<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jasa Marga Operasikan 175 Km Tol Tahun Ini</title><description>Dari jumlah tersebut yang telah dioperasikan sekitar 700 km, sedangkan sisanya tengah dalam proses penyelesaian konstruksi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/09/320/1842233/jasa-marga-operasikan-175-km-tol-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/09/320/1842233/jasa-marga-operasikan-175-km-tol-tahun-ini"/><item><title>Jasa Marga Operasikan 175 Km Tol Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/09/320/1842233/jasa-marga-operasikan-175-km-tol-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/09/320/1842233/jasa-marga-operasikan-175-km-tol-tahun-ini</guid><pubDate>Selasa 09 Januari 2018 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Koran SINDO</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/09/320/1842233/jasa-marga-operasikan-175-km-tol-tahun-ini-LTbEIonxZz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gerbang Tol (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/09/320/1842233/jasa-marga-operasikan-175-km-tol-tahun-ini-LTbEIonxZz.jpg</image><title>Gerbang Tol (Foto: Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA &amp;ndash; PT Jasa Marga (persero) Tbk hingga akhir tahun ini berencana mengoperasikan ruas jalan tol baru sepanjang 175 km di luar dari ruas Solo-Ngawi sepanjang 90,17 km dan Ngawi-Kertosono 87 km.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menjelaskan, total konsesi yang dimiliki perseroan hingga akhir tahun ini sepanjang 1.496 km. Dari jumlah tersebut yang telah dioperasikan sekitar 700 km, sedangkan sisanya tengah dalam proses penyelesaian konstruksi.

&amp;ldquo;Untuk ruas Solo-Ngawi dan Ngawi- Kertosono seharusnya tuntas tahun lalu,&amp;rdquo; kata Desi di Jakarta kemarin.

Menurut dia, ruas Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono ini merupakan bagian  dari Tol Trans Jawa yang ditargetkan selesai akhir tahun ini. Terkait  ruas tol mana saja yang akan dioperasikan Jasa Marga hingga menambah 175  km, Desi belum dapat merinci karena masih dalam proses. Sebagai  informasi, ruas Ngawi-Kertosono memiliki panjang 87 km dan terbagi  menjadi empat seksi. Sebagian konstruksinya sepanjang 37,5 km  menggunakan dana APBN dan 49,5 km dibangun oleh PT Ngawi Kertosono Jaya  (NKJ) yang mayoritas sahamnya dimiliki PT Jasa Marga.

Hingga saat ini, total realisasi progres pembangunan fisik proyek  jalan tol Ngawi-Kertosono telah mencapai 98,5%. Perseroan menargetkan  akan rampung sepenuh nya pada akhir Januari 2018, sedangkan untuk  progres pembebasan lahan mencapai 99,88%. Direktur Utama Ngawi Kertosono  Jaya Iwan Moerdyano menambahkan, dengan progres pembangunan yang  demikian pesat, perseroan optimistis ruas tol ini dapat dioperasikan  penuh awal Februari 2018, sehingga dapat di gunakan sebagai jalur  alternatif ketika mudik Lebaran 2018.

&amp;ldquo;Dalam mengupayakan percepatan pembangunan, PT NKJ berusaha mengebut  pekerjaan intersection dengan jalan nasio nal, penyelesaian gerbang tol,  melengkapi median concrete barier, guardrail, rambu dan marka jalan,  serta pembangunan rest area,&amp;rdquo; urainya. Secara keseluruhan, jalan tol  Ngawi- Kertosono memiliki tiga gerbang tol (GT) yang menerapkan sistem  transaksi tertutup, dan hanya melayani 100% pembayaran tol elektronik  atau non - tunai. Ketiga GT yang berada di ruas tol tersebut yakni GT  Madiun, GT Caruban, dan GT Nganjuk.

Sementara itu, Jasa Marga juga menggenjot proyek pem bangunan jalan  tol ruas Salatiga-Kartasura yang digarap oleh anak usaha, yakni PT Solo  Ngawi Jaya (SNJ). Proyek sepanjang 32 km yang tergabung ke dalam jalan  tol Semarang-Solo Seksi IV dan V tersebut ditargetkan rampung sebelum  Lebaran 2018. Hingga minggu awal Januari 2018, progres pembangunan  konstruksi proyek jalan tol ruas Salatiga-Kartasura telah mencapai  50,4%. Sedangkan dari sektor pembebasan lahan, PT SNJ telah berhasil  mencatatkan 100% dari seluruh lahan yang di bebaskan.

Direktur Utama Solo Ngawi Jaya David Wijayatno mengungkapkan, untuk  mengejar target yang telah ditetapkan dengan percepatan pembangunan  konstruksi fisik yang dimulai sejak Januari 2017, pihaknya menerapkan  sistem kerja tiga shift atau 24 jam penuh dalam sehari.

&amp;ldquo;Targetnya harus operasional pada pertengahan tahun ini, jadi  pembangunan konstruksi harus kami bereskan secepatnya,&amp;rdquo; kata David.

Heru Febrianto
(ulf)</description><content:encoded> 
JAKARTA &amp;ndash; PT Jasa Marga (persero) Tbk hingga akhir tahun ini berencana mengoperasikan ruas jalan tol baru sepanjang 175 km di luar dari ruas Solo-Ngawi sepanjang 90,17 km dan Ngawi-Kertosono 87 km.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menjelaskan, total konsesi yang dimiliki perseroan hingga akhir tahun ini sepanjang 1.496 km. Dari jumlah tersebut yang telah dioperasikan sekitar 700 km, sedangkan sisanya tengah dalam proses penyelesaian konstruksi.

&amp;ldquo;Untuk ruas Solo-Ngawi dan Ngawi- Kertosono seharusnya tuntas tahun lalu,&amp;rdquo; kata Desi di Jakarta kemarin.

Menurut dia, ruas Solo-Ngawi dan Ngawi-Kertosono ini merupakan bagian  dari Tol Trans Jawa yang ditargetkan selesai akhir tahun ini. Terkait  ruas tol mana saja yang akan dioperasikan Jasa Marga hingga menambah 175  km, Desi belum dapat merinci karena masih dalam proses. Sebagai  informasi, ruas Ngawi-Kertosono memiliki panjang 87 km dan terbagi  menjadi empat seksi. Sebagian konstruksinya sepanjang 37,5 km  menggunakan dana APBN dan 49,5 km dibangun oleh PT Ngawi Kertosono Jaya  (NKJ) yang mayoritas sahamnya dimiliki PT Jasa Marga.

Hingga saat ini, total realisasi progres pembangunan fisik proyek  jalan tol Ngawi-Kertosono telah mencapai 98,5%. Perseroan menargetkan  akan rampung sepenuh nya pada akhir Januari 2018, sedangkan untuk  progres pembebasan lahan mencapai 99,88%. Direktur Utama Ngawi Kertosono  Jaya Iwan Moerdyano menambahkan, dengan progres pembangunan yang  demikian pesat, perseroan optimistis ruas tol ini dapat dioperasikan  penuh awal Februari 2018, sehingga dapat di gunakan sebagai jalur  alternatif ketika mudik Lebaran 2018.

&amp;ldquo;Dalam mengupayakan percepatan pembangunan, PT NKJ berusaha mengebut  pekerjaan intersection dengan jalan nasio nal, penyelesaian gerbang tol,  melengkapi median concrete barier, guardrail, rambu dan marka jalan,  serta pembangunan rest area,&amp;rdquo; urainya. Secara keseluruhan, jalan tol  Ngawi- Kertosono memiliki tiga gerbang tol (GT) yang menerapkan sistem  transaksi tertutup, dan hanya melayani 100% pembayaran tol elektronik  atau non - tunai. Ketiga GT yang berada di ruas tol tersebut yakni GT  Madiun, GT Caruban, dan GT Nganjuk.

Sementara itu, Jasa Marga juga menggenjot proyek pem bangunan jalan  tol ruas Salatiga-Kartasura yang digarap oleh anak usaha, yakni PT Solo  Ngawi Jaya (SNJ). Proyek sepanjang 32 km yang tergabung ke dalam jalan  tol Semarang-Solo Seksi IV dan V tersebut ditargetkan rampung sebelum  Lebaran 2018. Hingga minggu awal Januari 2018, progres pembangunan  konstruksi proyek jalan tol ruas Salatiga-Kartasura telah mencapai  50,4%. Sedangkan dari sektor pembebasan lahan, PT SNJ telah berhasil  mencatatkan 100% dari seluruh lahan yang di bebaskan.

Direktur Utama Solo Ngawi Jaya David Wijayatno mengungkapkan, untuk  mengejar target yang telah ditetapkan dengan percepatan pembangunan  konstruksi fisik yang dimulai sejak Januari 2017, pihaknya menerapkan  sistem kerja tiga shift atau 24 jam penuh dalam sehari.

&amp;ldquo;Targetnya harus operasional pada pertengahan tahun ini, jadi  pembangunan konstruksi harus kami bereskan secepatnya,&amp;rdquo; kata David.

Heru Febrianto
(ulf)</content:encoded></item></channel></rss>
