini tidak hanya melayani masyarakat pengguna transportasi massal kereta di daerah Jabodetabek. &amp;ldquo;Dari KCJ jadi KCI memang saat ini kita sudah tidak bisa lagi pertahankan nama Jabodetabek-nya. Karena kami sudah sampai Rangkas Bitung dan kami sudah sampai Cikarang,&amp;rdquo; ungkapnya di Stasiun Juanda, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

2.      Double Track Manggarai-Cikarang Selesai Tahun Depan
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) sedang menunggu proyek Double-Double Track (DTT) Manggarai-Cikarang selesai dikerjakan. Adapun dengan proyek ini, maka waktu kedatangan kereta tidak akan terhambat lagi karena antrean masuk di Stasiun Manggarai. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama KCI Muhammad Nurul Fadhila bahwa pekerjaan proyek ini dilakukan oleh Perusahaan Jawatan Kereta Api (PKJA), dan saat ini tengah menunggu proses pengerjaannya selesai.

3.      Banyak Keluhan Masalah Waktu
Direktur Keuangan PT KAI, Didik Hartantyo mengatakan bahwa memang tantangan terbesar yang masih dimiliki oleh semua angkutan massal, khususnya KRL adalah ketepatan waktu. Sehingga banyak masyarakat yang masih mengeluhkan dengan kendala itu, maka keluhan ini harus menjadi perhatian khusus bagi KCI. &amp;ldquo;Ketepatan waktu masih menjadi tantangan. Penyelesaian sarana Double-Double Track Manggarai dan jalur Cikarang akan menjadi perhatian,&amp;rdquo; ungkap Didik.

4.      Kerjasama dengan JICA
Pemerintah membangun Kereta Rel Listrik (KRL) lintas Bekasi-Cikarang bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Untuk itu, Pemerintah Jepang juga turut menyambut baik peresmian lintasan kereta api. Pasalnya, Jepang melihat perlintasan jalur ini dapat mendukung proyek kereta semi cepat Jakarta- Surabaya. Sebab, proyek kereta semi cepat tersebut akan melewati jalur lintas utara Jawa. Hal itu disampaikan oleh Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kozo Honsei dalam acara peresmian Stasiun Bekasi Timur dan lintas Bekasi-Cikarang, Bekasi, Sabtu (7/10/2017). &amp;ldquo;Jalur perlintasan Jakarta-Surabaya itu kira-kira sepanjang 739 kilometer. Proyek KRL ini sangat penting untuk dukung proyek kereta semi cepat,&amp;rdquo; ungkap Kozo.

5.      Cikarang-Jakarta Hanya 1 Jam
Menurut Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kozo Hensei dengan adanya perlintasan Jakarta-Cikarang atau sebaliknya, maka akan meningkatkan mobilitas masyarakat Cikarang ke Jakarta Kota. Sebab dengan jalur itu, jarak tempuh Cikarang-Jakarta hanya membutuhkan waktu sekitar 1 jam menggunakan kereta api. &amp;ldquo;Kami sangat senang peresmian stasiun dan pengoperasian KRL menggunakan dana Jepang. Dengan danai proyek elektrifikasi Bekasi-Cikarang, memungkinkan waktu tempuh Jakarta-Cikarang kurang lebih 1 jam,&amp;rdquo; ucap Kozo.



6.      Saldo Minimum Multi Trip Turun
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melakukan inovasi di awal tahun  2018. Di antaranya, dengan menurunkan saldo minimum bagi pengguna Kartu  Multi Trip dari sebelumnya Rp13.000 menjadi Rp5.000 dan penyelaras  tarif. Direktur Utama PT KCI Muhammad Nurul Fadhila menerangkan bahwa  inovasi yang akan dilakukan di awal tahun, yakni menyelenggarakan  penyelarasan tarif atau fare adjustment. Fare adjustment merupakan  mekanisme dalam sistem tiket elektronik yang bekerja dengan prinsip  selaras. Di mana, tarif yang dikenakan pada pengguna sesuai dengan jarak  tempuh yang dilalui. Misalnya, selama ini jika pengguna KRL dengan  Tiket Harian Berjamin (THB) turun di stasiun tujuannya (menempuh jarak  lebih jauh dari tarif yang sudah dia bayar di loket atau vending  machines), maka akan dikenakan penalti atau denda sebesar Rp10.000 yang  diambil dari biaya jaminan kartu, &amp;ldquo;Mekanisme penalti ini tidak berlaku  lagi,&amp;rdquo; tegas Fadhila.

7.      Dikucurkan Dana oleh Jepang
Plt Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Umiyatun Hayati mengatakan bahwa  pembangunan Kereta Rel Listrik lintas Cikarang-Bekasi yang telah  diresmikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menelan biaya  sebesar Rp2,3 triliun. Anggaran itu didapatkan dari hasil kerja sama  dengan pemerintah Jepang, yakni Jepang Internasional Cooporation Agency  (JICA).  Ini hasil kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah  Jepang melalui kontrak Paket B1 untuk pekerjaan elektrifikasi lintas  Bekasi&amp;ndash;Cikarang yang ditandatangani pada tahun 2012, dengan nilai  kontrak sebesar Rp2,3 triliun,&quot; ungkapnya di Stasiun Bekasi Timur, Sabtu  (7/10/2017).

8.      Total Penumpang Tahun 2017 Melebihi Target
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat sepanjang 2017 mampu  melayani 315.811.848 penumpang. Jumlah tersebut melampaui target  penumpang di tahun 2017, yaitu sebanyak 292.340.798. &quot;Kita mampu  melayani 315 juta penumpanng. Ini 108% dari target program penumpang di  2017 atau meningkat 12,5% realisasi volume pengguna tahun 2016,&quot;ujar  Direktur Utama PT KCI Muhammad Nurul Fadhila, di Hotel Borobudur,  Jakarta, Kamis (4/1/2018). Kenaikan volume penumpang disebabkan beberapa  faktor, pasalnya PT KCI telah melakukan berbagai inovasi serta  modernisasi layanan KRL Commuter Line. Adapun inovasi tersebut dari  penambahan rangkaian kereta, hingga merampungkan pembangunan  infrastruktur fasilitas pelayanan di beberapa stasiun.

9.  Geber Sederet Fasilitas untuk Tambahnya Volume Penumpang

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) menargetkan jumlah penumpang yang  akan terlayani di tahun 2018, yakni mencapai 320.026.523. jumlah itu  lebih besar dari capaian penumpang terlayani selama tahun 2017, yakni  315.811.848. Direktur Utama PT KCI Muhammad Nurul Fadhila mengatakan  bahwa setelah melakukan berbagai inovasi sepanjang tahun 2017, KCI akan  melanjutkan berbagai inovasi guna melayani pengguna jasa yang jumlahnya  semakin hari semakin meningkat. Adapun inovasi yang akan dilakukan,  antara lain penambahan jumlah rangkaian kereta hingga mencapai 26  rangkaian, modernisasi sistem e-ticketing, penambahan 200 vending  machines, 200 gate yang tersebar di seluruh stasiun, hingga merampungkan  beberapa underpass dan jembatan penyeberangan orang di beberapa  stasiun.</content:encoded></item></channel></rss>
