<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rizal Ramli: Ubah Strategi, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 7%</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 hanya bisa mencapai 5%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/10/20/1843063/rizal-ramli-ubah-strategi-pertumbuhan-ekonomi-bisa-capai-7</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2018/01/10/20/1843063/rizal-ramli-ubah-strategi-pertumbuhan-ekonomi-bisa-capai-7"/><item><title>Rizal Ramli: Ubah Strategi, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Capai 7%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2018/01/10/20/1843063/rizal-ramli-ubah-strategi-pertumbuhan-ekonomi-bisa-capai-7</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2018/01/10/20/1843063/rizal-ramli-ubah-strategi-pertumbuhan-ekonomi-bisa-capai-7</guid><pubDate>Rabu 10 Januari 2018 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Anisa Anindita</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/01/10/20/1843063/rizal-ramli-ubah-strategi-pertumbuhan-ekonomi-bisa-capai-7-o5sklXNB8l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: (Anisa Anindita Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/01/10/20/1843063/rizal-ramli-ubah-strategi-pertumbuhan-ekonomi-bisa-capai-7-o5sklXNB8l.jpg</image><title>Foto: (Anisa Anindita Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 hanya bisa mencapai 5%. Hal itu diungkapkan oleh Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli.
&quot;Jika ke depannya perekonomian Indonesia masih menerapkan sistem yang sama,&amp;nbsp; maka tahun depan ekonomi Indonesia hanya sebesar 5%. Walaupun semua bidang membaik,&quot; ungkap Rizal dalam acara Diskusi Publik bertemakan &quot;Prospek Ekonomi dan Politik 2018&amp;rdquo; di &amp;nbsp;Jakarta (10/01/2018).
Rizal menambahkan, perkiraannya tahun ini ekonomi dunia akan membaik,&amp;nbsp; sayangnya tidak karena adanya proses kredit susah.
Baca Juga: Tantangan Pertumbuhan Ekonomi, Gubernur BI: Waspadai Konsumsi Rumah Tangga
&quot;Kalau menggunakan cara lain,&amp;nbsp; bisa saja, yaitu dengan cara mengubah strateginya. Kalau diubah strateginya ekonomi Indonesia dalam 2 tahun bukan lagi 5%, bukan lagi 6,5%, tapi bisa capai 7%,&quot; tambah Rizal.
Adapun strateginya,&amp;nbsp; yakni dengan memompa anggaran tidak menggunakan dana APBN. &quot;Saya mendukung Pak Jokowi menggunakan dana APBN untuk pembangunan infrastruktur di luar Jawa,&amp;nbsp; justru pakai non APBN untuk pembangunan infrastruktur di dalam Jawa,&quot; jelas Rizal.
Kemudian, cara yang kedua dengan sekuritisasi aset, di mana pendapatan dari proyek pembangunan infrastruktur, seperti proyek jalan tol ditarik sekarang untuk membuat proyek baru.
Baca Juga: BI: Rata-Rata Pertumbuhan Ekonomi 2017 Sebesar 5,05%
&quot;Tapi sekarang malah berbeda, malah jual aset dan segala macam. Kalau begitu,&amp;nbsp; ya masyarakat marah lah. Jadi proses pembebasan lahan juga harus dipermudah. Selama ini kan prosesnya bisa 3-4 tahun,&amp;nbsp; sedangkan di negara lain dalam waktu hanya beberapa bulan, &quot; ucap Rizal.
Selain itu,&amp;nbsp; cara ketiga adalah dengan mengubah sistem harga pangan di Indonesia.&quot; Ubah sistemnya menjadi tarif,&amp;nbsp; siapa pun boleh impor asal membayar sebesar 20%-30%. Dengan begitu,&amp;nbsp; artinya pemerintah memberikan uang sebesar Rp50.000 kepada ibu-ibu. Justru masyarakat akan senang pasalnya harga pangan malah turun. Maka lama kelamaan ekonomi di Indonesia akan membaik,&quot; tegas Rizal.
Tidak hanya itu,&amp;nbsp; pemerintah lakukan ekspansi kredit agar ekonomi Indonesia dapat tumbuh sebesar 15%.
&quot;16 tahun yang lalu saat saya menjabat sebagai Menko, perusahaan airlines Indonesia berkembang karena turunnya harga tiket pesawat. Di mana,&amp;nbsp; banyak kompetitor airlines,&amp;nbsp; maka harga jadi diturunkan. Dengan begitu,&amp;nbsp; masyarakat yang belum pernah naik pesawat jadi bisa naik pesawat,&quot; lanjut Rizal.
Baca Juga: Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi 5,05% hingga Akhir Tahun
Sementara itu,&amp;nbsp; Rizal membeberkan sistem saat dia menjabat sebagai Menko, antara lain mendistukrisasikan real estate di Indonesia,&amp;nbsp; menjaga harga pangan termasuk harga beras,&amp;nbsp; mengejar target ekspor,&amp;nbsp; dan menaikkan gaji pegawai negeri menjadi dua kali lipat.
&quot;Sistem mendistrukrisasikan real estate dapat membuat real estate di Indonesia menjadi berkembang, bahkan kami disebut sebagai dewa penyelamat. Kami juga jaga harga pangan termasuk harga beras,&amp;nbsp; maka lihat saja waktu zaman Gusdur harga beras stabil tanpa impor. Lalu,&amp;nbsp; minyak goreng,&amp;nbsp; pemerintah harus berkontribusi kalau mengenai kebutuhan masyarakat,&quot; beber Rizal.
Di samping itu,&amp;nbsp; dengan sistem menaikkan gaji pegawai negeri sebanyak dua kali lipat menjadikan daya beli masyarakat bertambah,&amp;nbsp; hingga membuat ekonomi Indonesia membaik.
&quot;Kalau menteri konvensional yang melihat itu kan,&amp;nbsp; mana bisa wong lagi lemah gini. Tapi saya lakukan, maka dari itu perekonomian di Indonesia pada zaman Gusdur tambah baik,&amp;nbsp; utang bukannya menambah, tetapi malah berkurang.&amp;nbsp; Ini bukan magic sains. Kalau Indonesia ke depannya begini terus, sampai 2019 ekonomi Indonesia hanya 5%,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2019 hanya bisa mencapai 5%. Hal itu diungkapkan oleh Mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli.
&quot;Jika ke depannya perekonomian Indonesia masih menerapkan sistem yang sama,&amp;nbsp; maka tahun depan ekonomi Indonesia hanya sebesar 5%. Walaupun semua bidang membaik,&quot; ungkap Rizal dalam acara Diskusi Publik bertemakan &quot;Prospek Ekonomi dan Politik 2018&amp;rdquo; di &amp;nbsp;Jakarta (10/01/2018).
Rizal menambahkan, perkiraannya tahun ini ekonomi dunia akan membaik,&amp;nbsp; sayangnya tidak karena adanya proses kredit susah.
Baca Juga: Tantangan Pertumbuhan Ekonomi, Gubernur BI: Waspadai Konsumsi Rumah Tangga
&quot;Kalau menggunakan cara lain,&amp;nbsp; bisa saja, yaitu dengan cara mengubah strateginya. Kalau diubah strateginya ekonomi Indonesia dalam 2 tahun bukan lagi 5%, bukan lagi 6,5%, tapi bisa capai 7%,&quot; tambah Rizal.
Adapun strateginya,&amp;nbsp; yakni dengan memompa anggaran tidak menggunakan dana APBN. &quot;Saya mendukung Pak Jokowi menggunakan dana APBN untuk pembangunan infrastruktur di luar Jawa,&amp;nbsp; justru pakai non APBN untuk pembangunan infrastruktur di dalam Jawa,&quot; jelas Rizal.
Kemudian, cara yang kedua dengan sekuritisasi aset, di mana pendapatan dari proyek pembangunan infrastruktur, seperti proyek jalan tol ditarik sekarang untuk membuat proyek baru.
Baca Juga: BI: Rata-Rata Pertumbuhan Ekonomi 2017 Sebesar 5,05%
&quot;Tapi sekarang malah berbeda, malah jual aset dan segala macam. Kalau begitu,&amp;nbsp; ya masyarakat marah lah. Jadi proses pembebasan lahan juga harus dipermudah. Selama ini kan prosesnya bisa 3-4 tahun,&amp;nbsp; sedangkan di negara lain dalam waktu hanya beberapa bulan, &quot; ucap Rizal.
Selain itu,&amp;nbsp; cara ketiga adalah dengan mengubah sistem harga pangan di Indonesia.&quot; Ubah sistemnya menjadi tarif,&amp;nbsp; siapa pun boleh impor asal membayar sebesar 20%-30%. Dengan begitu,&amp;nbsp; artinya pemerintah memberikan uang sebesar Rp50.000 kepada ibu-ibu. Justru masyarakat akan senang pasalnya harga pangan malah turun. Maka lama kelamaan ekonomi di Indonesia akan membaik,&quot; tegas Rizal.
Tidak hanya itu,&amp;nbsp; pemerintah lakukan ekspansi kredit agar ekonomi Indonesia dapat tumbuh sebesar 15%.
&quot;16 tahun yang lalu saat saya menjabat sebagai Menko, perusahaan airlines Indonesia berkembang karena turunnya harga tiket pesawat. Di mana,&amp;nbsp; banyak kompetitor airlines,&amp;nbsp; maka harga jadi diturunkan. Dengan begitu,&amp;nbsp; masyarakat yang belum pernah naik pesawat jadi bisa naik pesawat,&quot; lanjut Rizal.
Baca Juga: Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi 5,05% hingga Akhir Tahun
Sementara itu,&amp;nbsp; Rizal membeberkan sistem saat dia menjabat sebagai Menko, antara lain mendistukrisasikan real estate di Indonesia,&amp;nbsp; menjaga harga pangan termasuk harga beras,&amp;nbsp; mengejar target ekspor,&amp;nbsp; dan menaikkan gaji pegawai negeri menjadi dua kali lipat.
&quot;Sistem mendistrukrisasikan real estate dapat membuat real estate di Indonesia menjadi berkembang, bahkan kami disebut sebagai dewa penyelamat. Kami juga jaga harga pangan termasuk harga beras,&amp;nbsp; maka lihat saja waktu zaman Gusdur harga beras stabil tanpa impor. Lalu,&amp;nbsp; minyak goreng,&amp;nbsp; pemerintah harus berkontribusi kalau mengenai kebutuhan masyarakat,&quot; beber Rizal.
Di samping itu,&amp;nbsp; dengan sistem menaikkan gaji pegawai negeri sebanyak dua kali lipat menjadikan daya beli masyarakat bertambah,&amp;nbsp; hingga membuat ekonomi Indonesia membaik.
&quot;Kalau menteri konvensional yang melihat itu kan,&amp;nbsp; mana bisa wong lagi lemah gini. Tapi saya lakukan, maka dari itu perekonomian di Indonesia pada zaman Gusdur tambah baik,&amp;nbsp; utang bukannya menambah, tetapi malah berkurang.&amp;nbsp; Ini bukan magic sains. Kalau Indonesia ke depannya begini terus, sampai 2019 ekonomi Indonesia hanya 5%,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
